Bitcoin Tertahan di 92.000 USD, Peristiwa Ekonomi AS Bakal Pengaruhi Volatilitas Kripto Pekan Ini

19 Januari 2026 15:00
Bagikan :
Ilustrasi volatilitas Bitcoin di level 92.000 USD akibat agenda ekonomi Amerika Serikat tahun 2026. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Harga Bitcoin pada awal pekan ini tertahan di kisaran 92.000 USD, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah memanasnya sentimen global.

Tekanan datang dari arah kebijakan perdagangan Amerika Serikat, dinamika suku bunga The Fed, hingga ketegangan antara regulator, perbankan, dan industri kripto.

Kombinasi faktor makro ini membuat pasar bersiap menghadapi volatilitas tinggi dalam beberapa hari ke depan, bukan hanya pada Bitcoin, tetapi juga pada ethereum dan altcoin utama.

Menurut catatan analis pasar IG, Tony Sycamore, meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan tertundanya pembahasan regulasi kripto di Amerika Serikat telah memicu mode “risk-off” di kalangan pelaku pasar.

“Ketika likuiditas mengetat dan arah kebijakan belum jelas, aset berisiko seperti kripto cenderung bergerak liar,” ujarnya dalam riset pasar awal 2026.

Pada perdagangan hari ini, Bitcoin (BTC) di bursa Bitstamp tercatat berada di level 92.900 USD atau melemah 736 poin (-0,79 persen) hingga pukul 17.08 WIB.

Dalam pergerakan harian, harga BTC turun 0,82 persen, namun masih mencatat kenaikan 2,22 persen secara mingguan dan menguat 5,44 persen dalam sebulan terakhir.

Meski demikian, kinerja enam bulan terakhir menunjukkan koreksi cukup dalam sebesar 22,60 persen, sementara dalam rentang satu tahun terakhir tercatat turun 11,06 persen.

Sementara itu, Ethereum (ETH) di bursa Bitstamp dibuka melemah di level 3.211,8 USD atau turun 71,1 poin (-2,16 persen) hingga pukul 17.22 WIB.

Dalam pergerakan harian, harga ETH terkoreksi 2,20 persen, namun masih mencatat kenaikan 2,98 persen secara mingguan dan menguat 7,82 persen dalam sebulan terakhir.

Secara jangka menengah, kinerja enam bulan terakhir masih tertekan dengan penurunan 14,34 persen, sedangkan dalam periode satu tahun, Ethereum tercatat melemah 2,82 persen.

Bitcoin di Bawah Tekanan Sentimen Global

Dampak Ketegangan Perdagangan AS–Eropa

Ancaman tarif impor yang kembali digaungkan Presiden Amerika Serikat terhadap mitra dagang Eropa telah menekan pasar global. Kekhawatiran akan eskalasi perang dagang membuat investor:

  • Mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi
  • Beralih sementara ke instrumen yang dianggap lebih aman
  • Menunda posisi besar di pasar kripto hingga arah kebijakan lebih jelas

Secara historis, fase ketegangan geopolitik seperti ini kerap diikuti koreksi jangka pendek pada Bitcoin sebelum pasar menemukan titik keseimbangan baru.

Faktor Regulasi yang Membayangi

Di dalam negeri AS, hubungan antara industri kripto, perbankan, dan regulator juga tengah berada pada fase sensitif.

Tertundanya pembahasan undang-undang struktur pasar kripto di Senat serta pernyataan CEO salah satu bursa kripto terbesar bahwa mereka belum dapat mendukung draf regulasi saat ini, menambah lapisan ketidakpastian.

Situasi ini memperkuat persepsi bahwa arah kebijakan jangka menengah masih abu-abu, sesuatu yang biasanya membuat pelaku pasar memilih bersikap defensif.

Agenda Ekonomi AS yang Berpotensi Menggerakkan Pasar

1. Suntikan Likuiditas The Fed

Bank Sentral AS dijadwalkan melakukan injeksi likuiditas ke sistem keuangan dalam jumlah puluhan miliar dolar. Dalam banyak episode sebelumnya, peningkatan likuiditas sering kali:

  • Mendorong minat pada aset berisiko
  • Memberi ruang bagi reli jangka pendek kripto
  • Mempercepat pergerakan harga ketika volume pasar tipis

Namun, kondisi libur pasar saham dapat membuat fluktuasi justru lebih tajam karena rendahnya partisipasi institusi.

2. Laporan Ekonomi FOMC dan Neraca The Fed

Perhatian investor juga tertuju pada:

  • Laporan ekonomi FOMC
  • Pembaruan neraca bank sentral

Dari sini, pasar akan mencari sinyal apakah kebijakan moneter cenderung:

  • Lebih ketat, yang berpotensi menekan kripto
  • Netral, yang memberi ruang konsolidasi
  • Atau lebih longgar, yang bisa memicu reli spekulatif

3. Data Makro Penting Amerika Serikat

Beberapa rilis data yang dinilai berpengaruh besar antara lain:

  • Penjualan rumah tertunda
  • Pertumbuhan Produk Domestik Bruto
  • Indikator inflasi konsumsi
  • Indeks aktivitas manufaktur

Data yang menunjukkan perlambatan ekonomi atau inflasi yang membandel dapat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga, yang pada akhirnya tercermin pada pergerakan Bitcoin.

Pengaruh Kebijakan Global di Luar AS

Keputusan Suku Bunga Jepang

Selain Amerika Serikat, perhatian pasar juga tertuju ke Jepang yang berpotensi menyesuaikan suku bunga acuannya. Kenaikan suku bunga di ekonomi besar dunia umumnya:

  • Menguatkan mata uang konvensional
  • Meningkatkan imbal hasil obligasi
  • Mengurangi daya tarik aset alternatif seperti kripto

Kombinasi kebijakan moneter ketat di beberapa negara sekaligus dapat menciptakan tekanan tambahan pada pasar aset digital.

Mengapa Level 92.000 USD Sangat Krusial?

Dari sudut pandang teknikal, area 92.000 USD berada dekat zona resistensi penting yang selama ini membatasi laju kenaikan Bitcoin. Ketika harga berada di wilayah seperti ini, pasar biasanya rawan:

  • Lonjakan volatilitas intraday
  • Likuidasi posisi leverage
  • Penembusan semu sebelum arah tren benar-benar terbentuk

Menurut pengamatan banyak trader profesional, periode dengan tumpukan agenda ekonomi besar sering kali memicu pergerakan impulsif, bukan karena satu berita, tetapi karena akumulasi ketidakpastian.

Outlook Jangka Pendek Pasar Kripto

Secara umum, kondisi saat ini menunjukkan bahwa:

  • Tekanan turun masih mungkin terjadi hingga kejelasan kebijakan muncul
  • Sentimen dapat berubah cepat jika ada keputusan yang meredakan ketegangan perdagangan
  • Likuiditas global tetap menjadi faktor kunci bagi arah harga Bitcoin

Ketidakpastian, bukan semata-mata kabar buruk, adalah pemicu utama volatilitas. Selama pasar belum mendapatkan kepastian dari sisi kebijakan perdagangan, moneter, dan regulasi, fluktuasi tajam masih sangat mungkin terjadi.

 

Bitcoin yang tertahan di kisaran 92.000 USD mencerminkan fase menunggu arah di tengah padatnya agenda ekonomi dan politik Amerika Serikat.

Dari suntikan likuiditas The Fed, rilis data makro, hingga ketegangan perdagangan internasional, seluruh faktor tersebut berpotensi memicu lonjakan volatilitas kripto dalam waktu singkat.

Sampai kepastian kebijakan tercapai, pasar kemungkinan tetap bergerak agresif dengan risiko dan peluang yang sama-sama besar.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050