
DOYANDUIT – Watermark pada sertifikat tanah, atau dokumen penting lainnya, berfungsi sebagai lapisan keamanan tambahan untuk mencegah penyalahgunaan dan pemalsuan.
Tanda air ini biasanya berupa teks transparan atau gambar semi-transparan yang ditempatkan di atas dokumen, baik secara digital maupun fisik.
Dikutip dari laman resmi Kementerian ATR/BPN, sertifikat tanah adalah dokumen negara yang memiliki kekuatan hukum penuh. Oleh karena itu, perlindungan terhadap dokumen ini sangat penting, termasuk melalui penambahan watermark.
Berikut alasan mengapa watermark perlu ditambahkan:
1. Melindungi dari Pemalsuan
Sertifikat tanah merupakan dokumen yang sangat bernilai. Dalam banyak kasus, dokumen ini menjadi sasaran pemalsuan. Watermark bisa menjadi indikator kuat bahwa dokumen tersebut asli dan tidak dimanipulasi.
2. Memudahkan Identifikasi
Jika suatu saat dokumen disalahgunakan, watermark yang menyertakan nama atau tanggal bisa membantu mengidentifikasi pelaku atau titik asal salinan dokumen tersebut.
3. Sebagai Tanda Kepemilikan
Watermark juga dapat menunjukkan siapa pemilik sah dokumen tersebut, dengan mencantumkan nama atau tujuan penggunaannya.
Cara Menambahkan Watermark pada Sertifikat Tanah
Penambahan watermark dapat dilakukan dengan berbagai metode, tergantung apakah dokumen tersebut berbentuk digital atau fisik. Berikut beberapa cara yang umum digunakan:
1. Menggunakan Aplikasi Edit Dokumen
Untuk dokumen digital seperti salinan sertifikat dalam format .docx atau .pdf, Anda bisa menggunakan software berikut:
- Microsoft Word
Buka dokumen → Pilih tab Design → Klik Watermark → Masukkan teks seperti “SALINAN UNTUK BANK” → Atur ukuran dan transparansi. - Adobe Acrobat Pro
Buka dokumen PDF → Pilih Tools → Klik Edit PDF → Tambah Watermark → Pilih teks atau gambar → Simpan. - Photoshop/CorelDRAW
Untuk hasil desain lebih fleksibel, aplikasi grafis ini memungkinkan Anda menambahkan teks transparan dengan bebas posisi dan gaya.
2. Menggunakan Fitur Watermark Bawaan
Beberapa scanner atau printer canggih memiliki fitur bawaan untuk menambahkan watermark saat proses scan atau cetak. Ini berguna jika Anda ingin langsung mengamankan hasil cetakan.
3. Membubuhkan Watermark Secara Fisik
Jika dokumen hanya tersedia dalam bentuk fisik, watermark bisa ditambahkan melalui:
- Stempel transparan khusus
Menggunakan stempel berbahan tinta semi-transparan dengan tulisan watermark tertentu. - Tinta khusus atau hologram
Beberapa lembaga menggunakan tinta khusus atau sticker hologram sebagai watermark visual pada sertifikat asli.

Informasi yang Bisa Dicantumkan dalam Watermark
Dalam pembuatan watermark, penting untuk menyertakan informasi yang relevan. Beberapa contoh data yang lazim digunakan antara lain:
- Tanggal: Tanggal pembuatan atau penyerahan dokumen.
- Tujuan Penggunaan: Contoh: “UNTUK VERIFIKASI REKENING” atau “DOKUMEN UNTUK KEPERLUAN KREDIT BANK”.
- Nama Penerima atau Instansi: Agar diketahui siapa yang menerima dokumen tersebut.
- Keterangan Lain: Seperti nomor sertifikat, alamat tanah, atau identitas pihak terkait.
Contoh Watermark Sertifikat Tanah:
“SCAN SERTIFIKAT TANAH …. UNTUK VERIFIKASI REKENING ….”
“SALINAN SERTIFIKAT TANAH UNTUK PIHAK BANK ….”
“DIBERIKAN KEPADA PIHAK ….., 15/05/2025, UNTUK KEPERLUAN PEMASARAN”
Dengan menambahkan watermark yang informatif dan terlihat, Anda turut menjaga nilai dan legalitas dokumen tersebut.
Jika Anda memerlukan bantuan untuk membuat watermark yang sesuai dengan standar hukum, disarankan untuk berkonsultasi dengan notaris atau pihak Badan Pertanahan setempat.