Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka, Ini Perubahan Syarat dan Kebijakan Terbaru yang Perlu Diketahui

8 Juli 2026 11:00
Bagikan :
LPDP Tahap 2 Tahun 2026 menghadirkan sejumlah perubahan aturan yang perlu diperhatikan calon pendaftar. (lpdp.kemenkeu)

DOYANDUIT – Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 resmi dibuka sejak 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Bagi calon pendaftar yang sedang mempersiapkan dokumen, ada beberapa perubahan penting yang perlu diperhatikan karena kebijakan LPDP tahun ini tidak sepenuhnya sama dengan seleksi sebelumnya.

Salah satu perubahan yang paling banyak dibicarakan adalah tidak wajibnya sertifikat bahasa Inggris bagi pendaftar yang sudah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional sesuai ketentuan LPDP.

Berdasarkan sosialisasi resmi LPDP, perubahan ini dilakukan untuk memperluas akses sekaligus menyederhanakan proses seleksi tanpa mengurangi kualitas calon penerima beasiswa.

Jadwal dan Tahapan Seleksi Beasiswa LPDP 2026

Tahapan Tanggal
Pendaftaran Seleksi 30 Juni – 31 Juli 2026
Seleksi Administrasi 3 – 27 Agustus 2026
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi 28 Agustus 2026
Pengajuan Sanggah*) 29 Agustus – 1 September 2026
Pengumuman Hasil Sanggah 22 September 2026
Simulasi Seleksi Bakat Skolastik**) 27 & 28 September 2026
Seleksi Bakat Skolastik 29 September – 4 Oktober 2026
Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik 9 Oktober 2026
Seleksi Substansi 14 Oktober – 20 November 2026
Pengumuman Hasil Seleksi Substansi 30 November 2026
Periode Perkuliahan Paling Cepat Januari 2027

Keterangan:

*) Pengajuan sanggah hanya dapat dilakukan untuk hasil Seleksi Administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

**) Simulasi Seleksi Bakat Skolastik dilakukan secara daring untuk membantu peserta memahami mekanisme ujian sebelum pelaksanaan seleksi resmi.

LPDP mengingatkan peserta untuk tidak menunggu hingga hari terakhir pendaftaran.

Dalam banyak kasus, kendala seperti gagal unggah dokumen, koneksi internet lambat, atau kesalahan pengisian data justru sering terjadi menjelang penutupan pendaftaran.

Perubahan Besar LPDP 2026: Fokus dari Education-Centric ke Impact-Driven

Mulai tahun ini, LPDP menerapkan pendekatan baru yang lebih berorientasi pada dampak atau impact-driven.

Artinya, calon penerima beasiswa tidak hanya dinilai dari pilihan kampus atau program studinya, tetapi juga bagaimana ilmu yang dipelajari nantinya dapat berkontribusi terhadap pembangunan Indonesia.

LPDP kini membagi program utama menjadi dua kelompok besar:

1. STEM Industri Strategis

Kategori ini mencakup bidang:

  • Sains
  • Teknologi
  • Teknik (Engineering)
  • Matematika
  • AI dan digitalisasi
  • Semikonduktor
  • Energi
  • Pertahanan
  • Hilirisasi industri
  • Kesehatan
  • Maritim
  • Material maju
  • Industri kreatif

2. SHARE

SHARE merupakan singkatan dari:

  • Social Science
  • Humanities
  • Arts
  • Religious Studies
  • Education

Meski tetap dibuka, proporsi penerima beasiswa lebih banyak diarahkan ke STEM.

LPDP menargetkan sekitar 80% penerima berasal dari bidang STEM dan STEM-related, sementara bidang SHARE sekitar 20%.

Tidak Wajib Sertifikat Bahasa Inggris Jika Sudah Punya LoA

Ini menjadi salah satu perubahan yang paling menarik perhatian pendaftar.

Jika calon peserta sudah memiliki LoA Unconditional yang sesuai ketentuan LPDP, maka sertifikat bahasa Inggris tidak lagi diwajibkan.

Kebijakan ini berlaku untuk:

  • Beasiswa STEM Industri Strategis
  • SHARE
  • Universitas Unggulan
  • Kerja Sama Khusus

Namun terdapat pengecualian untuk beberapa program kemitraan atau co-funding yang masih mensyaratkan sertifikat bahasa Inggris.

Bagi pendaftar yang belum memiliki LoA, syarat kemampuan bahasa Inggris tetap berlaku sesuai kategori dan tujuan studi.

Pilihan Sertifikat Bahasa Inggris Kini Lebih Banyak

LPDP juga menambah jenis tes bahasa Inggris yang dapat digunakan saat pendaftaran.

Selain TOEFL dan IELTS, kini tersedia opsi lain seperti:

  • Duolingo English Test
  • TOEFL ITP (kategori tertentu)
  • Tes bahasa Inggris dari 35 perguruan tinggi dalam negeri yang bekerja sama dengan LPDP

Kebijakan ini dinilai cukup membantu peserta yang sebelumnya kesulitan mengakses tes internasional dengan biaya tinggi.

Universitas Unggulan Bertambah

Pada tahap 2 tahun 2026, LPDP menambah daftar Universitas Unggulan yang bisa dipilih peserta.

Beberapa kampus tambahan berasal dari:

  • Singapura
  • Hong Kong
  • Tiongkok
  • Amerika Serikat
  • Eropa

Namun ada aturan penting yang perlu diperhatikan.

Untuk Jenjang Magister

  • Wajib memiliki LoA Unconditional saat mendaftar.

Untuk Jenjang Doktor

  • Sudah mendaftar atau sedang dalam proses mendapatkan penerimaan.
  • LoA wajib diserahkan sebelum batas waktu yang ditentukan LPDP.

Kesalahan memahami ketentuan ini menjadi salah satu penyebab peserta gagal di tahap administrasi.

Jalur Afirmasi Tetap Mendapat Prioritas

LPDP tetap mempertahankan berbagai kategori afirmasi, antara lain:

  • Putra-putri Papua
  • Daerah afirmasi
  • Prasejahtera
  • Penyandang disabilitas

Menariknya, untuk kategori Putra-Putri Papua tidak ada persyaratan IPK maupun sertifikat bahasa Inggris.

Sementara kategori daerah afirmasi wajib membuktikan domisili atau riwayat pendidikan di wilayah afirmasi sesuai ketentuan LPDP.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Mendaftar

Berdasarkan pengalaman seleksi sebelumnya, beberapa masalah yang cukup sering muncul antara lain:

Masalah Penyebab Solusi
Dokumen ditolak Format tidak sesuai Periksa buku panduan
Gagal unggah file Mendaftar di akhir periode Unggah jauh sebelum deadline
LoA tidak valid Tidak sesuai ketentuan LPDP Pastikan status unconditional
Sertifikat bahasa ditolak Nama tes tidak sesuai Cek daftar tes resmi LPDP
Data tidak tersimpan Lupa submit final Pastikan mendapat kode registrasi

Banyak peserta sebenarnya memenuhi syarat, tetapi gagal karena kesalahan teknis yang bisa dihindari sejak awal.

 

Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 membawa sejumlah perubahan yang cukup signifikan, terutama terkait kewajiban sertifikat bahasa Inggris, fokus pada bidang strategis nasional, serta perluasan pilihan universitas unggulan.

Bagi calon pendaftar, memahami detail kebijakan terbaru jauh lebih penting daripada sekadar mengejar tenggat waktu.

Pengalaman dari berbagai periode sebelumnya menunjukkan bahwa banyak peserta gugur bukan karena kualitas akademiknya kurang, melainkan karena dokumen yang tidak sesuai atau kesalahan administratif yang sebenarnya bisa dicegah.

Jika Anda berencana mendaftar LPDP tahun ini, sebaiknya manfaatkan waktu sebelum 31 Juli untuk memeriksa seluruh persyaratan dan memastikan setiap dokumen sudah sesuai ketentuan terbaru.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050