Tak Perlu Sering Ikut Seminar, Begini Rahasia Motivasi Tak Pernah Habis Menurut Neuroscientist Andrew Huberman

16 Maret 2026 18:00
Bagikan :
Ilustrasi cara kerja dopamin dalam menjaga motivasi menurut Andrew Huberman tahun 2026. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Motivasi sering terasa seperti naik roller coaster. Ada hari ketika Anda penuh energi untuk bekerja, belajar, atau mengejar tujuan hidup. Namun di hari lain, bahkan memulai satu tugas kecil pun terasa berat.

Menurut neuroscientist dari Stanford University, Dr. Andrew Huberman, fenomena ini bukan sekadar masalah kemauan.

Hal tersebut berkaitan langsung dengan cara kerja dopamin, salah satu zat kimia penting di otak yang mengatur motivasi, fokus, dan dorongan untuk mencapai tujuan.

Dalam penjelasannya, Huberman menekankan bahwa banyak orang salah memahami peran dopamin.

“Dopamine is not released when we get the reward. It’s released when we detect the possibility of reward.” – Andrew Huberman

Artinya, dopamin sebenarnya muncul saat kita melihat peluang mencapai tujuan, bukan hanya ketika kita berhasil mencapainya.

Inilah alasan mengapa seseorang bisa tiba-tiba merasa sangat bersemangat setelah melihat peluang sukses.

Cara Kerja Dopamin dalam Membentuk Motivasi

Secara ilmiah, dopamin berfungsi sebagai sistem navigasi tujuan di otak manusia. Sistem ini juga dimiliki oleh banyak hewan.

Huberman memberi contoh sederhana: seekor hewan yang sedang mencari air di gurun.

Ketika hewan tersebut mencium aroma air dari kejauhan, dopamin langsung dilepaskan. Bukan saat air itu diminum.

Akibatnya, tubuh langsung mendapatkan dorongan energi untuk bergerak menuju sumber air tersebut.

Hal yang sama terjadi pada manusia.

Ketika Anda melihat peluang mencapai sesuatu, misalnya:

  • peluang lulus ujian
  • peluang mendapatkan pekerjaan
  • peluang menyelesaikan proyek
  • peluang mencapai target finansial

otak akan melepaskan dopamin yang membuat Anda lebih fokus dan berenergi.

Hubungan Dopamin dan Adrenalin

Menariknya, dopamin bekerja bersama epinephrine (adrenalin).

Huberman menjelaskan bahwa:

“Adrenaline is actually made from the molecule dopamine.”

Artinya, dopamin bukan hanya membuat Anda termotivasi, tetapi juga meningkatkan kesiapan tubuh untuk bertindak.

Kombinasi kedua zat ini membuat manusia mampu:

  • bekerja keras
  • bertahan menghadapi kesulitan
  • tetap fokus mengejar tujuan

Kesalahan Umum yang Membuat Motivasi Cepat Hilang

Banyak orang mengaitkan motivasi hanya dengan hasil akhir. Padahal menurut Huberman, pendekatan ini justru berbahaya bagi kestabilan motivasi.

Ketika dopamin hanya dikaitkan dengan hasil akhir, maka setelah mencapai tujuan akan terjadi penurunan motivasi yang drastis.

Fenomena ini dikenal sebagai dopamine crash.

Gejalanya antara lain:

  • merasa kosong setelah mencapai target
  • kehilangan semangat bekerja
  • sulit memulai proyek baru
  • merasa hari berikutnya tidak lagi menarik

Secara biologis, hal ini terjadi karena kadar dopamin turun setelah puncak pencapaian. Huberman menyebut kondisi ini sebagai fase normal.

Tubuh membutuhkan waktu untuk mengatur ulang keseimbangan dopamin.

Rahasia Menjaga Motivasi Menurut Neuroscience

Berdasarkan penelitian terbaru dalam neuroscience, ada beberapa cara efektif menjaga motivasi tetap stabil.

1. Kaitkan Dopamin dengan Proses, Bukan Hasil

Kesalahan terbesar banyak orang adalah menunggu kebahagiaan hanya ketika tujuan tercapai.

Padahal menurut Huberman, motivasi justru lebih kuat jika dopamin dikaitkan dengan proses usaha.

Contohnya:

  • menikmati proses belajar, bukan hanya nilai ujian
  • menghargai progres kecil dalam pekerjaan
  • merasa bangga setelah menyelesaikan tugas harian

Dengan begitu, dopamin akan muncul berulang selama perjalanan menuju tujuan.

2. Rayakan Kemenangan dengan Bijak

Merayakan keberhasilan itu penting. Namun Huberman menyarankan agar tidak berlebihan.

Jika perayaan terlalu besar, dopamin akan melonjak sangat tinggi lalu turun drastis. Akibatnya, motivasi hari berikutnya bisa menurun.

Cara yang lebih sehat adalah:

  • mengakui keberhasilan secara sadar
  • bersyukur atas pencapaian
  • tetap menjaga keseimbangan emosi

Pendekatan ini membantu otak menghindari fluktuasi dopamin ekstrem.

3. Gunakan Target Kecil sebagai Pemicu Motivasi

Penelitian tentang pembentukan kebiasaan menunjukkan bahwa tujuan kecil sangat efektif menjaga motivasi. Setiap kali Anda menyelesaikan tugas kecil, otak akan melepaskan dopamin.

Hal ini menciptakan siklus positif:

usaha → pencapaian kecil → dopamin → energi baru

Contoh target kecil:

  • membaca 5 halaman buku
  • belajar 30 menit
  • menyelesaikan satu tugas penting
  • menulis satu paragraf

Jika dilakukan konsisten, target kecil dapat membangun momentum besar.

Pentingnya Self-Reward dalam Sistem Motivasi

Menurut Huberman, motivasi yang sehat tidak hanya bergantung pada hadiah dari luar.

Jika seseorang terlalu bergantung pada reward eksternal, maka ia kehilangan kendali terhadap sistem dopaminnya sendiri.

Karena itu, penting untuk mengembangkan self-reward.

Misalnya:

  • mengapresiasi usaha sendiri
  • merasa puas dengan progres
  • menikmati proses belajar

Huberman menekankan pentingnya mengaitkan rasa bangga dengan usaha yang dilakukan.

“Take the feeling of the win and attach it to the effort that got you there.”

Dengan cara ini, otak belajar bahwa usaha adalah sumber kepuasan, bukan hanya hasil akhir.

Motivasi Sebenarnya Berasal dari Cara Kita Melihat Dunia

Hal menarik dari penelitian neuroscience adalah bahwa dopamin bersifat subjektif. Tidak ada satu pengalaman yang otomatis memicu dopamin pada semua orang.

Setiap individu memiliki pemicu motivasi yang berbeda. Karena itu, Huberman menekankan pentingnya memahami diri sendiri.

Pertanyaan penting yang bisa Anda renungkan:

  • Aktivitas apa yang membuat Anda merasa berkembang?
  • Proses apa yang membuat Anda menikmati usaha?
  • Target seperti apa yang memicu semangat Anda?

Ketika seseorang menemukan jawabannya, sistem motivasi akan menjadi jauh lebih stabil.

 

Motivasi Tidak Datang dari Hasil, tetapi dari Proses

Berdasarkan penjelasan neuroscience dari Andrew Huberman, motivasi bukan sekadar soal kemauan. Motivasi adalah hasil dari sistem biologis di otak yang dipengaruhi oleh dopamin.

Agar motivasi tetap stabil, ada beberapa prinsip penting:

  • kaitkan dopamin dengan proses usaha
  • rayakan kemenangan secara seimbang
  • gunakan target kecil untuk membangun momentum
  • kembangkan self-reward daripada hanya mengejar reward eksternal

Dengan memahami cara kerja dopamin, seseorang bisa menjaga semangat belajar, bekerja, dan berkembang dalam jangka panjang.

Berita Terbaru
bos paud ra kemenag
Panduan Lengkap Pengisian Dokumen Ajuan BOP RA Tahap 2 Tahun 2026 agar Cepat Diverifikasi
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah