
DOYANDUIT – Harga emas dunia kembali menguat pada Kamis (20/11/2025), didorong oleh meningkatnya minat investasi dan pembelian emas oleh bank sentral di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).
Menurut data OANDA, harga spot gold berada di USD 4.094,91 per ons, naik 0,42% dari penutupan sebelumnya di USD 4.077,85. Kenaikan ini menandai pemulihan setelah sempat melemah empat hari berturut-turut pada pekan sebelumnya.
Selama sepekan terakhir, harga emas masih terkoreksi 1,96%, namun secara tahunan mencatat lonjakan 56,02%, menegaskan posisinya sebagai aset pelindung nilai yang tetap diminati di tengah volatilitas pasar global.
Investor Institusional dan Bank Sentral Dorong Permintaan Emas
Kenaikan harga emas pagi ini juga dipicu oleh laporan dari TD Securities, yang mengamati data “13F filings” — laporan kepemilikan lembaga keuangan besar terhadap ETF emas fisik terbesar di dunia.
Menurut analis senior TD Securities, Daniel Ghali, data tersebut menunjukkan peningkatan jumlah institusi yang membeli emas, mengindikasikan semakin luasnya partisipasi pasar terhadap tren bullish emas.
“Tren pembelian emas oleh bank sentral kemungkinan akan tetap menjadi pola jangka panjang (secular trend), seiring keinginan negara-negara untuk mendiversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS,” ujar Ghali.
Kombinasi antara arus masuk investor institusional dan pembelian bank sentral menjadi faktor penopang utama bagi harga emas dalam jangka menengah.
Risalah The Fed: Nada Hati-Hati Tekan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Harga emas sempat naik lebih dari 1% sebelum risalah rapat The Fed bulan Oktober dirilis pada Rabu malam waktu AS. Namun, sebagian kenaikan terpangkas setelah risalah menunjukkan pandangan terbelah di antara pejabat The Fed soal pemangkasan suku bunga.
Risalah mengungkapkan bahwa beberapa pejabat menilai penurunan suku bunga terlalu cepat dapat melemahkan upaya menurunkan inflasi, yang masih bertahan di atas target 2% selama empat tahun terakhir.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa keputusan pemangkasan pada pertemuan Desember “bukan hal yang pasti.”
“Risalah ini hanyalah masa lalu. Yang lebih penting adalah data-data yang akan keluar menjelang Desember, karena The Fed membutuhkan bukti baru sebelum mengambil keputusan,” kata Edward Meir, analis Marex.
Kini, peluang pemangkasan suku bunga pada Desember hanya sekitar 30%, turun dari 49% sehari sebelumnya, menurut alat CME FedWatch.
Fokus Pasar: Data Tenaga Kerja AS Tertunda
Investor kini menunggu laporan pekerjaan AS bulan September, yang akan dirilis Kamis waktu setempat, setelah tertunda akibat penutupan pemerintahan AS selama 43 hari.
Sementara itu, Bureau of Labor Statistics (BLS) mengonfirmasi bahwa laporan pekerjaan bulan Oktober tidak akan dipublikasikan, karena data dari survei rumah tangga gagal dikumpulkan selama periode shutdown.
Data tambahan dari Selasa lalu juga menunjukkan jumlah warga AS yang mengklaim tunjangan pengangguran mencapai level tertinggi dua bulan, menandakan tekanan di pasar tenaga kerja.
Performa Harga Emas XAUUSD (20 November 2025)
| Periode | Pergerakan |
|---|---|
| 1 hari | +0.43% |
| 5 hari | −1.96% |
| 1 bulan | −6.20% |
| 6 bulan | +24.19% |
| Year-to-date | +56.02% |
📊 Catatan: Meski mengalami koreksi jangka pendek, kinerja emas tahun 2025 tetap menjadi salah satu yang terbaik dalam dua dekade terakhir.
Harga Emas Fisik Hari Ini (20 November 2025)
Harga emas batangan di Indonesia pada Kamis ini stabil dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan situs resmi Logam Mulia Antam, harga dasar emas 1 gram masih di level Rp 2.343.000, dengan harga jual termasuk pajak sebesar Rp 2.348.858.
Harga Emas Antam – logammulia.com (Update 08.30 WIB)
| Berat | Harga Dasar | Harga + Pajak PPh 0.25% |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.221.500 | Rp 1.224.554 |
| 1 gr | Rp 2.343.000 | Rp 2.348.858 |
| 2 gr | Rp 4.626.000 | Rp 4.637.565 |
| 3 gr | Rp 6.914.000 | Rp 6.931.285 |
| 5 gr | Rp 11.490.000 | Rp 11.518.725 |
| 10 gr | Rp 22.925.000 | Rp 22.982.313 |
| 25 gr | Rp 57.187.000 | Rp 57.329.968 |
| 50 gr | Rp 114.295.000 | Rp 114.580.738 |
| 100 gr | Rp 228.512.000 | Rp 229.083.280 |
| 250 gr | Rp 571.015.000 | Rp 572.442.538 |
| 500 gr | Rp 1.141.820.000 | Rp 1.144.674.550 |
| 1000 gr | Rp 2.283.600.000 | Rp 2.289.309.000 |
📌 Harga Antam masih stabil, tanpa perubahan signifikan dibanding Rabu (19/11/2025).

Harga Emas Pegadaian – 20 November 2025
Harga emas di Pegadaian juga cenderung flat, baik untuk merek Galeri24 maupun UBS.
| Berat | Galeri24 | UBS |
|---|---|---|
| 0,5 gr | Rp 1.255.000 | Rp 1.300.000 |
| 1 gr | Rp 2.394.000 | Rp 2.406.000 |
| 2 gr | Rp 4.715.000 | Rp 4.775.000 |
| 5 gr | Rp 11.703.000 | Rp 11.798.000 |
| 10 gr | Rp 23.344.000 | Rp 23.472.000 |
| 25 gr | Rp 58.215.000 | Rp 58.565.000 |
| 50 gr | Rp 116.339.000 | Rp 116.888.000 |
| 100 gr | Rp 232.563.000 | Rp 233.685.000 |
| 250 gr | Rp 577.710.000 | Rp 584.040.000 |
| 500 gr | Rp 1.155.418.000 | Rp 1.166.710.000 |
| 1000 gr | Rp 2.310.836.000 | – |
📌 Harga UBS dan Galeri24 masih konsisten, menunjukkan stabilitas pasar emas fisik dalam negeri.
Logam Mulia Lain Juga Menguat
Selain emas, logam mulia lain juga mencatat penguatan moderat:
- Perak (XAGUSD) naik 0.7% ke USD 51,05 per ons.
- Platinum (PL1) naik 0.7% ke USD 1.543,12 per ons.
- Palladium (XPDUSD) turun 1.6% ke USD 1.378 per ons.
Kenaikan perak dan platinum menambah sentimen positif di pasar komoditas berharga menjelang akhir November.
Kesimpulan
Harga emas hari ini, 20 November 2025, naik ke USD 4.094 per ons, ditopang oleh peningkatan permintaan investasi dan pembelian emas oleh bank sentral global.
Namun, risalah The Fed yang menunjukkan kehati-hatian dan peluang pemangkasan suku bunga yang menurun membuat investor tetap berhati-hati.
Harga emas fisik Antam dan Pegadaian di Indonesia stabil, seiring pasar global yang menunggu arah kebijakan The Fed menjelang Desember.