
DOYANDUIT – Pelaksanaan e-Ijazah 2026 mulai menjadi perhatian utama operator sekolah di berbagai daerah. Sistem digital ini menuntut ketelitian sejak tahap validasi data siswa hingga proses penomoran dan pencetakan ijazah.
Berdasarkan mekanisme terbaru tahun 2026, operator sekolah tidak bisa langsung mengerjakan e-Ijazah tanpa memastikan seluruh data peserta didik benar-benar valid. Kesalahan kecil pada nama, tanggal lahir, hingga data residu dapat berdampak pada proses penerbitan ijazah resmi.
Karena itu, memahami tahapan e-Ijazah sejak awal menjadi langkah penting agar proses berjalan lancar dan tidak menimbulkan kendala saat masa kelulusan tiba.
Informasi ini disusun berdasarkan alur pengerjaan terbaru yang digunakan dalam sistem manajemen ijazah digital.
Validasi Data Siswa Menjadi Tahap Paling Penting
Tahapan pertama dalam pengerjaan e-Ijazah 2026 adalah memastikan seluruh data peserta didik tingkat akhir sudah valid di Dapodik.
Untuk jenjang pendidikan:
- SD: kelas 6
- SMP: kelas 9
- SMA/SMK: kelas 12
Semua identitas siswa harus sesuai dengan dokumen kependudukan resmi seperti:
- Kartu Keluarga (KK)
- Akta kelahiran
- Data Dukcapil
Operator sekolah disarankan mengecek detail berikut:
- Nama lengkap siswa
- Tempat dan tanggal lahir
- Jenis kelamin
- NISN
- Nama orang tua
Jika masih ditemukan kesalahan dan data masih bisa diubah di Dapodik, perbaikan dapat dilakukan langsung melalui aplikasi tersebut. Namun bila data terkunci, operator perlu melakukan pembaruan melalui Verpal PD.
Tahap validasi data menjadi bagian paling krusial karena akan memengaruhi seluruh proses e-Ijazah berikutnya.
Pastikan Siswa Tidak Masuk Data Residu
Setelah validasi Dapodik selesai, tahap berikutnya adalah memastikan siswa tingkat akhir tidak masuk kategori residu di Verpal PD.
Data residu biasanya muncul karena:
- Perbedaan identitas dengan Dukcapil
- NISN belum sinkron
- Data belum tervalidasi pusat
- Perubahan data signifikan belum disetujui
Jika masih terdapat residu, operator harus segera:
Langkah Mengatasi Data Residu
- Login ke Verpal PD
- Cek menu residu peserta didik
- Lakukan pengajuan perubahan data
- Lengkapi quality control
- Sinkronkan ulang Dapodik
Tahap ini wajib diselesaikan sebelum masuk ke proses DNS e-Ijazah.
Banyak sekolah mulai memprioritaskan siswa kelas akhir lebih dulu agar proses kelulusan tidak terlambat.
Konfirmasi Data Ijazah oleh Siswa atau Wali Murid
Tahapan berikutnya yang sering terlupakan adalah konfirmasi data ijazah.
Dalam sistem terbaru 2026, siswa atau wali murid perlu melakukan pengecekan data menggunakan:
- NISN
- Tanggal lahir
Jika data sudah benar, sistem akan memberikan tanda konfirmasi valid. Nantinya data tersebut otomatis masuk ke manajemen e-Ijazah pada bagian DNS.
Apabila siswa belum melakukan konfirmasi, biasanya status pada sistem masih belum lengkap sehingga operator tidak dapat melanjutkan proses berikutnya.
Mengapa Konfirmasi Data Penting?
Karena data yang sudah dikonfirmasi akan menjadi dasar penerbitan ijazah digital resmi.
Kesalahan kecil seperti huruf nama atau tanggal lahir berpotensi menimbulkan revisi berulang yang memakan waktu.
Jadwal Tahapan E-Ijazah 2026 Terbaru
Berdasarkan jadwal terbaru, tahapan pengerjaan e-Ijazah dilakukan bertahap dan tidak boleh diloncati.
Jadwal untuk Jenjang SD
- Mulai: 2 Juni 2026
- Berakhir: 11 Juli 2026
Sementara untuk SMP, SMA, dan SMK, beberapa tahapan sudah dimulai sejak Mei 2026.
Berikut tahapan utamanya:
| Tahapan | Keterangan |
|---|---|
| Perbaikan data kepala sekolah | Validasi nama dan gelar |
| Penetapan kelulusan | Menentukan status lulus siswa |
| Pembuatan SPTJM | Surat pertanggungjawaban mutlak |
| Upload SPTJM | Dokumen diunggah ke sistem |
| Validasi DNS | Pemeriksaan data siswa |
| Penomoran ijazah | Nomor ijazah otomatis |
| Cetak ijazah | Tahap akhir penerbitan |
Tahapan Pengisian di Verpal E-Ijazah
Setelah login ke sistem manajemen ijazah, operator akan melihat beberapa menu penting yang harus dikerjakan secara berurutan.
1. Perbaikan Nomenklatur Sekolah
Operator perlu memastikan:
- Nama sekolah benar
- Tidak ada kesalahan penulisan
- Status sekolah sesuai
Jika sudah benar, tahap ini bisa langsung dilewati.
2. Validasi Kepala Satuan Pendidikan
Pada tahap ini operator harus mengecek:
- Nama kepala sekolah
- Gelar depan dan belakang
- Penulisan resmi sesuai SK
3. Memilih Metode Pengesahan
Terdapat dua pilihan:
- Tanda tangan basah
- Tanda tangan elektronik (TTE)
Untuk TTE, biasanya sekolah perlu mengunggah file tanda tangan digital.
4. Cek Relasi Legalitas
Menu ini biasanya digunakan sekolah yang belum terakreditasi. Jika sekolah sudah memiliki akreditasi resmi, tahap ini dapat diabaikan.
5. Pemeriksaan DNS
DNS harus benar-benar bersih dari residu sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
Jika masih ditemukan masalah:
- Perbaiki di Verpal PD
- Tarik data Dapodik
- Sinkronisasi ulang
Penomoran dan Cetak Menjadi Tahap Akhir
Setelah seluruh data dinyatakan valid, operator dapat melanjutkan ke:
- Penetapan nomor ijazah
- Finalisasi data
- Pencetakan ijazah
Pada tahap ini, ketelitian tetap diperlukan karena nomor ijazah bersifat permanen dan terintegrasi secara nasional.
Banyak operator sekolah memilih melakukan simulasi terlebih dahulu sebelum pengerjaan final agar risiko kesalahan bisa diminimalkan.
Tahapan e-Ijazah 2026 harus dilakukan secara runtut mulai dari validasi data siswa, pengecekan residu, konfirmasi data ijazah, hingga proses penomoran dan cetak.
Operator sekolah disarankan tidak terburu-buru dan memastikan setiap tahap sudah valid sebelum melanjutkan ke proses berikutnya.
Dengan data yang bersih dan sinkron, proses penerbitan e-Ijazah 2026 dapat berjalan lebih cepat, aman, dan minim revisi.