
DOYANDUIT – Saat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), pihak bank memerlukan berbagai dokumen sebagai bahan analisis kelayakan kredit.
Salah satu dokumen yang hampir selalu diminta adalah surat keterangan penghasilan. Dokumen ini berfungsi untuk membantu bank menilai debt burden ratio (DBR), yaitu rasio yang mengukur kemampuan calon debitur dalam membayar cicilan pinjaman.
DBR juga berguna sebagai parameter untuk menentukan besaran plafon dan tenor kredit yang akan diberikan kepada nasabah.
Tanpa adanya surat ini, proses pengajuan KPR hampir pasti akan terhenti, karena bank tidak memiliki dasar yang cukup untuk menilai kapasitas finansial calon debitur.
Format Surat Keterangan Penghasilan
Secara umum, format surat keterangan penghasilan untuk KPR mencakup beberapa elemen penting, antara lain:
- Kop surat berisi nama, alamat, nomor telepon, dan email perusahaan atau instansi.
- Nomor surat sebagai penanda resmi.
- Identitas penandatangan (misalnya pimpinan perusahaan atau manajer HRD).
- Identitas pemohon seperti nama, alamat, NIK, jabatan, dan masa kerja.
- Rincian pendapatan termasuk gaji pokok, tunjangan operasional, dan tunjangan makan.
- Tujuan pembuatan surat misalnya “untuk keperluan pengajuan KPR”.
- Tanda tangan dan stempel sebagai pengesahan dokumen.
Di bagian akhir, biasanya surat ditutup dengan pernyataan resmi seperti: “Surat keterangan penghasilan ini dibuat untuk memenuhi syarat administrasi dalam pengajuan KPR dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.”
Jenis-Jenis Surat Keterangan Penghasilan
1. Surat Penghasilan untuk Pekerja Formal
Surat ini diterbitkan oleh perusahaan, biasanya oleh manajer personalia atau keuangan. Beberapa bank memperbolehkan karyawan membuat surat ini sendiri, asalkan disetujui dan ditandatangani oleh atasan.
Namun, tidak semua bank mewajibkan surat keterangan penghasilan bagi karyawan, ada yang cukup menggunakan slip gaji.
2. Surat Penghasilan untuk Pekerja Informal
Bagi wiraswasta atau pekerja tanpa ikatan kerja formal, surat ini umumnya dibuat secara pribadi. Penting untuk mencantumkan informasi penghasilan bulanan dengan benar, lalu menandatanganinya di atas materai agar sah secara hukum.
Berikut link download contoh surat keterangan penghasilan:
- chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/https://cdn-cms.pgimgs.com/static/2021/05/SURAT-KETERANGAN-PENGHASILAN-UNTUK-PENGAJUAN-KPR.pdf
- https://id.scribd.com/document/464831338/SURAT-PERNYATAAN-PENGHASILAN-TETAP
- https://id.scribd.com/document/630315760/SURAT-KETERANGAN-PENGHASILAN-UNTUK-PENGAJUAN-KPR

Perbedaan Surat Keterangan Penghasilan dan Slip Gaji
Meski fungsinya mirip, keduanya berbeda secara format dan detail.
- Surat keterangan penghasilan bersifat formal, memuat kop surat, nomor surat, tanda tangan pejabat berwenang, stempel, dan penjelasan tujuan pembuatan surat.
- Slip gaji bersifat lebih sederhana, hanya memuat rincian pendapatan dan potongan gaji, namun biasanya lebih detail mengenai komponen upah.
Perbedaan ini penting karena ada lembaga yang hanya menerima salah satu jenis dokumen, sementara lainnya menerima keduanya.
Selain untuk KPR, surat keterangan penghasilan juga sering digunakan untuk pengajuan visa, beasiswa, atau pinjaman lainnya. Bank dan lembaga keuangan memerlukan dokumen ini untuk memastikan kemampuan finansial seseorang sebelum menyetujui fasilitas yang diajukan.
Bagi pekerja formal, sebaiknya meminta surat ini langsung dari perusahaan agar memiliki kekuatan hukum yang lebih kuat.
Sementara bagi pekerja informal atau wiraswasta, pastikan seluruh informasi diisi dengan jujur dan akurat, karena data yang tidak sesuai dapat menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.