
DOYANDUIT – Bisnis es krim semakin diminati dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena karakter produknya yang fleksibel, mudah diterima semua kalangan, dan mampu beradaptasi dengan tren.
Sektor kuliner masih menjadi primadona dalam waralaba. Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap usaha cepat saji yang menawarkan produk terjangkau.
Pemerintah sendiri telah memberi landasan hukum mengenai waralaba melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2007 tentang Waralaba.
Di dalamnya ditegaskan bahwa pemberi waralaba wajib menyediakan bimbingan berkelanjutan kepada penerima waralaba, serta mencatat perjanjian kerja sama secara sah.
Norma ini penting agar para mitra bisnis memiliki perlindungan hukum sekaligus kejelasan hak dan kewajiban.
Rekomendasi Franchise Es Krim Populer
Bingxue
Brand yang berdiri sejak Februari 2023 ini mulai menawarkan program waralaba pada September 2023. Dengan modal mulai Rp275 juta, mitra sudah memperoleh peralatan usaha, bahan baku, survei lokasi, serta pelatihan.
Kelebihan Bingxue terletak pada harga produk yang ramah di kantong dan desain outlet yang modern. Informasi lebih lanjut bisa didapat melalui website resmi mereka.
Ai-Cha
Ai-Cha telah berkembang ke berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Thailand. Untuk membuka gerai, dibutuhkan modal sekitar Rp230–300 juta. Fasilitas yang didapat mencakup peralatan dan bahan baku, namun biaya sewa lokasi ditanggung mitra.
Mixue
Sebagai salah satu franchise es krim paling populer, Mixue menetapkan modal sekitar Rp300 jutaan. Syarat lokasi mencakup luas bangunan minimal 25 m², plafon 2,7 m, serta daya listrik 33.000 watt.
Menariknya, Mixue tidak mengenakan biaya royalty fee, sehingga keuntungan sepenuhnya milik mitra.
WeDrink
WeDrink menawarkan paket waralaba Rp331 juta, sudah termasuk peralatan, pelatihan, manajemen, hingga promosi. Pada pameran IFBC 2024, mereka bahkan memberi diskon hingga Rp170 juta untuk calon mitra.
Pilihan Franchise dengan Modal Bervariasi
Momoyo
Dengan modal mulai Rp377 juta, termasuk deposito Rp40 juta yang dapat dikembalikan, Momoyo menawarkan pendampingan intensif bagi mitranya. Target omzet harian yang dipatok sebesar Rp5 juta, dengan estimasi balik modal 8–12 bulan.
Xiyue
Bagi yang ingin memulai dengan modal ringan, Xiyue menawarkan paket partnership mulai Rp8,9 juta. Mitra mendapat booth, mesin es krim, bahan baku, hingga pelatihan.
Perbedaan harga terletak pada fasilitas tambahan seperti LED TV atau ukuran booth.
Froyou
Berbeda dengan lainnya, Froyou fokus pada es krim yoghurt dengan topping beragam. Modal berkisar Rp145–400 jutaan, tergantung tipe paket: Froyou Express, skala besar, atau gabungan dengan Miyou.
Es Krim Indonesia
Paket kemitraan mulai dari Rp100 juta hingga Rp380 juta, tanpa biaya franchise tambahan. Menu andalannya seperti Brown Sugar Boba, Sundae Boba, dan Mango Smash dipasarkan dengan harga terjangkau mulai Rp9.000. Estimasi profit berkisar Rp15–48 juta per bulan.

Pertimbangan Sebelum Memilih Franchise
Legalitas dan Kontrak
Pastikan perjanjian franchise sesuai dengan aturan pemerintah. Pasal 4 PP No. 42 Tahun 2007 mengatur bahwa setiap perjanjian waralaba wajib dibuat secara tertulis dan dalam bahasa Indonesia.
Skema Keuntungan
Beberapa franchise menerapkan sistem royalty fee, sementara lainnya seperti Mixue dan Es Krim Indonesia membebaskan biaya tersebut. Hal ini berpengaruh pada margin keuntungan jangka panjang.
Dukungan dan Pendampingan
Merek seperti Momoyo menonjolkan pendampingan intensif, sementara Xiyue unggul pada modal rendah yang memungkinkan pemula langsung memulai usaha.
Kesimpulan
Waralaba es krim menjadi peluang menarik di 2025 dengan variasi modal mulai dari Rp9 juta hingga Rp400 jutaan. Setiap brand memiliki karakteristik, target pasar, dan fasilitas yang berbeda.
Sebelum bergabung, penting untuk memahami isi kontrak, memastikan dukungan berkelanjutan, serta menyesuaikan pilihan dengan kemampuan modal.
Dengan perencanaan matang, bisnis es krim bisa menjadi investasi kuliner yang berkelanjutan.