
DOYANDUIT – Harga emas dunia melemah untuk hari keempat berturut-turut pada Selasa (18/11/2025). Spot gold berada di level USD 4.023,96 per ons, turun 0,54% dibanding penutupan sebelumnya di USD 4.045,86.
Tekanan terhadap logam mulia semakin kuat akibat dolar AS yang kembali menguat dan turunnya peluang pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) pada Desember mendatang.
Dalam sepekan terakhir, harga emas global telah terkoreksi 4,27%, sedangkan dalam sebulan anjlok 7,26%. Meski demikian, sepanjang tahun 2025 harga emas masih naik 53,25% dan naik 56,71% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Faktor Utama Penekan Harga Emas Hari Ini
1. Dolar AS Kembali Menguat
Dolar AS bertahan kuat terhadap mata uang utama lainnya setelah lonjakan tajam di awal pekan. Kenaikan dolar membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan global menurun.
Menurut laporan OANDA, XAUUSD kini bergerak di bawah level psikologis USD 4.050, dan analis memperkirakan masih berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek bila dolar tetap menguat.
“Kenaikan dolar AS menekan harga emas karena investor mengurangi eksposur terhadap aset safe haven menjelang rilis data tenaga kerja AS,” ujar analis ANZ Research.
2. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Kian Menyusut
Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga The Fed bulan depan hanya sebesar 43%, turun dari 50% pekan sebelumnya.
Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, mengatakan bahwa bank sentral perlu “melangkah perlahan” dalam melakukan pelonggaran kebijakan moneter, menandakan tidak ada urgensi untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Situasi ini menjadi tekanan tambahan bagi emas, yang biasanya berkinerja lebih baik di lingkungan suku bunga rendah.
“Non-yielding gold cenderung unggul dalam situasi suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi. Namun, The Fed kini cenderung berhati-hati,” ujar Jefferson.
3. Investor Tunggu Rilis Data AS Pekan Ini
Investor menunggu laporan nonfarm payrolls (NFP) bulan September yang dijadwalkan rilis pada Kamis mendatang. Data tersebut diharapkan dapat memberi gambaran tentang kesehatan pasar tenaga kerja AS dan menjadi bahan pertimbangan bagi The Fed dalam menentukan kebijakan berikutnya.
Di sisi lain, Bureau of Economic Analysis (BEA) menyatakan akan segera memperbarui jadwal rilis data ekonomi yang tertunda akibat penutupan pemerintah AS selama 43 hari.
4. Arus Keluar dari Dana Investasi Emas
Dana investasi emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, melaporkan penurunan kepemilikan sebesar 0,25% menjadi 1.041,43 ton pada Senin (17/11). Ini menandakan masih ada aksi jual dari investor besar, meski pembelian oleh bank sentral global tetap kuat.
Goldman Sachs mencatat, bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas sepanjang November sebagai upaya diversifikasi dan lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik serta risiko fiskal AS.
5. Kondisi Pasar Komoditas Lain
- Perak (XAGUSD) turun 0,3% ke USD 50,05 per ons.
- Platinum (PL1) stabil di USD 1.534,70 per ons.
- Palladium (XPDUSD) turun 0,6% ke USD 1.385,23 per ons.
Meskipun logam mulia lain juga tertekan, analis memprediksi dukungan jangka menengah masih akan datang dari ketidakpastian politik global dan risiko utang AS.
Performa Harga Emas XAUUSD (18 November 2025)
| Periode | Pergerakan |
|---|---|
| 1 hari | −0.56% |
| 5 hari | −4.27% |
| 1 bulan | −7.26% |
| 6 bulan | +21.18% |
| Year-to-date | +53.25% |
| 1 tahun | +56.71% |
📊 Catatan: Emas masih bertahan di atas USD 4.000 meski terkoreksi dalam empat sesi berturut-turut.

Harga Emas Fisik Hari Ini (18 November 2025)
Harga emas fisik di Indonesia juga ikut melemah mengikuti tren global. Harga emas Antam hari ini turun ke Rp 2.322.000 per gram, dari Rp 2.351.000 pada Senin (17/11).
Harga Emas Antam – logammulia.com (Update 08.30 WIB)
| Berat | Harga Dasar | Harga + Pajak PPh 0.25% |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.211.000 | Rp 1.214.028 |
| 1 gr | Rp 2.322.000 | Rp 2.327.805 |
| 2 gr | Rp 4.584.000 | Rp 4.595.460 |
| 3 gr | Rp 6.851.000 | Rp 6.868.128 |
| 5 gr | Rp 11.385.000 | Rp 11.413.463 |
| 10 gr | Rp 22.715.000 | Rp 22.771.788 |
| 25 gr | Rp 56.662.000 | Rp 56.803.655 |
| 50 gr | Rp 113.245.000 | Rp 113.528.113 |
| 100 gr | Rp 226.412.000 | Rp 226.978.030 |
| 250 gr | Rp 565.765.000 | Rp 567.179.413 |
| 500 gr | Rp 1.131.320.000 | Rp 1.134.148.300 |
| 1000 gr | Rp 2.262.600.000 | Rp 2.268.256.500 |
📌 Harga Antam turun sekitar Rp 30.000 per gram dibanding hari sebelumnya.
Harga Emas Pegadaian – 18 November 2025
Harga emas di Pegadaian juga terpantau turun tipis untuk semua denominasi.
| Berat | Galeri24 | UBS |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.268.000 | Rp 1.308.000 |
| 1 gr | Rp 2.418.000 | Rp 2.422.000 |
| 2 gr | Rp 4.766.000 | Rp 4.805.000 |
| 5 gr | Rp 11.826.000 | Rp 11.871.000 |
| 10 gr | Rp 23.588.000 | Rp 23.618.000 |
| 25 gr | Rp 58.825.000 | Rp 58.929.000 |
| 50 gr | Rp 117.557.000 | Rp 117.614.000 |
| 100 gr | Rp 234.997.000 | Rp 235.135.000 |
| 250 gr | Rp 583.757.000 | Rp 587.665.000 |
| 500 gr | Rp 1.167.514.000 | Rp 1.173.949.000 |
| 1000 gr | Rp 2.335.028.000 | – |
📌 Harga UBS dan Galeri24 turun tipis sekitar Rp 10.000–Rp 15.000 per gram dibanding Senin (17/11).
Emas Masih di Fase Konsolidasi
- Penguatan dolar dan sinyal hawkish The Fed tekan harga emas
- Aksi jual oleh investor besar menambah tekanan jangka pendek
- Namun, permintaan jangka panjang tetap solid karena risiko geopolitik dan inflasi global
Menurut ANZ Research, pelemahan ini merupakan fase konsolidasi alami:
“Meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga menurun, kekhawatiran struktural seperti utang AS dan ketegangan geopolitik masih menopang prospek jangka panjang emas.”
Harga emas hari ini, 18 November 2025, turun ke USD 4.023 per ons, mencatat penurunan empat hari berturut-turut akibat penguatan dolar dan menurunnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed. Harga emas Antam dan Pegadaian di Indonesia juga ikut melemah.
Namun, prospek jangka menengah tetap positif karena permintaan dari bank sentral dunia dan ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.