
DOYANDUIT – Harga emas batangan keluaran PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih menunjukkan tren penguatan. Berdasarkan pembaruan resmi di situs Logam Mulia pada Sabtu (4/10/2025), harga emas berada di level Rp 2.239.000 per gram, naik tipis Rp 2.000 dibandingkan posisi 1 Oktober 2025 yang tercatat Rp 2.237.000 per gram.
Peningkatan harga ini menegaskan konsistensi tren positif emas sepanjang akhir September hingga awal Oktober. Dalam kurun dua pekan, harga emas Antam terus mencetak dan mempertahankan posisi tertinggi sepanjang masa (all time high).
Adapun harga buyback emas Antam, yaitu harga jual kembali ke Antam, biasanya ikut bergerak seiring kenaikan harga jual. Angka buyback terbaru akan diumumkan pada sesi perdagangan pagi.
Tabel Harga Emas Antam 4 Oktober 2025
Harga emas Antam di logammulia.com diperbarui setiap hari pukul 08.30 WIB. Berikut detail harga per batang berdasarkan berat, termasuk harga dasar dan harga setelah penambahan PPh 22 sebesar 0,25% untuk pembelian dengan NPWP:
| Berat | Harga Dasar | Harga (+PPh 0,25%) |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.169.500 | Rp 1.172.424 |
| 1 gr | Rp 2.239.000 | Rp 2.244.598 |
| 2 gr | Rp 4.418.000 | Rp 4.429.045 |
| 3 gr | Rp 6.602.000 | Rp 6.618.505 |
| 5 gr | Rp 10.970.000 | Rp 10.997.425 |
| 10 gr | Rp 21.885.000 | Rp 21.939.713 |
| 25 gr | Rp 54.587.000 | Rp 54.723.468 |
| 50 gr | Rp 109.095.000 | Rp 109.367.738 |
| 100 gr | Rp 218.112.000 | Rp 218.657.280 |
| 250 gr | Rp 545.015.000 | Rp 546.377.538 |
| 500 gr | Rp 1.089.820.000 | Rp 1.092.544.550 |
| 1.000 gr | Rp 2.179.600.000 | Rp 2.185.049.000 |
Sumber: Logam Mulia Antam, 4 Oktober 2025
Harga Emas di Pegadaian per 4 Oktober 2025
Selain di Antam, harga emas batangan juga dapat dilihat melalui Pegadaian. Harga di Pegadaian biasanya sedikit berbeda tergantung jenis emas yang dijual, yakni Galeri24, Antam, dan UBS.
| Berat | Galeri24 | Antam | UBS |
|---|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.170.000 | Rp 1.223.000 | Rp 1.229.000 |
| 1 gr | Rp 2.230.000 | Rp 2.340.000 | Rp 2.275.000 |
| 2 gr | Rp 4.392.000 | Rp 4.617.000 | Rp 4.514.000 |
| 3 gr | – | Rp 6.900.000 | – |
| 5 gr | Rp 10.898.000 | Rp 11.464.000 | Rp 11.152.000 |
| 10 gr | Rp 21.739.000 | Rp 22.870.000 | Rp 22.187.000 |
| 25 gr | Rp 54.213.000 | Rp 57.044.000 | Rp 55.356.000 |
| 50 gr | Rp 108.339.000 | Rp 114.005.000 | Rp 110.484.000 |
| 100 gr | Rp 216.571.000 | Rp 227.928.000 | Rp 220.880.000 |
| 250 gr | Rp 541.159.000 | Rp 569.541.000 | Rp 552.037.000 |
| 500 gr | Rp 1.081.784.000 | Rp 1.138.862.000 | Rp 1.102.773.000 |
| 1.000 gr | Rp 2.163.568.000 | Rp 2.277.682.000 | – |
Sumber: Pegadaian, 4 Oktober 2025

Ketentuan Pajak Transaksi Emas
Transaksi emas batangan di Indonesia tunduk pada ketentuan pajak yang diatur dalam PMK Nomor 34 Tahun 2017, di mana pembelian emas dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen.
Namun, bagi pembeli yang mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat transaksi, tarif pajaknya lebih rendah, yakni 0,25 persen, sebagaimana diatur dalam PMK Nomor 38 Tahun 2023.
Sementara itu, untuk transaksi jual kembali (buyback) emas ke Antam dengan nilai lebih dari Rp 10 juta, berlaku ketentuan pajak PPh 22:
- 1,5 persen bagi pemegang NPWP.
- 3 persen untuk non-NPWP.
Potongan ini dilakukan langsung pada saat transaksi berlangsung.
Faktor yang Mempengaruhi Kenaikan Harga Emas
Tren penguatan harga emas saat ini tidak lepas dari berbagai kondisi global, seperti:
- Ketidakstabilan geopolitik internasional yang mendorong investor mengalihkan aset ke instrumen aman.
- Fluktuasi nilai tukar dolar AS, di mana pelemahan dolar seringkali diikuti kenaikan harga emas.
- Inflasi tinggi di sejumlah negara.
- Kebijakan bank sentral dunia, terutama The Federal Reserve, yang memengaruhi arah pasar komoditas.
Kombinasi faktor-faktor ini membuat emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin menjaga nilai asetnya.
Harga emas Antam yang bertahan di level Rp 2,239 juta per gram pada 4 Oktober 2025 mempertegas tren penguatan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir.
Rekor demi rekor yang dicetak menjelang akhir September dan awal Oktober memperlihatkan bagaimana logam mulia ini terus diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global.