
DOYANDUIT – Sebuah undangan interview kerja yang mengatasnamakan PT Unipres Tech Manufacturing ramai diperbincangkan di media sosial setelah dinilai memiliki sejumlah kejanggalan.
Undangan tersebut dikirim melalui pesan WhatsApp kepada sejumlah pelamar kerja, lengkap dengan jadwal interview, lokasi pertemuan, hingga rencana penandatanganan kontrak kerja.
Pesan ini menyebutkan bahwa pelamar dinyatakan lulus tahap awal seleksi dan diminta hadir untuk proses interview sekaligus pembagian area kerja dan tanda tangan kontrak.
Informasi tersebut sontak memicu pertanyaan, karena seluruh tahapan disebut akan dilakukan dalam satu hari.
Isi Lengkap Pesan WhatsApp Undangan Interview
Dalam pesan yang beredar, pengirim menggunakan nomor +62 851-7990-1399 dan mencantumkan identitas perusahaan sebagai PT Unipres Tech Manufacturing. Berikut ringkasan isi undangan yang diterima pelamar:
- Pemberitahuan kelulusan tahap awal seleksi berkas
- Ajakan mengikuti interview kerja
- Pembagian area kerja dan penandatanganan kontrak
- Jadwal: Sabtu, 1 November 2025
- Waktu hadir: 07.45–12.00 WIB
- Nama kontak: Ibu Yumna Az-zahra (HR Manager)
- Lokasi: Office PT Yudistira Manufacturing Indoparts, Perkantoran Kalimas, Jalan Chairil Anwar B-26, Margahayu, Bekasi Timur, Jawa Barat
- Tautan peta Google Maps
- Situs perusahaan menggunakan subdomain gratis berbasis Weebly
Kombinasi informasi tersebut kemudian dinilai tidak lazim oleh sebagian warganet, terutama karena proses rekrutmen dinyatakan selesai dalam satu kali pertemuan.
Respons Warganet: Dugaan Modus Penipuan Rekrutmen
Sejumlah pengguna media sosial memberikan respons kritis terhadap undangan tersebut. Salah satu akun menilai proses rekrutmen yang langsung mencakup interview hingga kontrak kerja sebagai hal yang tidak wajar.
“Penipuan deh. Masa baru lolos tahap awal, langsung interview, pembagian area kerja langsung kontrak kerja,” tulis seorang pengguna.
Komentar lain menyarankan untuk mengecek alamat lokasi yang dicantumkan, karena dinilai tidak sesuai dengan profil perusahaan manufaktur besar.
“Fix penipuan itu. Cek aja alamatnya di Google,” tulis pengguna lain.
Ada pula yang menyoroti penggunaan domain situs gratis, yang dianggap tidak mencerminkan perusahaan manufaktur berskala besar.
“Domain situsnya pakai subdomain murahan. Tolong kasih tahu pengirimnya kalau ini nipu,” tulis komentar lainnya.
Pengalaman Korban: Diminta Uang dan Dialihkan ke Perusahaan Lain
Salah satu warganet mengaku pernah mengalami modus serupa. Ia memperingatkan pelamar agar berhati-hati jika tetap datang ke lokasi interview.
“Awas kena scam. Nanti pas di sana kamu dimintain duit alasannya buka prakerja atau sejenisnya. Dijanjikan gaji besar dan lokasi dekat rumah. Tapi ternyata outsourcing dan disalurkan ke PT lain yang tidak sesuai,” tulisnya.
Pengalaman tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa undangan interview ini berpotensi menjadi bagian dari modus penipuan rekrutmen yang menargetkan pencari kerja.
Indikasi Umum Lowongan Kerja Diduga Interview Bodong
Berdasarkan pengamatan terhadap berbagai kasus serupa, terdapat beberapa ciri umum yang sering muncul pada lowongan kerja palsu, antara lain:
- Proses seleksi sangat cepat tanpa tahapan bertahap
- Interview, kontrak, dan penempatan dilakukan dalam satu hari
- Lokasi interview bukan kantor pusat perusahaan
- Permintaan biaya dengan alasan administrasi, pelatihan, atau program tertentu
- Situs perusahaan menggunakan domain gratis tanpa identitas legal yang jelas
Meskipun ciri-ciri tersebut tidak selalu berarti penipuan, kombinasi beberapa indikator patut menjadi bahan kewaspadaan.
Praktik rekrutmen yang sehat umumnya dilakukan secara bertahap dan transparan. Pelamar disarankan untuk melakukan verifikasi mandiri, termasuk mengecek legalitas perusahaan, alamat kantor, serta rekam jejak digitalnya.
Kesimpulan Sementara dari Temuan Warganet
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak yang mengatasnamakan PT Unipres Tech Manufacturing terkait undangan interview yang beredar.
Namun, berdasarkan kronologi pesan, respons warganet, dan pengalaman korban sebelumnya, undangan ini patut dicurigai dan perlu disikapi dengan kehati-hatian.