
DOYANDUIT – Bisnis minuman kopi terus mengalami pertumbuhan signifikan di Indonesia. Salah satu brand global yang diminati adalah Nescafé, yang dikenal dengan produk kopi instan berkualitas.
Banyak pelaku usaha tertarik untuk membuka gerai Nescafé Booth sebagai peluang bisnis yang menjanjikan. Namun, bagaimana sebenarnya peluang franchise Nescafé Booth di tahun 2025?
Apakah memungkinkan untuk membuka gerai secara mandiri tanpa kemitraan resmi? Artikel ini akan membahas informasi terkini mengenai hal tersebut.
Status Kemitraan Resmi Nescafé Booth
Hingga tahun 2025, Nestlé Indonesia belum membuka program kemitraan resmi untuk Nescafé Booth. Hal ini dikonfirmasi melalui akun resmi X (sebelumnya Twitter) @IniBaruHidup, yang menyatakan:
“Saat ini belum tersedia kesempatan kerja sama dalam bentuk franchise atau kemitraan ya.”
Pernyataan serupa juga disampaikan dalam unggahan lainnya:
“Kami belum tersedia kesempatan kerjasama dalam bentuk franchise atau kemitraan apapun dari NESCAFÉ.”
Dengan demikian, saat ini belum ada program resmi dari Nestlé Indonesia untuk franchise Nescafé Booth.
Fenomena Gerai Nescafé Booth Mandiri
Meskipun tidak ada program kemitraan resmi, beberapa pelaku usaha telah membuka gerai Nescafé Booth secara mandiri. Mereka menggunakan produk Nescafé yang tersedia di pasaran dan mendesain booth dengan branding yang menyerupai gerai resmi.
Contohnya, di Yogyakarta, terdapat gerai Nescafé Booth yang menawarkan minuman kopi dengan harga terjangkau, mulai dari Rp5.000. Gerai ini menarik perhatian masyarakat dan menjadi viral di media sosial.
Namun, penting untuk dicatat bahwa penggunaan merek dagang dan desain yang menyerupai brand resmi tanpa izin dapat menimbulkan masalah hukum terkait pelanggaran hak kekayaan intelektual.
Pertimbangan Membuka Gerai Nescafé Booth Mandiri
Jika Anda mempertimbangkan untuk membuka gerai Nescafé Booth secara mandiri, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
1. Legalitas dan Hak Merek
Menggunakan nama dan logo Nescafé tanpa izin resmi dari Nestlé dapat melanggar hak kekayaan intelektual. Disarankan untuk menggunakan nama dan desain yang berbeda untuk menghindari masalah hukum.
2. Kualitas Produk
Pastikan untuk menggunakan produk Nescafé yang asli dan menjaga kualitas minuman yang disajikan. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan pelanggan dan menjaga reputasi bisnis Anda.
3. Desain Booth
Desain booth yang menarik dan fungsional dapat meningkatkan daya tarik gerai Anda. Namun, hindari meniru desain resmi Nescafé Booth secara langsung untuk menghindari pelanggaran hak cipta.
4. Perizinan Usaha
Pastikan untuk mengurus semua perizinan usaha yang diperlukan, termasuk izin lokasi, izin usaha mikro kecil (IUMK), dan sertifikat laik hygiene dari dinas terkait.

Alternatif Franchise Kopi di Indonesia
Jika Anda lebih memilih untuk bergabung dengan program franchise resmi, berikut beberapa alternatif franchise kopi yang tersedia di Indonesia:
- Kopi Janji Jiwa: Modal awal sekitar Rp150–200 juta, termasuk bahan baku, pelatihan, dan perlengkapan usaha.
- Kopi Lain Hati: Modal awal sekitar Rp75 juta, dengan lebih dari 500 mitra di seluruh Indonesia.
- Cetroo Coffee: Modal awal sekitar Rp60 juta, menawarkan varian kopi susu, kopi boba, dan kopi brown sugar.
- Sure Coffee: Menawarkan tiga paket kemitraan, yaitu booth mulai Rp8,9 juta hingga Rp14,5 juta, container seharga Rp35 juta, dan mini café seharga Rp49 juta.
Saat ini, Nestlé Indonesia belum membuka program kemitraan resmi untuk Nescafé Booth. Meskipun demikian, beberapa pelaku usaha telah membuka gerai secara mandiri dengan menggunakan produk Nescafé yang tersedia di pasaran.
Jika Anda tertarik untuk membuka gerai Nescafé Booth, penting untuk mempertimbangkan aspek legalitas dan menjaga kualitas produk yang disajikan.
Sebagai alternatif, Anda dapat mempertimbangkan untuk bergabung dengan program franchise kopi resmi yang tersedia di Indonesia, seperti Kopi Janji Jiwa, Kopi Lain Hati, Cetroo Coffee, atau Sure Coffee.
Pastikan untuk melakukan riset dan memilih franchise yang sesuai dengan kebutuhan dan modal Anda.