
DOYANDUIT – TikTok Affiliate kini menjadi salah satu jalur populer bagi kreator maupun pemula yang ingin meraih penghasilan tambahan. Namun, sering kali kendala muncul bukan pada cara membuat konten, melainkan pada kesalahan memilih produk.
Hendra Setyo, seorang kreator sekaligus praktisi TikTok Affiliate, menegaskan dalam salah satu videonya: “Kalau memang produknya enggak menjual, otomatis ya enggak ada yang beli, enggak ada yang minat. Benar enggak?”
Pernyataan ini menegaskan bahwa produk adalah pondasi utama dari strategi affiliate. Konten yang bagus memang penting, tetapi tanpa produk yang tepat, hasilnya akan tetap minim.
Produk yang Diiklankan Seller: Peluang Traffic Gratis
Salah satu strategi yang cukup menarik adalah memilih produk dari seller yang bersedia mengiklankan video kreatornya. Di TikTok, hal ini dikenal dengan fitur GMV Max, yaitu sistem di mana seller mengalokasikan dana untuk mempromosikan konten kreator.
Menurut Hendra, tanda produk diiklankan seller dapat dikenali dari label komisi yang muncul. Jika komisi produk memiliki dua jenis (misalnya 20% organik dan 5% ketika diiklankan), artinya seller menyiapkan dana iklan untuk memperbesar jangkauan video. Dengan begitu, kreator bisa mendapatkan traffic tambahan tanpa harus membayar iklan sendiri.
Namun, ada sisi lain yang perlu dicermati. Komisi sering kali lebih kecil ketika produk diiklankan seller. Hendra mengingatkan, “Minusnya apa? Seller bisa sewaktu-waktu mengurangi komisi kita ketika dia iklankan.” Jadi, meski traffic bertambah, margin keuntungan bisa saja berkurang.
Baik, saya buatkan langkah demi langkah mencari produk viral di TikTok khusus untuk kebutuhan TikTok Affiliate. Saya susun dengan gaya formal kasual, rapi, dan mudah dipahami seperti panduan resmi:
Langkah-Langkah Mencari Produk Viral di TikTok
1. Masuk ke Menu TikTok Affiliate
Pertama, buka aplikasi TikTok Anda lalu masuk ke menu TikTok Affiliate (atau TikTok Seller Center jika sudah terhubung). Dari sini, Anda bisa melihat daftar produk yang tersedia untuk dipromosikan.
2. Gunakan Fitur “Produk Populer”
Di dalam menu produk, biasanya ada kategori Produk Populer atau Hot Products. Fitur ini memunculkan barang-barang yang sedang ramai dibeli pengguna TikTok dalam kurun waktu tertentu. Produk yang muncul di sini umumnya punya potensi viral.
3. Perhatikan Komisi dan Label Iklan
Saat membuka detail produk, cek bagian tingkat komisi. Produk yang memiliki dua jenis komisi (misalnya komisi 20% organik dan 5% jika diiklankan seller) biasanya sedang didukung oleh GMV Max. Artinya, seller berpotensi mengiklankan video kreator secara gratis.
4. Analisis Penjualan dan Ulasan
Produk viral bukan hanya tentang banyak dilihat, tetapi juga terbukti laris terjual. Perhatikan:
- Jumlah transaksi dalam 7–30 hari terakhir.
- Rating produk (idealnya di atas 4,5 bintang).
- Jumlah ulasan positif yang konsisten.
Produk dengan penjualan stabil menandakan permintaan pasar nyata, bukan sekadar viral sesaat.
5. Cek Tren di TikTok “For You Page”
Selain di menu afiliasi, luangkan waktu untuk scrolling di FYP (For You Page). Catat produk yang sering muncul, terutama jika ditampilkan oleh banyak kreator berbeda. Biasanya, produk-produk ini sedang tren dan memiliki peluang lebih besar untuk terjual.
6. Manfaatkan Fitur Pencarian TikTok
Ketik kata kunci seperti “viral TikTok”, “unboxing”, atau kategori spesifik (contoh: “skincare viral”). Lihat video dengan engagement tinggi (like, komentar, dan share). Dari sini, Anda bisa menemukan produk yang sedang ramai dibicarakan.
7. Bandingkan dengan Marketplace
Setelah menemukan produk potensial, cek di marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada) untuk melihat:
- Apakah produk itu juga trending di luar TikTok.
- Harga dan variasi produk.
- Persaingan seller (semakin banyak toko, biasanya semakin besar tren produk tersebut).
8. Pilih Produk Sesuai Target Audiens
Terakhir, pastikan produk yang Anda pilih sesuai dengan karakter audiens konten Anda. Misalnya:
- Jika audiens banyak anak muda, produk fashion atau gadget aksesoris akan lebih cocok.
- Jika audiens ibu rumah tangga, produk kebutuhan rumah tangga atau peralatan dapur bisa lebih efektif.
Mencari produk viral di TikTok Affiliate butuh kombinasi antara membaca tren (FYP, pencarian, produk populer) dan analisis data (penjualan, ulasan, komisi). Jangan hanya terpaku pada komisi tinggi, tetapi pastikan produk memang punya demand nyata dan sesuai audiens Anda.

Contoh Kategori Produk yang Sering Viral di TikTok
1. Skincare dan Kosmetik
Produk kecantikan menjadi salah satu kategori paling sering viral. Banyak kreator membuat video before-after atau review singkat yang menarik perhatian audiens.
-
Serum wajah (brightening, anti-acne, hydrating).
-
Sunscreen dengan tekstur ringan.
-
Lip tint atau lip balm dengan warna natural.
-
Masker wajah instan (sheet mask, clay mask).
💡 Produk ini mudah viral karena hasilnya bisa ditampilkan langsung di video.
2. Fashion dan Aksesoris
Tren fashion di TikTok cepat sekali berubah. Produk yang unik dan terjangkau biasanya cepat menarik perhatian.
-
Outer, hoodie, atau kaos dengan desain kekinian.
-
Celana kulot atau jeans high waist.
-
Tas mini, sling bag, atau tote bag kanvas.
-
Aksesoris seperti jam tangan, gelang, atau kalung minimalis.
3. Peralatan Rumah Tangga Unik
Produk rumah tangga dengan fungsi praktis sering viral karena tampil “wow” di video.
-
Alat pemotong sayur multifungsi.
-
Rak serbaguna lipat.
-
Lampu tidur LED dengan berbagai bentuk.
-
Vacuum mini untuk meja atau keyboard.
4. Gadget dan Aksesoris Elektronik
Produk ini populer karena harga terjangkau dan fungsional.
-
Ring light mini untuk selfie.
-
Earphone atau TWS murah.
-
Tripod atau holder HP.
-
Kabel data unik dengan lampu LED.
5. Mainan dan Hobi
Produk untuk hiburan juga sering muncul di FYP karena menarik perhatian visual.
-
Mainan slime atau squishy.
-
Puzzle kayu atau mainan edukatif anak.
-
Alat musik mini (ukulele, kalimba).
-
Mainan hewan peliharaan (cat teaser, bola otomatis).
6. Makanan dan Minuman Kekinian
Produk makanan ringan juga bisa viral, apalagi jika unik atau jarang ditemukan di toko biasa.
-
Camilan import (snack Korea, Jepang).
-
Minuman bubuk rasa unik (taro, matcha, red velvet).
-
Permen dengan bentuk atau kemasan lucu.
Produk yang sering viral biasanya punya tiga ciri utama: unik, harga terjangkau, dan visual menarik. Jadi saat memilih produk di TikTok Affiliate, sebaiknya perhatikan tren kategori ini agar peluang mendapat traffic lebih besar.
Aspek Legalitas dan Norma Bisnis
Dalam praktik pemasaran digital, pemilihan produk juga tidak boleh lepas dari norma hukum.
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 50 Tahun 2020, misalnya, mengatur tata niaga melalui sistem elektronik termasuk kewajiban memastikan produk yang dipasarkan legal, tidak melanggar hak cipta, dan sesuai standar keamanan.
Bagi afiliator, hal ini berarti tidak hanya memilih produk yang “viral”, tetapi juga memastikan barang tersebut memiliki izin edar, sertifikasi (jika diperlukan), dan tidak termasuk kategori barang yang dilarang pemerintah.
Strategi Seimbang Antara Traffic dan Profit
Memilih produk untuk TikTok Affiliate bukan sekadar soal popularitas, melainkan juga strategi jangka panjang. Mengincar produk yang didukung iklan seller memang bisa memperbesar traffic tanpa biaya tambahan, tetapi penting juga memperhitungkan potensi margin yang berkurang.
Untuk akun baru, fokus pada traffic terlebih dahulu bisa menjadi langkah yang bijak. Seiring waktu, kemampuan membuat konten, public speaking, hingga personal branding akan ikut menentukan keberhasilan.
Dengan pemilihan produk yang cermat, ditambah konsistensi dalam membuat konten, peluang sukses di TikTok Affiliate akan semakin terbuka.