Bitcoin Anjlok di Bawah $90.000, Pasar Kripto di Persimpangan Arah di Tengah Guncangan Global

21 Januari 2026 10:00
Bagikan :
Penurunan harga Bitcoin di bawah $90.000 di tengah tekanan pasar global tahun 2026. (TradingView)

DOYANDUIT – Bitcoin anjlok di bawah $90.000 pada perdagangan awal pekan ini, memicu kekhawatiran baru di kalangan pelaku pasar kripto global.

Berdasarkan data perdagangan terakhir, BTC sempat menyentuh area $88.700 sebelum berusaha stabil di kisaran $89.000. Tekanan ini muncul di tengah kombinasi faktor teknikal dan makroekonomi yang membuat sentimen investor kembali defensif.

Dalam 24 jam terakhir, pasar kripto mencatat likuidasi lebih dari $1,07 miliar, dengan hampir seluruhnya berasal dari posisi long. Fenomena ini menandakan banyak trader yang terlalu optimistis harus keluar paksa akibat tekanan harga yang mendadak.

Menurut Vincent Liu, Chief Investment Officer Kronos Research, penurunan tersebut dipicu oleh dua hal utama:

“Pergerakan ini didorong oleh kondisi makro yang risk-off dan proses pembersihan leverage, yang memicu likuidasi berantai di pasar derivatif.”

Tekanan Makro: Dari Jepang hingga Kebijakan Tarif AS

Gejolak tidak hanya datang dari pasar kripto. Saham-saham utama di Amerika Serikat juga mengalami koreksi tajam, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq turun lebih dari 2 persen.

Di saat yang sama, obligasi pemerintah Jepang mengalami aksi jual besar-besaran, mendorong imbal hasil tenor panjang ke level tertinggi dalam puluhan tahun.

Peter Chung, Head of Research Presto Research, menyebut situasi ini sebagai efek “Japanic”.

“Pusat kepanikan justru berasal dari Jepang, di mana lonjakan yield obligasi memicu kekhawatiran sistemik dan membuat investor global mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk Bitcoin.”

Ketegangan geopolitik turut memperkeruh suasana. Ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat terhadap Uni Eropa, serta isu Greenland, membuat investor memilih aset aman seperti emas, yang justru mencetak rekor tertinggi baru.

Ray Dalio, investor legendaris, bahkan memperingatkan kemungkinan memasuki fase baru konflik keuangan global, di mana ketegangan perdagangan bisa merembet ke arus modal dan stabilitas mata uang.

Analisis Teknikal: Breakdown $90K dan Uji Zona Hidup-Mati Bulls

Dari sudut pandang price action, penurunan Bitcoin ke bawah $90.000 bukan sekadar koreksi ringan, melainkan sinyal bahwa struktur tren jangka pendek mulai bergeser ke arah bearish.

Pada timeframe 1 jam, terlihat jelas terjadinya breakdown impulsif dari area konsolidasi $95.000–$96.000, yang sebelumnya menjadi zona distribusi.

Struktur higher low yang menopang tren naik sejak awal Januari kini telah patah. Harga membentuk rangkaian lower high dan lower low, mengindikasikan perubahan momentum dari akumulasi menjadi fase korektif.

Zona teknikal yang kini menjadi fokus utama pasar adalah:

  • Support minor: $89.500 – $90.000
    Area psikologis sekaligus bekas dasar range. Selama harga berada di bawah level ini, bias tetap negatif.

  • Support kunci (decision zone): $87.500 – $88.500
    Ini merupakan demand zone kuat pada timeframe H1 dan H4. Reaksi di area ini akan menentukan apakah BTC hanya melakukan koreksi sehat atau memasuki fase penurunan lanjutan.

  • Support lanjutan jika jebol:
    $86.500 hingga $85.000, zona likuiditas besar yang berpotensi menjadi tujuan berikutnya jika tekanan jual berlanjut.

Di sisi atas, area yang kini berubah fungsi menjadi resistance adalah:

  • $91.200 – $91.800: bekas support yang kini menjadi zona pullback ideal.

  • $93.000 – $94.000: supply zone kuat dan batas atas struktur korektif saat ini.

  • $95.500 – $96.000: area distribusi puncak yang menandai awal kejatuhan.

Secara teknikal, pergerakan yang terjadi membentuk pola klasik range distribution → liquidity grab → breakdown → retest, yang sering diikuti oleh satu gelombang penurunan lanjutan sebelum pasar benar-benar menemukan dasar.

Dua Skenario Harga Berdasarkan Struktur Pasar

🔻 Skenario Dominan: Koreksi Berlanjut (Bearish Continuation)

  • Harga gagal merebut kembali area $93.000–$94.000.

  • Setiap kenaikan hanya menjadi pullback untuk melanjutkan tekanan jual.

  • Jika zona $88.000 ditembus secara meyakinkan (close H4), maka:

    • Target berikutnya: $86.500

    • Target psikologis dan likuiditas: $85.000

Dalam skenario ini, penurunan di bawah $90.000 bukan lagi sekadar shakeout, melainkan awal dari fase mean reversion setelah reli panjang menuju area $97.000.

🔺 Skenario Alternatif: Fake Breakdown dan Reclaim Struktur (Bullish Recovery)

Skenario positif baru valid jika:

  • Bitcoin mampu reclaim $93.500–$94.000 dengan volume kuat.

  • Struktur H1 kembali membentuk higher low.

  • Area $90.000 berubah kembali menjadi support.

Jika kondisi ini terpenuhi, maka penurunan ke bawah $90.000 akan terbaca sebagai false break yang bertujuan menyapu likuiditas sebelum harga kembali menguji:

  • $95.500

  • $97.000

  • Dan dalam kelanjutan tren, area psikologis $100.000.

Untuk saat ini, selama BTC masih bergerak di bawah $93.000, bias teknikal tetap condong ke fase koreksi, dengan zona $88.000 sebagai garis pertahanan terakhir bagi pembeli jangka pendek.

Dampak ke Pasar Kripto Secara Luas

Tekanan pada Bitcoin ikut menyeret aset kripto lain. Ethereum turun lebih dari 7 persen, sementara saham-saham terkait kripto seperti Coinbase dan perusahaan treasury kripto mencatat koreksi tajam.

Total kapitalisasi pasar kripto kini berada di kisaran $2,71 triliun, turun signifikan dari hampir $3 triliun pekan sebelumnya. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sentimen global, mulai dari kebijakan bank sentral, pergerakan obligasi, hingga isu geopolitik, semakin kuat memengaruhi dinamika aset digital.

Bagi pembaca yang ingin memahami keterkaitan antara pasar kripto dan kebijakan moneter global, Anda bisa menelusuri analisis kami sebelumnya tentang pengaruh suku bunga dan arus dana institusional terhadap Bitcoin.

Apakah Ini Awal Tren Turun Lebih Dalam?

Penurunan Bitcoin di bawah $90.000 belum tentu menandai berakhirnya tren jangka panjang. Namun, fase ini menunjukkan bahwa pasar tidak kebal terhadap guncangan makro.

Volatilitas tinggi justru menegaskan pentingnya manajemen risiko, terutama di tengah leverage yang masih relatif besar di pasar derivatif.

Investor kini memantau dengan cermat:

  • Perkembangan kebijakan tarif global
  • Arah suku bunga dan pernyataan bank sentral
  • Arus dana ETF dan institusi
  • Stabilitas pasar obligasi, khususnya di Jepang dan AS

Bagi Anda yang mengikuti pergerakan kripto secara rutin, dinamika ini menjadi pengingat bahwa Bitcoin bukan hanya soal grafik, tetapi juga cerminan psikologi pasar global.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050