BTC Gagal Breakout $108.000, Shutdown AS Hampir Berakhir tapi Bitcoin Masih Tertahan

12 November 2025 13:00
Bagikan :
Bitcoin Anjlok di Bawah 200-DMA: Apakah Harga Akan Turun ke $86.000?

DOYANDUIT – Harga Bitcoin bergerak lemah dan kembali diperdagangkan di bawah moving average 200-hari, sebuah level psikologis penting bagi trader jangka menengah.

Dalam 24 jam terakhir, nilai pasar crypto global turun hampir 4% di tengah sentimen hati-hati, meskipun pasar saham Asia justru bergerak positif.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, kapitalisasi pasar crypto merosot dari sekitar $94 miliar menjadi $68 miliar.

Dana baru juga belum mengalir deras ke ETF Bitcoin di Amerika Serikat, net inflow bahkan hanya sekitar $1 juta. Penurunan ini menunjukkan pasar masih cenderung defensif.

Ringkasan Pergerakan Pasar Global

  • Bitcoin: $103.305 (turun 3,5%)
  • Ether: $3.438 (turun 5,2%)
  • XRP: $2,40 (turun 5,6%)
  • Total kapitalisasi market crypto: $3,56 triliun (turun 3,5%)

Menurut George Mandres, senior trader di XBTO Trading, investor besar mulai mengurangi kepemilikan. “Arus masuk ETF melemah dan beberapa treasury perusahaan terus menjual,” ujarnya. Aktivitas penjualan tersebut diyakini mempercepat tekanan harga sejak awal Oktober.

 

Shutdown AS Hampir Berakhir, Tapi Crypto Masih Ragu

Di sisi lain, bursa Asia justru bergerak hijau tipis. Indeks MSCI Asia ex-Japan naik 0,1% seiring Dewan Perwakilan AS bersiap menyetujui rancangan undang-undang pendanaan pemerintah.

Senat sudah mengetuk palu, dan bila lolos di DPR, shutdown terpanjang dalam sejarah AS sejak 1 Oktober akhirnya selesai.

Di Wall Street, Dow Jones mencetak rekor baru naik 1,2%, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,3%. Investor mengandalkan sedikit data ekonomi yang tersedia selama shutdown, termasuk laporan ADP yang menunjukkan rata-rata 11.250 kehilangan pekerjaan per pekan hingga 25 Oktober.

Meski kabar politik mulai membaik, pasar crypto belum ikut menikmati efek positif ini. Pelaku pasar terlihat menahan napas sampai ada tanda kuat pemulihan likuiditas dan permintaan.

Peluang Pemangkasan Suku Bunga Memperkuat Emas, Tapi Bitcoin Masih Berat

Data tenaga kerja AS yang lemah mendorong spekulasi pemangkasan suku bunga. CME FedWatch mencatat probabilitas rate cut 25 bps pada pertemuan 10 Desember naik menuju 68%. Efek langsungnya, US Dollar Index turun ke level terendah bulan ini di 99,45.

Sementara itu, emas justru melonjak, menembus $4.100 di sesi Asia berkat penurunan yield dan naiknya selera risiko di saham.

Namun Bitcoin belum berhasil memanfaatkan momentum yang sama. Aset digital terbesar ini terus tertahan di bawah level $110.000, dan analis memperkirakan bila tekanan jual meningkat, zona support berikutnya ada di kisaran $86.000–$82.000.

Perang di Area Resistance: BTC Harus Rebut $107.000–$108.000

Dari sisi teknikal, Bitcoin kini berada dalam fase krusial. Crypto Candy, seorang analis on-chain, menjelaskan bahwa BTC sempat bertahan kuat di area support $99.000–$101.000 sebelum rebound.

Namun jalan menuju pemulihan belum selesai.
Ia menegaskan:

“Area $107.000–$108.000 saat ini menjadi tembok besar. Jika BTC kembali merebut rentang ini, pasar bisa berbalik lebih bullish.”

Konsolidasi harga mencerminkan tarik menarik antara pembeli dan penjual. Jika harga mampu menembus resistance tersebut, target berikutnya berada di kisaran $116.000–$118.000.

Namun, Risiko Koreksi Masih Terbuka

Jika momentum gagal bertahan, potensi koreksi bisa menyeret harga kembali menuju $103.000. Beberapa trader melihat skenario ini sebagai kemungkinan jangka pendek.

 

Rejection Pertama: Support $105.000 Jadi Benteng Terakhir

Analis Crypto VIP Signal memberikan pandangan yang sama:

“BTC sudah menyentuh resistance utama dan langsung ditolak. Ini menunjukkan adanya klaster penjual besar di sana.”

Setelah penolakan ini, harga jatuh ke area $105.000. Jika daily close berada di bawah zona tersebut, market bisa terkoreksi hingga $103.000, bahkan lebih dalam.

Namun, analis tersebut percaya masih ada peluang retest ke resistance awal dalam beberapa hari mendatang.

November Biasanya Bulan Hijau, Tapi Tahun Ini Bisa Berbeda

Sejak 2013, November menjadi bulan paling bersinar bagi Bitcoin dengan rata-rata kenaikan 41,78% (data CoinGlass). Beberapa trader optimistis pola tersebut terulang.

Crypto trader Dave Weisberger mengatakan:

“Fundamental Bitcoin sangat kuat. Kondisi saat ini jauh lebih konstruktif dibanding siklus sebelumnya.”

Analis lain seperti Carl Runefelt dan AshCrypto juga masih optimis bahwa November akan kembali hijau. Mereka menilai posisinya saat ini berada di dasar rentang, bukan di puncak.

Namun harga Bitcoin masih belum pulih dari crash 10 Oktober, yang menghapus sekitar $19 miliar posisi leverage. Selama harga tidak kembali kokoh di atas $116.000, analis Bitfinex menilai “keyakinan bullish bisa melemah.”

Apa Artinya Untuk Investor?

  1. Beli panik bukan solusi. Tekanan pasar saat ini lebih dipengaruhi makro dan likuiditas, bukan sentimen FOMO.
  2. Perhatikan zona teknikal:
    • Support kuat: $105.000 → $103.000
    • Resistance kunci: $107.000–$108.000 dan $116.000
  3. ETF dan arus institusi penting. Tanpa aliran dana baru, reli berkelanjutan sulit terjadi.

Dalam kondisi seperti ini, pendekatan disiplin menjadi penting. Banyak trader berpengalaman menunggu konfirmasi breakout, bukan sekadar koreksi sementara.

Bitcoin Lemah, tapi Belum Berakhir

Harga Bitcoin yang turun di bawah 200-DMA menandakan pelemahan jangka pendek. Meski pasar saham Asia bangkit berkat kabar positif dari Washington, crypto masih butuh dorongan lebih besar, terutama dari ETF dan institusi.

Dengan memahami dinamika teknikal dan fundamental, investor bisa mengambil keputusan lebih cerdas.
Jika BTC berhasil menembus $108.000, peluang pemulihan akan terbuka lebar.

Namun bila gagal bertahan di atas $103.000, pasar mungkin kembali melemah sebelum menemukan momentumnya.

Berita Terbaru
bos paud ra kemenag
Panduan Lengkap Pengisian Dokumen Ajuan BOP RA Tahap 2 Tahun 2026 agar Cepat Diverifikasi
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah