Bitcoin Naik ke Atas $71.000, Ini Alasan Harga BTC Menguat di Tengah Ketegangan Global

5 Maret 2026 11:00
Bagikan :
Grafik harga Bitcoin yang kembali naik di atas level $71.000 setelah periode tekanan panjang. (TradingView)

DOYANDUIT – Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pemulihan signifikan dengan naik di atas $71.000 pada perdagangan Rabu pagi waktu Asia.

Kenaikan ini menjadi level tertinggi sejak 8 Februari, meskipun situasi geopolitik global masih dipenuhi ketidakpastian.

Pada pukul 09:55 WIB, harga Bitcoin berada di sekitar $72.415, aset kripto terbesar di dunia ini mencatat kenaikan sekitar 6,62% dalam rentang 1 minggu.

Pergerakan tersebut menarik perhatian analis karena terjadi di tengah:

  • ketegangan geopolitik di Timur Tengah
  • perubahan sentimen makro global
  • posisi pasar kripto yang sebelumnya sangat lemah

Kombinasi faktor tersebut membuat banyak pelaku pasar melihat reli terbaru Bitcoin sebagai sinyal awal perubahan tren.

Faktor Geopolitik yang Memicu Sentimen Positif

Salah satu pemicu awal kenaikan harga Bitcoin berasal dari perkembangan geopolitik yang tidak terduga.

Menurut laporan yang dikutip oleh The Kobeissi Letter, media internasional melaporkan bahwa Iran disebut mengajukan tawaran rahasia kepada Amerika Serikat untuk bernegosiasi mengakhiri konflik.

Dalam kerangka usulan tersebut, Iran disebut bersedia:

  • mengurangi atau menghentikan program misil balistik
  • membatasi program nuklir
  • mengurangi dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan

Sebagai imbalannya, pemimpin Iran yang masih bertahan dapat tetap memegang kekuasaan dalam model yang disebut sebagai “model Venezuela”.

Namun, analis menegaskan bahwa belum ada kepastian apakah kesepakatan ini benar-benar dapat terwujud.

Meski begitu, kabar tersebut cukup untuk memicu sentimen risk-on di pasar global, termasuk:

  • kontrak berjangka saham Amerika Serikat
  • aset kripto seperti Bitcoin

Dalam situasi seperti ini, Bitcoin sering bergerak lebih cepat dibanding aset tradisional.

Kondisi Pasar Bitcoin Sebelumnya Sudah “Oversold”

Menurut Vetle Lunde, Kepala Riset di K33 Research, Bitcoin sebenarnya sudah berada dalam kondisi teknikal yang sangat tertekan sebelum berita geopolitik muncul.

Ia menjelaskan bahwa BTC memasuki minggu perdagangan terbaru dengan kondisi:

  • oversold ekstrem
  • banyak posisi short
  • kepemilikan investor relatif rendah

Dalam catatannya kepada investor, Lunde menuliskan:

“Bitcoin memasuki akhir pekan dalam kondisi sangat oversold, sangat banyak posisi short, dan kepemilikan investor relatif rendah.”

Menurutnya, kondisi ini sangat berbeda dibandingkan kelas aset lainnya ketika konflik geopolitik meningkat.

Penurunan Tajam dalam Beberapa Bulan

Data pasar menunjukkan bahwa Bitcoin sebelumnya mengalami tekanan berat.

Dalam lima bulan berturut-turut, harga BTC sempat:

  • turun sekitar 50% dari puncaknya
  • mencatat RSI mingguan terendah ketiga sepanjang sejarah

Situasi tersebut membuat pasar kripto berada dalam fase yang sering disebut sebagai deep washout, yaitu kondisi ketika banyak investor sudah keluar dari pasar.

Investor Institusional Sempat Mengurangi Eksposur

Selain tekanan harga, partisipasi investor besar juga sempat menurun.

Beberapa indikator menunjukkan penurunan minat institusi terhadap Bitcoin, antara lain:

  • ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar hampir 100.000 BTC
  • Open interest CME turun sekitar 30% sejak Oktober

Penurunan eksposur ini berarti investor yang biasanya menggunakan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian global sudah lebih dulu keluar dari pasar.

Akibatnya, hubungan antara Bitcoin dan pasar makro tradisional menjadi lebih longgar. Kondisi inilah yang membuat BTC dapat bereaksi lebih agresif ketika sentimen berubah.

Peran Pasar Derivatif dalam Kenaikan Harga BTC

Selain faktor makro, struktur pasar derivatif kripto juga memainkan peran penting dalam kenaikan terbaru.

Lunde menyoroti bahwa funding rate pada kontrak perpetual BTC berada di level sangat rendah selama beberapa waktu.

Ini berarti banyak trader yang bersedia membayar premi untuk mempertahankan posisi short.

Menurutnya, fenomena ini tidak biasa bagi Bitcoin yang secara historis memiliki bias bullish.

“Rezim funding rate seperti ini sering muncul saat fase pembentukan dasar harga,” ujarnya.

Situasi tersebut biasanya menandakan:

  • pasar terlalu banyak posisi jual
  • tekanan jual mulai melemah
  • potensi pembalikan tren meningkat

Ketika harga mulai naik, posisi short tersebut terpaksa ditutup sehingga mempercepat kenaikan harga.

Lonjakan Aktivitas di Binance

Tanda lain dari perubahan momentum terlihat pada data perdagangan derivatif.

Dalam waktu empat jam, open interest pada kontrak BTCUSDT perpetual di Binance meningkat sekitar 7.547 BTC.

Menurut analis K33 Research, lonjakan sebesar ini belum pernah terjadi dalam periode empat jam sejak tahun 2023.

Hal ini menunjukkan bahwa reli Bitcoin bukan sekadar reaksi terhadap berita geopolitik.

Sebaliknya, pasar derivatif juga mulai melakukan reposisi besar-besaran.

Data ETF dan Aktivitas Pembelian Agresif

Analis kripto lainnya, Darkfost, juga melihat sinyal positif dari data pasar spot.

Ia mencatat beberapa indikator penting:

  • ETF Bitcoin mencatat lima hari arus masuk berturut-turut
  • rasio Taker Buy/Sell di Binance mencapai 1,18
  • volume pembelian agresif lebih dari $1 miliar per jam

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa pembeli mulai mendominasi pasar.

Dengan kata lain, investor tidak lagi sekadar menahan tekanan jual, tetapi mulai mengendalikan arah harga dalam jangka pendek.

Apakah Ini Awal Bull Run Baru?

Beberapa analis mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa pasar kripto sedang memasuki fase penting.

Seorang analis dari Clear Street menyebut kondisi saat ini sebagai “inflection point” setelah penurunan sekitar 44% dari Oktober hingga akhir Februari.

Menurutnya, beberapa perkembangan terbaru telah memperkuat sentimen pasar kripto, antara lain:

  • dukungan Presiden Donald Trump terhadap CLARITY Act
  • akses Kraken ke Federal Reserve Master Account
  • konflik geopolitik di Timur Tengah
  • penunjukan Coinbase sebagai co-custodian oleh Morgan Stanley

“Perkembangan ini tidak hanya memperbaiki sentimen pasar kripto, tetapi juga memperkuat fundamental blockchain dalam jangka panjang,” katanya.

Clear Street bahkan menilai perubahan ini berpotensi mengakhiri pasar bearish kripto dan membuka peluang dimulainya bull run baru.

Rencana ETF Bitcoin dari Morgan Stanley

Salah satu perkembangan penting lainnya datang dari sektor keuangan tradisional.

Dokumen S-1 yang diajukan ke SEC menunjukkan bahwa Morgan Stanley Bitcoin Trust berencana meluncurkan ETF Bitcoin.

Beberapa detail penting dari struktur ETF tersebut meliputi:

  • Coinbase sebagai co-custodian aset kripto
  • BNY Mellon sebagai administrator dan kustodian kas
  • ETF akan menjadi instrumen investasi pasif

Artinya, produk tersebut hanya akan melacak harga Bitcoin tanpa menggunakan leverage atau derivatif kompleks.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa lembaga keuangan besar semakin serius terhadap pasar kripto.

Kenaikan harga Bitcoin di atas $71.000 tidak hanya dipicu oleh satu faktor tunggal.

Pergerakan ini merupakan kombinasi dari beberapa elemen penting, seperti:

  • perubahan sentimen geopolitik
  • kondisi pasar yang sebelumnya sangat oversold
  • penutupan posisi short besar-besaran
  • arus masuk ETF Bitcoin
  • dukungan regulasi dan institusi keuangan

Jika momentum ini berlanjut, sebagian analis percaya pasar kripto dapat memasuki fase pemulihan yang lebih luas.

Namun seperti biasa, volatilitas tetap menjadi karakter utama Bitcoin. Investor perlu memperhatikan perkembangan makro, regulasi, serta dinamika pasar derivatif sebelum mengambil keputusan investasi.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050