
DOYANDUIT – Presiden Prabowo Subianto merealisasikan janji kampanye dengan membangun 20.000 unit rumah subsidi khusus untuk para guru di Indonesia pada tahun 2025.
Langkah ini bertujuan memberikan tempat tinggal yang layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di berbagai pelosok negeri.
Program ini akan melibatkan sejumlah kementerian terkait seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan menggunakan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan rumah ini tepat sasaran.
“Pembangunan rumah untuk guru tersebut ditargetkan sebanyak 20.000 unit rumah. Mudah-mudahan dapat membantu para guru agar lebih semangat dalam bekerja. Karena masih banyak guru yang belum mempunyai rumah layak huni, ini sesuai keinginan Presiden Prabowo yang sangat perhatian dengan guru di Indonesia,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dikutip Jumat, 2 Mei 2025.
Di Mana Lokasi Rumah Subsidi Guru Akan Dibangun?
Penyerahan simbolis kunci rumah bagi guru telah berlangsung pada 25 Maret 2025. Dilansir dari Antara News, sejumlah wilayah yang sudah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan rumah subsidi ini meliputi:
- Bogor
- Makassar
- Banda Aceh
- Medan
- Kupang
- Bangkalan
- Jayapura
Dari total 20.000 unit rumah yang akan dibangun, sebanyak 250 unit disiapkan untuk diserahkan secara simbolis pada tahap awal.
Syarat Guru Bisa Mendapatkan Rumah Subsidi 2025
Tidak semua guru otomatis bisa mendapatkan rumah ini, berikut adalah syarat utama yang harus dipenuhi:
- Merupakan guru aktif di bawah naungan Kemendikdasmen
- Tercatat sebagai Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) menurut data BPS
- Belum memiliki rumah pribadi dan masih tinggal di kontrakan atau rumah dinas
- Siap tinggal di lokasi perumahan yang ditentukan
Program ini menyasar guru-guru yang betul-betul membutuhkan hunian, dengan prinsip keadilan dan pemerataan.

Cara Pengajuan Rumah Subsidi Guru 2025
Prosedur pengajuan rumah subsidi ini tidak rumit. Anda cukup mengikuti beberapa langkah mudah berikut:
- Membayar booking fee sebesar Rp1 juta
- Menyiapkan dan melengkapi dokumen seperti KTP dan Kartu Keluarga
- Menunggu verifikasi dari pihak pengembang dan bank penyalur KPR
Program ini menggunakan skema KPR subsidi dengan fasilitas FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) dan bunga tetap sebesar 5%.
Angsuran tahun pertama sekitar Rp500 ribu, lalu meningkat jadi Rp1 juta di tahun berikutnya—masih jauh lebih terjangkau dibanding KPR konvensional.
Fasilitas dan Desain Rumah Subsidi
Meski bersubsidi, rumah yang dibangun tidak asal jadi. Dikutip dari sumber yang sama, desain rumah bergaya minimalis modern dengan spesifikasi:
- Kamar utama dan kamar anak (3 x 2,5 meter)
- Dapur (2 x 3 meter)
- Ruang tamu (3,5 x 3 meter)
- Tempat cuci dan jemur (1,5 x 2,5 meter)
- Kamar mandi (1,5 x 1,5 meter)
- Carport (5 x 4 meter)
Tampilan depan rumah dipercantik dengan batu alam, tembok pagar setinggi 1,2 meter, dan lingkungan yang rapi.
BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Guru
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk alias BTN akan menjadi penyalur utama kredit rumah subsidi ini. Total nilai pembiayaan yang disiapkan BTN mencapai Rp3,4 triliun sepanjang tahun 2025.
Sebagai tahap awal, sudah dilakukan akad kredit terhadap 300 debitur di delapan wilayah yang termasuk dalam lokasi prioritas, yaitu: Bogor, Banda Aceh, Medan, Pontianak, Makassar, Bangkalan, Kupang, dan Jayapura.***