
DOYANDUIT – Program Pemagangan Nasional 2026 Batch 1 Angkatan 2 resmi dibuka dengan target yang jauh lebih besar dibanding periode sebelumnya.
Pemerintah menyiapkan kuota hingga 150.000 peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang siap pakai.
Program yang digagas oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini menjadi salah satu paket stimulus ekonomi nasional semester II tahun 2026. Fokusnya bukan sekadar memberikan pengalaman kerja, tetapi juga mempercepat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia profesional.
Dalam sosialisasi yang digelar secara daring pada awal Juli 2026, Kemnaker bersama Kementerian Perindustrian menegaskan bahwa pemagangan kini menjadi salah satu instrumen strategis untuk mengurangi kesenjangan keterampilan (skill gap) yang masih banyak ditemui di pasar kerja Indonesia.
Program Pemagangan Nasional 2026 Jadi Jembatan Dunia Kampus dan Industri
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Prof. Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa Indonesia setiap tahun menghasilkan jutaan angkatan kerja baru.
Sebagian besar berasal dari lulusan perguruan tinggi dan SMK yang langsung memasuki pasar kerja.
Di sisi lain, banyak perusahaan mengaku masih kesulitan menemukan kandidat yang benar-benar siap bekerja.
Dalam praktiknya, tidak sedikit perusahaan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pelatihan dasar dan proses adaptasi karyawan baru yang bisa berlangsung hingga enam bulan.
Program pemagangan nasional dirancang untuk menjembatani persoalan tersebut.
Peserta akan ditempatkan langsung di perusahaan atau instansi penyelenggara selama enam bulan sehingga memperoleh pengalaman kerja nyata, memahami budaya kerja, hingga meningkatkan kemampuan teknis dan nonteknis.
Hasil Batch Pertama Dinilai Positif
Berdasarkan evaluasi Kemnaker, pelaksanaan angkatan pertama menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.
Capaian Program Pemagangan Nasional Sebelumnya
| Indikator | Hasil |
|---|---|
| Peserta magang | 102.000 orang |
| Perusahaan dan instansi penyelenggara | Lebih dari 8.000 |
| Tingkat penyelesaian program | 95% |
| Peserta mendapat tawaran kerja | 29,2% |
| Peserta mengalami peningkatan kompetensi | 66% |
Sejumlah perusahaan bahkan langsung merekrut peserta yang dinilai memiliki kompetensi dan etos kerja sesuai kebutuhan organisasi.
Dari pengalaman peserta sebelumnya, banyak yang mengaku lebih percaya diri saat melamar pekerjaan setelah mengikuti program ini karena sudah memiliki pengalaman kerja yang relevan.
Keuntungan Peserta Program Pemagangan Nasional 2026
Salah satu daya tarik terbesar program ini adalah seluruh biaya utama ditanggung pemerintah.
Peserta yang lolos akan memperoleh:
- Uang saku setara UMK/UMP lokasi penempatan
- Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
- Pendampingan mentor profesional
- Sertifikat pemagangan
- Kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP secara gratis
- Peluang direkrut sebagai karyawan tetap
Dalam beberapa kasus pada batch pertama, peserta bahkan langsung mendapatkan penawaran kerja sebelum masa magang berakhir karena performanya dinilai memuaskan.
Target Lebih Besar pada Batch Kedua
Kemnaker mengusung tiga semangat utama untuk angkatan kedua:
Bigger
Target peserta meningkat dari sekitar 100 ribu menjadi 150 ribu orang.
Better
Peningkatan kualitas layanan, monitoring, dan pengalaman peserta selama mengikuti program.
Wider
Cakupan peserta diperluas, termasuk lulusan pendidikan profesi dan penyandang disabilitas.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip no one left behind, yaitu memastikan kesempatan kerja dapat diakses oleh lebih banyak kelompok masyarakat.
Siapa Saja yang Bisa Menjadi Penyelenggara?
Program ini terbuka bagi berbagai jenis organisasi.
Di antaranya:
- Perusahaan swasta
- BUMN
- BUMD
- Instansi pemerintah pusat
- BLU dan BLUD tertentu
- Lembaga negara independen
Namun ada syarat yang harus dipenuhi, termasuk memiliki akun Siap Kerja dan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WKP).
Jumlah peserta magang yang diterima maksimal 20% dari total karyawan perusahaan.
Jadwal Program Pemagangan Nasional 2026 Batch 1 Angkatan 2
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran perusahaan | 29 Juni โ 15 Juli 2026 |
| Pendaftaran peserta | 15 โ 28 Juli 2026 |
| Seleksi perusahaan | 29 Juli โ 5 Agustus 2026 |
| Penetapan peserta | 6 Agustus 2026 |
| Pengumuman peserta | 7 Agustus 2026 |
| Mulai pemagangan | 10 Agustus 2026 |
| Selesai pemagangan | 10 Februari 2027 |
Larangan yang Wajib Dipatuhi Penyelenggara
Kemnaker juga mengingatkan perusahaan agar tidak melakukan praktik yang melanggar ketentuan program.
Tabel Pelanggaran dan Sanksi
| Pelanggaran | Sanksi |
|---|---|
| Memungut biaya dari peserta | Teguran hingga blacklist |
| Menahan dokumen pribadi peserta | Sanksi administratif |
| Memberikan data tidak benar | Pencabutan status penyelenggara |
| Manipulasi peserta atau joki magang | Blacklist dan proses hukum |
Isu joki pemagangan yang sempat ramai diperbincangkan juga menjadi perhatian pemerintah.
Kemnaker menegaskan tidak akan ragu memberikan sanksi tegas kepada perusahaan maupun pihak yang terbukti melakukan penyalahgunaan program.