BTC Tertahan di Bawah $90.000 Meski Akumulasi Meningkat, Kemana Arah Bitcoin Akhir Tahun 2025 Ini?

6 Desember 2025 15:00
Bagikan :
Harga Bitcoin Terkoreksi, Whale Tetap Beli: Apa Risiko Sebenarnya? (TradingView)

DOYANDUIT – Harga Bitcoin kembali bergerak tidak stabil, mencerminkan ketidakpastian investor di awal Desember 2025. Berdasarkan data terbaru BTCUSD di Bitstamp, Bitcoin diperdagangkan di $89.557 pada pukul 17:35 GMT+7, naik tipis +0,23% dalam 24 jam.

Namun secara mingguan harga masih turun 1,49%, anjlok 13,78% dalam sebulan, serta terkoreksi 15,35% dalam enam bulan terakhir.

Bahkan secara year-to-date, Bitcoin sudah melemah 4,06%. Angka-angka ini memperjelas bahwa tekanan likuiditas dan perubahan struktur pasar sedang berlangsung, membuat analisis harga Bitcoin menjadi semakin penting bagi pelaku pasar yang mencoba membaca arah selanjutnya.

Level Teknis Bitcoin: 730-Day SMA Menjadi Penentu Tren

Analis pasar Ali Martinez menyoroti indikator teknikal yang dianggap paling relevan di tengah volatilitas: Simple Moving Average (SMA) 730 hari. Sejarah menunjukkan bahwa tren bearish yang panjang sering dimulai ketika harga Bitcoin jatuh di bawah SMA ini, yang sebelumnya telah melewati titik $82.150.

Menurut Martinez, “Selama Bitcoin bertahan di atas garis 730-day SMA, struktur bullish secara makro masih terjaga.”

Poin penting dari indikator ini:

  • Pernah menjadi area support besar pada 2015–2016, 2019, dan 2022–2023.
  • Menentukan apakah pasar memasuki periode koreksi panjang.
  • Levelnya kini berada sangat dekat dengan harga pasar saat ini.

Sementara itu, band atas SMA ×5 di sekitar $410.771 menandakan Bitcoin masih jauh dari kondisi overvaluation skala besar.

 Tekanan Pasar Menguat: Outflow Bursa dan Aktivitas Jaringan

Sentora melaporkan bahwa selama sepekan terakhir, terjadi net outflow bursa sebesar $805 juta. Biasanya, kondisi ini mencerminkan optimisme investor yang memilih menyimpan BTC di wallet pribadi. Namun kali ini pasar tidak merespons secara bullish.

Mengapa Whale Tidak Mampu Mengangkat Harga?

Jawabannya terkait likuiditas:

  • Market makin tipis, sehingga order besar lebih mudah mendorong harga turun.
  • Derivatif dipenuhi leverage berlebih, memicu likuidasi berantai saat harga bergerak negatif.
  • Sell pressure tetap dominan meski wallet besar membeli.

Di saat yang sama, biaya jaringan meningkat 7,69% menjadi $1.96 juta, menandakan aktivitas transaksi yang lebih padat meski harga melemah.

Aktivasi Koin Casascius Senilai $179 Juta: Apa Dampaknya?

Dua koin fisik Casascius 1.000 BTC kembali aktif setelah lebih dari 13 tahun. Nilainya kini lebih dari $179 juta.

Fakta historisnya menarik:

  • Satu koin dicetak ketika BTC hanya $11.69.
  • Satu lainnya ketika BTC senilai $3.88.
  • Profit pemiliknya mencapai lebih dari 2,3 juta persen.

Meski besar, aktivasi tidak selalu berarti aksi jual. Seperti ungkap pemilik Casascius 100 BTC sebelumnya:

“Saya memindahkan koin ke hardware wallet hanya agar lebih aman, bukan karena ingin menjual.”

Polanya konsisten: sebagian besar pemilik koin lama hanya memperbarui keamanan penyimpanan, bukan berniat mendistribusikan koin ke pasar.

Apakah Siklus Empat Tahunan Bitcoin Sudah Tidak Relevan?

Bull Theory menilai bahwa siklus empat tahunan Bitcoin mulai kehilangan akurasi. Mereka menekankan bahwa pergerakan harga saat ini didorong oleh likuiditas global, bukan semata-mata Halving.

Bukti Pergeseran Siklus

  • Surplus TGA AS mencapai $940 miliar—berpotensi mengalir kembali ke pasar.
  • Jepang menggelontorkan stimulus $135 miliar.
  • China terus menambah likuiditas ke sistem keuangan.
  • Kanada mulai melonggarkan kebijakan moneter.
  • Fed menghentikan quantitative tightening, indikasi awal ekspansi likuiditas.

Menurut Bull Theory:
“Ketika banyak negara longgar secara bersamaan, Bitcoin biasanya naik lebih cepat daripada pasar tradisional.”

Perubahan kebijakan politik di AS turut memperkuat peluang bull run yang lebih panjang hingga 2026–2027.

Whale Akumulasi Besar, Tapi Harga Tetap Turun: Sinyal Perubahan Pasar

Santiment mencatat peningkatan kepemilikan whale (10–10.000 BTC) selama hampir sebulan, namun Bitcoin masih menembus $90.000 dan bergerak turun.

Tiga Penyebab Utama Divergensi Ini

  • Sell pressure menelan akumulasi whale.
  • Likuiditas spot menyusut.
  • Pasar sedang melakukan leverage reset besar-besaran.

Dengan kata lain, whale beli bukan lagi sinyal bullish jangka pendek. Namun tetap menunjukkan mereka yakin pada nilai jangka panjang Bitcoin.

Arah Harga Bitcoin Selanjutnya: Level Penting yang Harus Diperhatikan

Saat ini, Bitcoin bergerak dalam pola cooling-off dengan volatilitas yang meningkat.

Zona Support Kritis:

$82.000 – $85.000
Jika zona ini bertahan, stabilisasi pasar sangat mungkin terjadi.

Zona Reclaim Penting:

$92.000 – $95.000
Level ini akan menjadi tanda pertama bahwa tekanan bearish mulai melemah.

Outlook Akhir 2025

Skenario Perkiraan Harga
Base Case $110.000–$135.000
Bull Case $150.000–$170.000
Bear Case $70.000–$85,000

Analisis harga Bitcoin saat ini memperlihatkan bahwa pasar sedang berada di persimpangan penting. Meski whale terus akumulasi, struktur pasar menunjukkan tekanan likuiditas dan perubahan fundamental yang membuat harga sulit naik dalam jangka pendek. Level $82.150 menjadi penentu apakah tren bearish panjang akan dimulai atau tidak.

Selama Bitcoin mampu bertahan di zona $82.000–$85.000 dan merebut kembali area $92.000–$95.000, peluang memasuki fase ekspansi baru tetap terbuka. Namun dinamika likuiditas global tetap menjadi faktor terbesar yang menentukan arah pasar.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050