
DOYANDUIT – Bitcoin kembali bergerak menguat. Pada Selasa pukul 10:59 GMT+7, harga BTC di Bitstamp tercatat $106.431 atau naik +459 poin (+0.43%). Dalam rentang 24 jam, kinerja Bitcoin berada di +0.44%.
Tetapi secara mingguan masih mencatat −0.12%, dengan performa −3.92% selama satu bulan terakhir. Meski begitu, tren jangka panjang tetap positif: +2.81% dalam 6 bulan, +14.01% year to date, dan +32.33% dalam 1 tahun.
Kenaikan terbaru ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai menemukan pijakan baru. Setelah melemah hingga mendekati area $102.000, pemulihan cepat terjadi ketika pembeli kembali masuk dan menahan harga di atas $105.000.
Menurut pengamatan banyak analis, pemantulan harga saat kondisi pasar global bergejolak biasanya menandai awal fase konsolidasi sehat sebelum tren berikutnya terbentuk.
Level Kunci Bitcoin: Resistance di $107.000 dan Dukungan di $104.000
Meski sempat turun hingga mendekati $102.000, Bitcoin berhasil membentuk pemulihan cepat. BTC memantul dari area tersebut dan menembus beberapa resistance harian, seperti $103.500 dan $104.200.
Saat ini ada beberapa level teknikal yang diamati pelaku pasar:
Resistance Utama
- $106.600 – resistensi jangka pendek
- $107.000 – batas penting untuk pemulihan lanjutan
- $107.500 – jika breakout terjadi, potensi menuju $108.000–$110.500 terbuka
Jika BTC berhasil menutup harga harian di atas $107.500, tren dapat berubah lebih bullish. Banyak trader mulai memantau apakah momentum ini mampu berlanjut atau hanya sekadar retracement.
Support Jika Harga Kembali Melemah
- $104.800 – support awal
- $104.000 – titik garis tren bullish
- $103.300 – zona 50% Fibo retracement
- $102.350–$102.500 – area kritis, penurunan di bawahnya berpotensi memicu skenario bearish
Selama level $102.500 bertahan, peluang recovery masih terbuka.
Sentimen Baru: Rencana “Tariff Dividend” AS Picu Optimisme
Pemulihan harga kripto tidak lepas dari berita politik ekonomi dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan ide “tariff-funded dividend”, yaitu pembayaran langsung kepada warga menggunakan pemasukan tarif impor.
Rencana tersebut diproyeksikan memberi minimal $2.000 kepada sebagian besar orang dewasa di AS, mirip efek “stimulus checks” pada masa pandemi. Banyak analis melihat kepastian uang masuk ke masyarakat biasanya meningkatkan minat pada aset risiko, termasuk kripto.
Dalam pernyataannya, Trump menuliskan:
“People that are against tariffs are fools. We are taking in trillions of dollars and will soon begin paying down our enormous debt, $37 trillion.”
Ia juga menekankan bahwa rekor investasi pabrik dan tingginya tabungan 401(k) adalah bukti bahwa tarif tidak memperlambat ekonomi.
Walaupun konsep ini memicu euforia pasar, pakar fiskal mengingatkan bahwa implementasinya belum jelas secara hukum. Rencana tersebut masih berpotensi menghadapi perdebatan politik maupun tantangan di pengadilan.
Dampaknya ke pasar kripto:
- Bitcoin naik di atas $106.000
- Ether kembali ke kisaran menengah ribuan dolar
- Aktivitas perdagangan altcoin meningkat
- Volume transaksi di bursa melonjak
Mulai tertarik membaca analisis makro dan kebijakan fiskal yang mempengaruhi kripto? Kamu bisa cek artikel terkait tentang “pengaruh kebijakan moneter terhadap aset digital” sehingga gambaran besarnya lebih mudah dipahami.
Data On-Chain: Institusi Mulai Masuk, Demand BTC Tertinggi Tahun Ini
Selain sentimen politik, faktor paling diperhatikan analis adalah lonjakan permintaan institusional.
Menurut data terbaru CryptoQuant, metrik “Bitcoin: Apparent Demand (30-day sum)” melonjak dari -79.085 BTC pada 6 November menjadi +108.581 BTC hanya dalam dua hari. Peningkatan lebih dari 187.000 BTC dalam hitungan 48 jam dianggap fenomenal.
Seorang analis CryptoQuant menjelaskan bahwa lonjakan ini merupakan:
“demand pivot”—titik balik yang menandai masuknya modal baru dari pelaku besar dan sering menjadi awal rebound harga signifikan.
Metrik ini membandingkan suplai Bitcoin dengan aktivitas Long-Term Holder (LTH). Ketika permintaan bersih menjadi positif, biasanya berarti ada akumulasi struktural, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.
Fakta penting:
- Indikator ini negatif sejak 8 Oktober (menjelang crash 10 Oktober)
- Berubah positif pada 7 November
- Ini salah satu kenaikan permintaan tercepat sepanjang tahun
Ethereum Ikut Alami Akumulasi Whale
Tak hanya Bitcoin, arus modal institusi juga terlihat pada Ethereum. Analis ShayanMarkets mencatat lonjakan order whale saat ETH menyentuh area $3.200.
Ia menuliskan:
“Perubahan ini menunjukkan pelaku pasar besar kembali menambah paparan pada harga diskon, sementara trader ritel tetap berhati-hati.”
Jika support $3.000–$3.400 bertahan, Ethereum dapat memasuki fase akumulasi rendah volatilitas. Banyak analis melihat potensi pergerakan menuju $4.500–$4.800 sebagai target berikutnya.
Jika tertarik memahami bagaimana fase akumulasi bekerja di pasar kripto, kamu bisa membaca artikel lain seputar “indikator on-chain untuk mendeteksi akumulasi whale” agar analisis pribadi makin matang.

Sinyal Teknis & Fundamental Bitcoin Saat Ini
| Faktor Analisis | Indikasi Pasar | Dampak ke Harga |
|---|---|---|
| Resistance $107.000 | Masih diuji | Jika break → bullish jangka pendek |
| Support $104.000 | Masih bertahan | Selama tidak jebol, recovery aman |
| Demand institusi | Meningkat tajam | Sinyal akumulasi dan potensi rebound |
| Sentimen “tariff dividend” | Positif | Dorong minat pada aset risiko |
| Aktivitas bursa | Volume naik | Banyak short-term trader masuk |
Peluang Masih Terbuka, Tapi Risiko Tetap Ada
Harga Bitcoin yang kembali naik di atas $106.000 menunjukkan pasar mulai menemukan pijakan baru di tengah tekanan global. Lonjakan permintaan institusional, didukung data on-chain, memberikan sinyal bahwa pelaku besar mulai akumulasi.
Namun selama BTC belum menembus resistance $107.000–$107.500, volatilitas tetap perlu diwaspadai. Kejelasan politik soal “tariff dividend” juga menjadi faktor krusial dalam beberapa pekan ke depan.
Dengan memahami level harga penting, data on-chain, dan faktor makro, kamu bisa mengambil keputusan investasi lebih cerdas dan terukur. Pasar kripto selalu dinamis, dan membaca indikator dengan hati-hati adalah kunci menghadapi fluktuasi besar.