
DOYANDUIT – Pengisian SKP PPPK paruh waktu tahun 2026 kini dilakukan melalui platform Rumah ASN setelah migrasi dari SIMASTER. Sistem ini dirancang lebih terintegrasi, mulai dari penyusunan kontrak kerja hingga evaluasi bulanan.
Berdasarkan praktik terbaru tahun 2026, proses ini sebenarnya cukup sistematis. Namun, bagi banyak pengguna, terutama yang baru pertama kali menggunakan Rumah ASN, alurnya bisa terasa membingungkan jika belum memahami tahapan dasarnya.
Agar tidak salah langkah, berikut panduan lengkap yang bisa kamu ikuti.
1. Membuat Kontrak SKP Tahunan
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah membuat kontrak SKP.
Tahapan membuat kontrak:
- Masuk ke menu Kinerja PPPK Paruh Waktu
- Klik tombol Buat
- Sistem otomatis menarik:
- Data jabatan (dari SISN)
- Unit kerja (dari EMAS)
Selanjutnya, kamu perlu mengisi:
- Atasan penilai
- Atasan banding
- Uraian tugas (utama dan tambahan)
“Data jabatan dan unit kerja sudah otomatis, tapi atasan penilai tetap harus diisi manual sesuai master.”
Jenis distribusi target:
- Akumulasi: dibagi per bulan (misalnya 12 laporan = 1 per bulan)
- Rata-rata/persentase: nilai tetap tiap bulan (biasanya 100%)
Tips: Gunakan data dari SIMASTER sebelumnya agar lebih cepat, cukup copy-paste uraian tugas.
2. Breakdown Target Bulanan
Setelah kontrak dibuat, kamu wajib melakukan breakdown target.
Sistem menyediakan fitur:
- Generate otomatis
- Pengaturan manual
Contoh:
- Target 12 laporan → otomatis dibagi Januari–Desember
- Target 6 laporan → bisa diatur sesuai kebutuhan
⚠️ Catatan penting:
Jika breakdown belum lengkap, pengajuan SKP tidak bisa dilanjutkan.
3. Pengajuan dan Verifikasi SKP
Setelah semua data lengkap:
- Klik Ajukan Rencana SKP
- Atasan akan melakukan:
- Verifikasi
- Revisi (jika perlu)
- Persetujuan
Jika ada kesalahan, kamu bisa:
- Tarik kembali pengajuan
- Edit ulang data
Proses ini mirip dengan sistem sebelumnya, tetapi lebih fleksibel karena bisa direvisi langsung di aplikasi.
4. Mengisi Jurnal Harian
Setelah SKP disetujui, kamu bisa mulai mengisi jurnal harian.
Cara mengisi jurnal:
- Pilih tanggal
- Pilih tugas (otomatis dari breakdown)
- Isi:
- Uraian kegiatan
- Kuantitas
- Bukti kerja (link atau dokumen)
Fitur unggulan:
- Chips (isi cepat) → mempercepat input teks
- Perbaikan AI → memperbaiki bahasa otomatis
“Kalau malas mengetik, sudah ada template dan AI untuk merapikan kalimat.”
Setelah selesai:
- Klik Simpan jurnal
- Bisa diedit atau dihapus jika ada kesalahan
5. Evaluasi Bulanan SKP
Setelah jurnal harian selesai dalam satu bulan, kamu harus mengajukan evaluasi.
Isi evaluasi meliputi:
- Target vs realisasi
- Perilaku kerja (BerAKHLAK)
- Bukti dukung
Tips mempercepat:
- Gunakan fitur salin dari bulan sebelumnya
- Gunakan link Google Drive yang sama
Setelah lengkap:
- Klik Ajukan Evaluasi Bulanan
6. Proses Penilaian oleh Atasan
Setelah diajukan, atasan akan:
- Memberi feedback
- Menilai kinerja:
- Di bawah ekspektasi
- Sesuai ekspektasi
- Di atas ekspektasi
- Memberikan rating perilaku kerja
Menariknya, sistem Rumah ASN saat ini:
- Tidak membatasi kuota nilai (misalnya 70% sangat baik)
- Penilaian masih fleksibel
“Saat ini penilaian masih bebas, belum ada pembatasan seperti di SIMASTER.”
7. Fitur Tambahan yang Perlu Kamu Tahu
a. Salin data bulan sebelumnya
Memudahkan pengisian evaluasi tanpa input ulang.
b. Rekap otomatis
- Bisa export ke:
- Excel
c. Dashboard kepegawaian
Menampilkan:
- Jumlah pegawai
- Status pengisian SKP
- Progress kinerja
d. Fitur “Tanya BKD”
Digunakan untuk:
- Melaporkan error
- Bertanya langsung ke admin
Tabel Ringkas Alur SKP PPPK 2026
| Tahapan | Kegiatan |
|---|---|
| 1 | Membuat kontrak |
| 2 | Breakdown target |
| 3 | Ajukan SKP |
| 4 | Verifikasi atasan |
| 5 | Isi jurnal harian |
| 6 | Ajukan evaluasi |
| 7 | Penilaian atasan |
Catatan Penting dari Pengalaman Pengguna
Berdasarkan praktik lapangan:
- Pengisian bisa dilakukan mundur (Januari meski mulai Maret)
- Tanggal jurnal fleksibel (tidak harus akhir bulan)
- Server berpotensi lambat saat akses massal
- Bukti kerja sebaiknya disiapkan sejak awal
Pengisian SKP PPPK paruh waktu 2026 di Rumah ASN sebenarnya lebih praktis dibanding sistem sebelumnya, terutama dengan fitur otomatis dan bantuan AI.
Dengan memahami alur dari awal, kamu bisa menghindari kesalahan yang sering terjadi.