
DOYANDUIT – Mengelola penghasilan bulanan tanpa strategi sering kali membuat keuangan terasa cepat habis, padahal kebutuhan selalu datang bertubi-tubi. Salah satu cara cerdas yang bisa kamu gunakan adalah menerapkan rumus anggaran 1-2-3-4. Metode ini sangat sederhana, tapi terbukti ampuh menjaga keseimbangan antara pengeluaran, tabungan, cicilan, dan tanggung jawab sosial.
Nah, banyak orang penasaran: Dalam rumus anggaran 1-2-3-4, KPR termasuk dalam jenis anggaran apa? Jawabannya akan kita bahas lengkap dalam artikel ini, yuk simak sampai selesai!
Apa Itu Rumus Anggaran 1-2-3-4?
Rumus anggaran 1-2-3-4 adalah metode pengaturan keuangan pribadi yang membagi penghasilan ke dalam empat kelompok besar. Setiap kelompok punya porsi dan tujuan yang jelas agar keuangan tetap sehat dan terkendali. Konsepnya sederhana, tapi sangat efektif mencegah kebiasaan boros dan memastikan kamu siap menghadapi kebutuhan di masa depan.
KPR Termasuk dalam Jenis Anggaran Nomor 3
Buat kamu yang sedang mencicil rumah lewat KPR, penting sekali tahu di mana posisi KPR dalam rumus ini. Jawabannya: KPR termasuk dalam anggaran nomor 3, yaitu cicilan dan hutang.
Dalam kelompok ini, bukan hanya KPR yang termasuk. Semua cicilan seperti kredit kendaraan, kartu kredit, hingga pinjaman bank masuk dalam kategori ini. Rumus 1-2-3-4 mengatur agar total cicilan tidak lebih dari 30% dari penghasilan bulanan, supaya keuangan tetap stabil dan aman.
Ini Dia 4 Jenis Utama Anggaran dalam Rumus 1-2-3-4
Setelah tahu posisi KPR dalam rumus ini, sekarang mari kenali lebih dalam empat kelompok anggarannya!
1. 10% untuk Sosial dan Donasi
Pengeluaran pertama yang wajib kamu sisihkan adalah 10% untuk kegiatan sosial, seperti zakat, sedekah, donasi bencana, atau membantu orang lain. Memberi bukan hanya soal uang, tapi juga soal membangun empati dan membuka pintu rezeki yang lebih luas.
2. 20% untuk Tabungan dan Investasi
Porsi kedua dialokasikan untuk masa depan, yaitu 20% untuk tabungan dan investasi. Dana ini bisa kamu tempatkan di tabungan biasa, deposito, reksa dana, saham, emas, atau instrumen investasi lain yang sesuai dengan tujuan keuanganmu. Tujuannya tentu untuk perlindungan finansial di masa depan.
3. 30% untuk Cicilan dan Hutang
Bagian ketiga adalah alokasi untuk cicilan, di sinilah posisi KPR berada. Pengeluaran cicilan termasuk KPR tidak boleh melebihi 30% dari total penghasilan agar tidak mengganggu kebutuhan hidup yang lain. Selain KPR, cicilan motor, mobil, kartu kredit, hingga pinjaman pribadi juga termasuk dalam kategori ini.
4. 40% untuk Kebutuhan Hidup
Porsi terbesar dalam rumus 1-2-3-4 adalah 40% yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari makan, transportasi, tagihan listrik, air, internet, hingga pakaian dan hiburan. Disiplin dalam mengelola porsi ini akan membuat kondisi keuangan tetap aman sampai akhir bulan.
Kesimpulan: Pahami dan Terapkan Rumus Ini Demi Keuangan Lebih Sehat!

Jadi, kalau kamu masih bertanya-tanya, dalam rumus anggaran 1-2-3-4, KPR termasuk dalam jenis anggaran apa? Jawabannya jelas: KPR termasuk dalam cicilan dan hutang, yaitu anggaran nomor 3 yang porsinya 30% dari penghasilan.
Rumus 1-2-3-4 bukan hanya membuat keuangan tertata rapi, tapi juga menghindarkan kamu dari jebakan utang konsumtif. Dengan konsisten menerapkannya, penghasilanmu tidak akan habis tanpa jejak, malah bisa berkembang lewat tabungan dan investasi yang disiplin.
Yuk, mulai atur keuanganmu sejak sekarang dan pastikan kamu selalu update informasi keuangan menarik lainnya hanya di Doyanduit.com!***