
DOYANDUIT – Harga emas dunia pada perdagangan Kamis (22/1/2026) mengalami koreksi setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di area USD 4.888 per troy ounce.
Berdasarkan data OANDA, XAU/USD tercatat:
- Harga: USD 4.802,52 per troy ounce
- Perubahan: −28,87 USD atau −0,60%
- Waktu: 08.44 WIB
Kinerja emas:
- 1 hari: −0,59%
- 5 hari: +3,98%
- 1 bulan: +7,95%
- 6 bulan: +42,54%
- Year to date: +11,01%
- 1 tahun: +75,00%
Koreksi terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan mengenai Greenland dengan pihak Eropa mulai menemukan titik terang. Ia juga menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer dan membatalkan rencana tarif tambahan terhadap beberapa negara Eropa.
Pernyataan ini meredakan kekhawatiran geopolitik yang sebelumnya mendorong lonjakan permintaan safe haven. Meski demikian, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang karena parlemen Eropa menunda ratifikasi perjanjian dagang AS–UE.
Di sisi lain, gejolak obligasi pemerintah Jepang akibat janji pemotongan pajak pasca pemilu tetap menjaga minat terhadap emas sebagai lindung nilai.
Pasar juga menanti rilis data inflasi PCE Amerika Serikat yang berpotensi memberi petunjuk lanjutan terkait arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Harga Emas Antam Hari Ini, 22 Januari 2026
(Belum termasuk PPh 0,25%)
| Berat | Harga Jual (Rp) | Harga Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 gr | 1.445.000 | 1.317.500 |
| 1 gr | 2.790.000 | 2.635.000 |
| 2 gr | 5.520.000 | 5.270.000 |
| 3 gr | 8.255.000 | 7.905.000 |
| 5 gr | 13.725.000 | 13.175.000 |
| 10 gr | 27.395.000 | 26.350.000 |
| 25 gr | 68.362.000 | 65.875.000 |
| 50 gr | 136.645.000 | 131.750.000 |
| 100 gr | 273.212.000 | 263.500.000 |
| 250 gr | 682.765.000 | 658.750.000 |
| 500 gr | 1.365.320.000 | 1.317.500.000 |
| 1.000 gr | 2.730.600.000 | 2.635.000.000 |
Perbandingan dengan 21 Januari 2026 (Antam)
- Harga jual 1 gram: dari Rp2.772.000 → Rp2.790.000 (naik Rp18.000)
- Buyback 1 gram: dari Rp2.612.000 → Rp2.635.000 (naik Rp23.000)
Harga Emas Galeri24 Hari Ini, 22 Januari 2026
| Berat | Harga Jual (Rp) | Harga Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 gr | 1.497.000 | 1.338.000 |
| 1 gr | 2.854.000 | 2.677.000 |
| 2 gr | 5.624.000 | 5.354.000 |
| 5 gr | 13.955.000 | 13.387.000 |
| 10 gr | 27.835.000 | 26.774.000 |
| 25 gr | 69.417.000 | 66.609.000 |
| 50 gr | 138.723.000 | 133.218.000 |
| 100 gr | 277.309.000 | 266.437.000 |
| 250 gr | 691.569.000 | 662.811.000 |
| 500 gr | 1.383.137.000 | 1.325.623.000 |
| 1.000 gr | 2.766.272.000 | 2.651.247.000 |
Perbandingan dengan 21 Januari 2026 (Galeri24)
- Harga jual 1 gram: dari Rp2.766.000 → Rp2.854.000 (naik Rp88.000)
- Buyback 1 gram: dari Rp2.593.000 → Rp2.677.000 (naik Rp84.000)
Harga Emas UBS Hari Ini, 22 Januari 2026
| Berat | Harga Jual (Rp) | Harga Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 gr | 1.577.000 | 1.337.000 |
| 1 gr | 2.918.000 | 2.674.000 |
| 2 gr | 5.791.000 | 5.349.000 |
| 5 gr | 14.308.000 | 13.374.000 |
| 10 gr | 28.467.000 | 26.748.000 |
| 25 gr | 71.027.000 | 66.542.000 |
| 50 gr | 141.761.000 | 133.085.000 |
| 100 gr | 283.410.000 | 266.171.000 |
| 250 gr | 708.316.000 | 662.149.000 |
| 500 gr | 1.414.969.000 | 1.324.299.000 |
Perbandingan dengan 21 Januari 2026 (UBS)
- Harga jual 1 gram: dari Rp2.826.000 → Rp2.918.000 (naik Rp92.000)
- Buyback 1 gram: dari Rp2.591.000 → Rp2.674.000 (naik Rp83.000)
Kesimpulan Pergerakan Harian
Meski harga emas dunia terkoreksi ke kisaran USD 4.800 per troy ounce setelah meredanya ketegangan AS–Eropa soal Greenland, tren utama masih sangat kuat dengan kinerja tahunan di atas +75%.
Di pasar domestik, harga emas fisik justru masih melanjutkan penyesuaian naik seiring lonjakan XAU/USD sehari sebelumnya:
- Antam: naik sekitar Rp18.000–Rp23.000 per gram.
- Galeri24: melonjak sekitar Rp84.000–Rp88.000 per gram.
- UBS: mencatat kenaikan terbesar, sekitar Rp83.000–Rp92.000 per gram.
Secara keseluruhan, koreksi global lebih bersifat konsolidasi teknikal setelah mencetak rekor baru, sementara tren jangka menengah–panjang emas tetap berada dalam fase bullish kuat di tengah ketidakpastian geopolitik, risiko fiskal global, dan arah kebijakan moneter yang masih akomodatif.