
DOYANDUIT – Harga emas global bergerak mendatar pada Jumat, 5 Desember 2025, dengan XAUUSD berada di USD 4.208,23 pada pukul 10.00 WIB, turun tipis 0,01% dibanding penutupan sebelumnya.
Walau terkoreksi sangat tipis, emas masih mempertahankan kenaikan kuat dalam satu bulan terakhir dan tetap berada di jalur penguatan tahunan lebih dari 60%.
Pergerakan emas dalam beberapa periode:
- 1 hari: −0,01%
- 5 hari: +1,18%
- 1 bulan: +6,87%
- 6 bulan: +25,39%
- Year-to-date: +60,31%
Klaim Pengangguran Turun, tetapi Ekspektasi Rate Cut Tidak Berubah
Penurunan emas hari ini tidak lepas dari rilis data tenaga kerja terbaru AS yang menunjukkan:
- Klaim tunjangan pengangguran berada di level terendah dalam lebih dari tiga tahun.
Data ini seharusnya menjadi sinyal kekuatan pasar tenaga kerja, tetapi analis mencatat bahwa laporan tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed pada pertemuan pekan depan.
Menurut ANZ Research:
“Data tersebut tidak menggeser ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga minggu depan.”
Ekspektasi investor saat ini masih menunjukkan:
- Peluang 80% – 90% pemangkasan suku bunga 25 bps pada pertemuan FOMC mendatang.
Sentimen safe haven juga melemah akibat meredanya ketegangan geopolitik, terutama setelah adanya perkembangan diplomatik baru dalam konflik Ukraina.
Apakah Emas Sedang Mengalami Bubble Baru?
Seiring harga emas yang melonjak lebih dari 60% dalam setahun, sejumlah analis mulai menyoroti potensi bubble seperti yang terjadi pada tahun 1979. Namun gambaran saat ini menunjukkan kondisi lebih kompleks.
Beberapa faktor pendukung kenaikan emas:
1. Pembelian masif oleh bank sentral
- Dalam tiga tahun terakhir, bank sentral global membeli lebih dari 1.000 ton emas per tahun.
- Negara-negara berkembang meningkatkan porsi emas sebagai lindung nilai geopolitik dan risiko sanksi.
2. Melemahnya kepercayaan terhadap dolar AS
- Penyitaan cadangan devisa Rusia pada 2022 memicu kekhawatiran banyak negara.
- Emas kembali dipandang sebagai aset cadangan yang tidak bisa disita.
3. Kondisi fiskal AS yang memburuk
- Utang AS kini hampir 120% dari PDB, jauh lebih tinggi dibanding 1979 yang hanya 30%.
- Tingkat suku bunga riil yang masih rendah turut mendorong permintaan emas.
4. Minimnya partisipasi investor ritel
- Berbeda dengan bubble pada 1979, euforia publik terhadap emas belum terlihat.
- ETF emas global masih mencatat kepemilikan lebih rendah dibanding 2020.
Sebagian analis menyebut kondisi ini bukan bubble, tetapi pergeseran paradigma baru dalam sistem moneter global.
Harga Emas Antam Hari Ini – 5 Desember 2025
Update resmi logammulia.com (08.30 WIB)
| Berat | Harga Dasar | Harga + PPh 0,25% |
|---|---|---|
| 0,5 gr | 1.253.500 | 1.256.634 |
| 1 gr | 2.407.000 | 2.413.018 |
| 2 gr | 4.754.000 | 4.765.885 |
| 3 gr | 7.106.000 | 7.123.765 |
| 5 gr | 11.810.000 | 11.839.525 |
| 10 gr | 23.565.000 | 23.623.913 |
| 25 gr | 58.787.000 | 58.933.968 |
| 50 gr | 117.495.000 | 117.788.738 |
| 100 gr | 234.912.000 | 235.499.280 |
| 250 gr | 587.015.000 | 588.482.538 |
| 500 gr | 1.173.820.000 | 1.176.754.550 |
| 1.000 gr | 2.347.600.000 | 2.353.469.000 |
Harga emas naik tipis Rp1000 rupiah dibanding harga 4 Desember 2025 1 gram sebesar Rp 2.406.000.
Harga Emas Pegadaian – 5 Desember 2025
| Berat | Galeri24 | UBS |
|---|---|---|
| 0,5 gr | 1.282.000 | 1.335.000 |
| 1 gr | 2.444.000 | 2.469.000 |
| 2 gr | 4.815.000 | 4.900.000 |
| 5 gr | 11.948.000 | 12.107.000 |
| 10 gr | 23.833.000 | 24.086.000 |
| 25 gr | 59.434.000 | 60.096.000 |
| 50 gr | 118.774.000 | 119.945.000 |
| 100 gr | 237.433.000 | 239.794.000 |
| 250 gr | 589.806.000 | 599.309.000 |
| 500 gr | 1.179.610.000 | 1.197.210.000 |
| 1.000 gr | 2.359.219.000 | – |
Harga emas di Pegadaian baik Galeri24 dan UBS tidak mengalami perubahan harga dari perdagangan kemarin.
Harga emas hari ini bergerak stabil dan tetap kuat menjelang keputusan The Fed. Meski data klaim pengangguran menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja, pasar tetap yakin pemangkasan suku bunga akan dilakukan pada pertemuan pekan depan.
Dengan permintaan bank sentral yang besar dan kondisi makroekonomi global yang rapuh, tren bullish emas masih berpotensi berlanjut.