
DOYANDUIT – Investasi berbasis syariah semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di sektor pendanaan properti.
Salah satu platform yang banyak diperbincangkan adalah Dana Syariah, aplikasi yang diklaim aman karena telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun sejak pertengahan 2025, banyak pengguna mulai mempertanyakan: Apakah Dana Syariah penipuan?
Menurut banyak pengalaman investor, termasuk seorang pengguna yang berinvestasi sejak 2022, proses penarikan dana yang dulu cepat kini berubah drastis. Bahkan sejumlah pengguna menyebut dana mereka tertahan hingga berbulan-bulan tanpa kejelasan.
Di sisi lain, OJK akhirnya turun tangan dan memberikan sanksi resmi kepada Dana Syariah Indonesia (DSI) pada Oktober 2025. Kondisi ini membuat isu semakin serius dan menjadi perhatian besar di media sosial.
Bagaimana Awal Munculnya Masalah di Dana Syariah?
Pada awalnya, banyak investor merasa puas. Aplikasi mudah digunakan, imbal hasil berjalan normal, dan pencairan dana relatif cepat. Beberapa pengguna bahkan bisa mencairkan dana walaupun proyek belum selesai.
Namun sejak pertengahan 2025, situasi berubah. Banyak investor melaporkan bahwa:
- Dana tersedia tidak bisa dicairkan,
- Penarikan hanya berstatus request selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan,
- Customer service sulit dihubungi dan hanya membalas dengan chatbot,
- Banyak keluhan di Play Store, Instagram, dan YouTube.
“Saya request penarikan sejak 30 September 2025, tetapi sampai 9 Oktober masih statusnya request. Tidak ada kejelasan, tidak ada komunikasi jelas,” ujar kanal YouTube Mulyono Herlambang
Keluhan serupa ikut membanjiri kolom ulasan Play Store. Rating aplikasi turun dari 4 bintang menjadi 3,5 akibat banyak ulasan bintang satu.
Beberapa komentar menilai pendanaan tidak transparan dan pencairan dana pokok maupun bagi hasil tersendat.
Langkah Tegas OJK Tahun 2025
Pada 28 Oktober 2025, OJK memanggil pengurus PT Dana Syariah Indonesia dan sejumlah perwakilan lender untuk menjelaskan situasi. Dari pertemuan tersebut, OJK menyampaikan beberapa poin penting:
- OJK menerima banyak pengaduan terkait keterlambatan pengembalian dana dan imbal hasil.
- DSI diminta bertanggung jawab dan menyelesaikan kewajibannya kepada para lender.
- DSI berkomitmen untuk mengembalikan dana secara bertahap sesuai kemampuan.
Sejak 15 Oktober 2025, OJK juga resmi menjatuhkan sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) kepada DSI. Berdasarkan sanksi ini, Dana Syariah:
- Dilarang menggalang dana baru
- Dilarang memberikan pendanaan baru
- Dilarang memindahkan atau mengurangi aset tanpa izin OJK
- Wajib tetap membuka layanan dan menerima pengaduan
- Tidak boleh mengubah struktur manajemen tanpa persetujuan
Menurut OJK, langkah ini diambil agar perusahaan fokus menyelesaikan dana lender yang tertahan, bukan justru membuka proyek baru.
“DSI harus memprioritaskan pengembalian dana lender dan menjaga komunikasi transparan sesuai ketentuan,” tulis OJK dalam siaran Pers 29 Oktober 2025.
Jika ditemukan pelanggaran pidana, OJK menyatakan siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk proses lanjut.
Jadi, Apakah Dana Syariah Penipuan?
Belum ada pernyataan resmi bahwa Dana Syariah adalah penipuan. Namun beberapa indikator membuat investor patut berhati-hati:
- Penarikan dana tertunda berbulan-bulan
- Komunikasi CS minim dan lambat
- Rating aplikasi menurun signifikan
- OJK menjatuhkan sanksi PKU
- Banyak pengguna mengaku dana terblokir atau tertahan
Dari sisi hukum, Dana Syariah masih terdaftar dan diawasi OJK. Tetapi izin dan pengawasan tidak otomatis menjamin risiko nol. Setiap investasi tetap memiliki peluang gagal bayar, apalagi jika arus kas perusahaan terganggu.
Dalam dunia fintech, kondisi seperti ini sering dianggap lampu kuning, yaitu tanda bahwa perusahaan sedang bermasalah dan perlu transparansi tinggi.

Risiko Berinvestasi di Dana Syariah Saat Ini
Berikut beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan sebelum bertransaksi:
- Likuiditas Terganggu
Banyak dana investor tidak bisa dicairkan dalam waktu yang dijanjikan. - Imbal Hasil Tidak Dibayar Tepat Waktu
Beberapa investor mengaku bagi hasil juga ikut tertunda. - Akses Customer Service Terbatas
Komunikasi hanya via WhatsApp atau email, respons lambat. - Sanksi PKU
Artinya, perusahaan tidak bisa menjalankan operasi normal sampai perbaikan terjadi. - Potensi Penyelidikan Lebih Lanjut
Jika ada unsur pidana, investigasi bisa memakan waktu lama.
Apa yang Bisa Dilakukan Investor?
Untuk kamu yang sudah memiliki dana di Dana Syariah, beberapa langkah yang banyak disarankan pengguna lain adalah:
- Simpan bukti transaksi dan bukti komunikasi
- Ajukan pengaduan resmi melalui kanal Dana Syariah dan OJK
- Ikuti perkembangan informasi resmi dari OJK
- Hindari menambah dana baru sampai situasi pulih
- Prioritaskan penarikan dana yang sudah tersedia
Jika kamu tertarik membaca review aplikasi fintech lain yang sedang bermasalah atau dicurigai scam, kamu bisa mencari artikel pembanding agar punya pandangan lebih luas sebelum mengambil keputusan.
Apakah Masih Layak Daftar Dana Syariah?
Untuk saat ini, banyak pakar keuangan menilai investor sebaiknya menunggu perkembangan proses OJK dan perbaikan internal perusahaan. Jika dana investor masih tertahan dan komunikasi tidak jelas, itu sinyal risiko yang perlu diperhatikan.
Investasi syariah tetap menarik, tetapi memilih platform yang sehat jauh lebih penting daripada mengejar imbal hasil tinggi.
Jika kamu ingin mempelajari alternatif investasi lain dengan konsep syariah, ada cukup banyak platform resmi yang menawarkan pendanaan usaha mikro, emas syariah, hingga sukuk ritel. Kamu bisa membandingkan kelebihan dan risikonya sebelum menentukan pilihan.
Kesimpulan
Apakah Dana Syariah penipuan?
Jawabannya: belum terbukti sebagai penipuan, tetapi sedang bermasalah serius. Banyak investor tidak bisa menarik dana, CS sulit dihubungi, dan OJK sudah menjatuhkan sanksi resmi.
Situasi ini menjadi tanda bahwa investor harus sangat berhati-hati dan tidak hanya melihat label “syariah” atau “diawasi OJK” sebagai jaminan keamanan.
Dengan memahami kondisi ini, kamu bisa mengambil keputusan finansial yang lebih cerdas dan melindungi asetmu dari risiko yang tidak perlu.