Grafik Harga Emas Antam, Sentuh ATH Rp 2,122 Juta/Gram 20 September 2025, Naik 37 Persen dari Awal Tahun

20 September 2025 13:00
Bagikan :
Emas Antam catat rekor baru: Rp 2,122 Juta per Gram pada 20 September 2025. (logammulia.com)

DOYANDUIT – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali mencetak sejarah. Pada Sabtu, 20 September 2025, harga emas Antam resmi menembus level Rp 2.122.000 per gram.

Angka ini menjadi rekor tertinggi sepanjang masa, melampaui catatan sebelumnya Rp 2.115.000 per gram pada 17 September 2025.

Berdasarkan informasi dari Logam Mulia Antam, harga jual emas hari ini naik sebesar Rp 32.000 per gram. Kenaikan juga terjadi pada harga buyback, yakni dari Rp 1.937.000 per gram menjadi Rp 1.969.000 per gram.

Buyback adalah harga yang diperoleh jika pemilik emas menjual kembali emas batangan ke Antam.

Perlu dicatat, harga ini berlaku di Butik Emas LM Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta Timur, dan dapat sedikit berbeda di gerai Antam lainnya.

Lonjakan Drastis dalam Satu Tahun

Kenaikan harga emas Antam sepanjang 2025 tergolong signifikan. Jika menilik awal tahun, tepatnya pada 2 Januari 2025, harga emas Antam masih berada di level Rp 1.542.000 per gram.

Artinya, hanya dalam sembilan bulan, harga melonjak lebih dari Rp 580.000 per gram atau naik sekitar 37 persen.

Kenaikan tajam ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dipengaruhi tren global.

Ketidakpastian ekonomi dunia, fluktuasi nilai tukar, hingga kebijakan suku bunga global kerap menjadi faktor utama yang mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai.

Harga Dasar Emas Antam 20 September 2025

Mengutip data resmi Logam Mulia, berikut adalah daftar harga emas Antam pada Sabtu, 20 September 2025, yang telah diperbarui pukul 08.30 WIB:

Emas Batangan:

  • 0,5 gr : Rp 1.111.000 | Rp 1.113.778 (+PPh 0,25%)

  • 1 gr : Rp 2.122.000 | Rp 2.127.305

  • 2 gr : Rp 4.184.000 | Rp 4.194.460

  • 3 gr : Rp 6.251.000 | Rp 6.266.628

  • 5 gr : Rp 10.385.000 | Rp 10.410.963

  • 10 gr : Rp 20.715.000 | Rp 20.766.788

  • 25 gr : Rp 51.662.000 | Rp 51.791.155

  • 50 gr : Rp 103.245.000 | Rp 103.503.113

  • 100 gr : Rp 206.412.000 | Rp 206.928.030

  • 250 gr : Rp 515.765.000 | Rp 517.054.413

  • 500 gr : Rp 1.031.320.000 | Rp 1.033.898.300

  • 1000 gr : Rp 2.062.600.000 | Rp 2.067.756.500

Emas Batangan Gift Series:

  • 0,5 gr : Rp 1.181.000 | Rp 1.183.953

  • 1 gr : Rp 2.272.000 | Rp 2.277.680

Emas Batangan Selamat Idul Fitri:

  • 5 gr : Rp 11.220.000 | Rp 11.248.050

Emas Batangan Imlek:

  • 8 gr : Rp 17.444.671 | Rp 17.488.283

  • 88 gr : Rp 189.308.278 | Rp 189.781.549

Emas Batangan Batik Seri III:

  • 10 gr : Rp 21.720.000 | Rp 21.774.300

  • 20 gr : Rp 42.640.000 | Rp 42.746.600

Keterangan: kolom kedua merupakan harga dasar, sedangkan kolom ketiga adalah harga setelah ditambah pajak PPh 0,25% dengan NPWP.

Pajak PPh dalam Transaksi Emas

Masyarakat yang membeli emas Antam perlu memperhatikan ketentuan pajak penghasilan (PPh) yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.

Namun, melalui PMK Nomor 38 Tahun 2023, pemerintah memberikan insentif dengan menurunkan tarif menjadi 0,25 persen jika pembeli menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Setiap transaksi akan disertai bukti potong PPh 22.

Untuk transaksi buyback, penjualan emas batangan ke Antam dengan nilai lebih dari Rp 10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk yang tidak memiliki NPWP. Pajak tersebut akan langsung dipotong dari nilai total buyback.

Mengapa Harga Emas Naik?

Kenaikan harga emas dunia, termasuk emas Antam di Indonesia, erat kaitannya dengan kondisi global. Pada 2025, terdapat beberapa faktor utama yang mendorong harga emas menembus rekor baru, di antaranya:

  1. Geopolitik Internasional – Ketegangan di sejumlah kawasan dunia membuat investor mencari instrumen yang lebih aman.
  2. Suku Bunga Global – Kebijakan bank sentral dunia, khususnya Federal Reserve di Amerika Serikat, berpengaruh besar pada arah harga emas.
  3. Inflasi dan Pelemahan Mata Uang – Saat inflasi meningkat atau mata uang melemah, emas kerap dipandang sebagai aset pelindung nilai (hedging).

Menurut analis yang dikutip Bloomberg (September 2025), “emas masih menjadi salah satu aset favorit investor di tengah ketidakpastian global, terutama ketika pasar saham dan obligasi mengalami tekanan.”

Prospek ke Depan

Dengan harga emas yang kini berada di level tertinggi sepanjang masa, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana prospeknya ke depan?

Sejumlah analis memprediksi harga emas berpotensi tetap berada di jalur naik apabila kondisi global tidak kunjung stabil.

Namun, sebagian lain menilai kenaikan yang terlalu cepat berisiko memunculkan koreksi dalam jangka pendek.

Oleh karena itu, investor yang mempertimbangkan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang dianjurkan untuk memperhatikan pergerakan harga global serta faktor domestik, termasuk regulasi perpajakan.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050