
DOYANDUIT – Harga Bitcoin kembali bergerak melemah pada Kamis (13/11), mencatat penurunan sekitar 0,5% ke level $103.673 dalam 24 jam terakhir, menurut data dari CoinDesk. Angka tersebut menempatkan Bitcoin sekitar 22% di bawah rekor tertingginya yang tercapai pada Oktober lalu.
Sementara itu, Ethereum naik 2,1%, XRP melonjak 4,7%, dan Solana turun 0,4%, mencerminkan kondisi pasar yang masih fluktuatif.
Para analis menilai pergerakan harga yang tidak menentu ini sebagai sinyal ketidakpastian investor setelah berakhirnya penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang berlangsung paling lama dalam sejarah.
Presiden Donald Trump telah menandatangani undang-undang anggaran baru yang mengakhiri kebuntuan politik tersebut.
Namun, pelaku pasar masih berhati-hati menunggu bagaimana kebijakan ekonomi berikutnya akan memengaruhi sektor keuangan digital.
“Pasar sedang menstabilkan diri… likuiditas perlahan membaik di aset digital maupun tradisional,” ujar Iliya Kalchev, analis di platform manajemen kekayaan kripto Nexo. “Selera risiko mulai kembali, tapi dengan langkah yang sangat hati-hati.”
Ketidakpastian The Fed Masih Jadi Faktor Utama
Pertanyaan besar bagi investor kripto saat ini adalah langkah apa yang akan diambil Federal Reserve (The Fed) dalam rapat kebijakan berikutnya.
Dengan dibukanya kembali pemerintahan, data ekonomi penting akan kembali dirilis, meskipun sebagian laporan mungkin tertunda akibat penundaan operasional selama penutupan.
Jika data ekonomi menunjukkan penguatan dan memperkuat argumen bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga bulan depan, hal itu bisa menjadi tekanan tambahan bagi aset berisiko seperti Bitcoin.
Ketika biaya pinjaman lebih tinggi, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen berimbal hasil tetap seperti obligasi dan rekening tabungan.
Di sisi lain, beberapa analis menilai kondisi ini justru menciptakan peluang akumulasi baru bagi investor jangka panjang, mengingat volatilitas pasar kripto yang sering kali menjadi awal dari tren bullish berikutnya.
Aktivitas Whale Satoshi-Era Picu Kekhawatiran Baru
Di tengah volatilitas harga, salah satu paus kripto era Satoshi kembali menjadi sorotan. Investor bernama Owen Gunden, dikenal sebagai salah satu miliarder awal Bitcoin, memindahkan 2.401 BTC senilai $244,96 juta ke bursa Kraken dalam satu transaksi besar, menurut data Arkham Intelligence dan Onchain Lens.
Langkah ini memicu spekulasi luas di kalangan trader, terutama karena Gunden sebelumnya hanya melakukan pergerakan internal antar dompet lawas miliknya.
Kini, dengan ribuan BTC benar-benar masuk ke bursa, banyak yang menilai bahwa “paus” tersebut mungkin sedang bersiap menjual sebagian kepemilikannya.
Menurut laporan Onchain Lens, sisa saldo Gunden masih sekitar 2.499 BTC, setara dengan $258,58 juta pada harga saat ini. Aktivitas semacam ini sering dianggap sebagai sinyal pasar yang berpotensi menggoyang harga jangka pendek.
“Gunden adalah contoh klasik bagaimana sedikit pergerakan dari investor awal bisa mengubah sentimen pasar,” tulis Onchain Lens. “Ini bukan aliran ETF atau aktivitas market maker, melainkan Bitcoin yang dibeli ketika harganya masih dua atau tiga digit.”
Meskipun kapitalisasi pasar Bitcoin kini jauh lebih besar dengan likuiditas tinggi di atas $103.000, pergerakan dana ratusan juta dolar dari “dompet era Satoshi” masih cukup untuk memicu kekhawatiran.
Siapa sebenarnya yang mengendalikan pergerakan besar berikutnya, investor institusional baru atau dompet lama yang sewaktu-waktu bisa aktif kembali?

Dampak Politik dan Ekonomi Global terhadap Sentimen Kripto
Kenaikan kecil Bitcoin sebesar 1,5% ke $103.416 sempat terjadi setelah Kongres AS meloloskan paket pendanaan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan, dan Presiden Trump menandatangani undang-undang tersebut pada Rabu malam. Kebijakan ini memberi pendanaan hingga 30 Januari, tetapi tingkat ketidakpastian ekonomi tetap tinggi.
Rilis data ekonomi resmi akan segera dimulai kembali, tetapi waktu dan akurasi publikasinya masih belum jelas. Data tersebut akan menjadi indikator utama dalam menentukan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menjelang pertemuan Desember mendatang.
Banyak analis memperkirakan bahwa jika inflasi melandai dan pasar tenaga kerja melemah, peluang penurunan suku bunga akan meningkat, yang secara historis memberikan sentimen positif bagi aset kripto.
Pasar Kripto di Persimpangan Jalan
Pergerakan Bitcoin minggu ini menunjukkan bahwa pasar kripto sedang berada di fase penentuan arah baru. Ketidakpastian ekonomi global, aktivitas investor besar era awal, serta kebijakan moneter The Fed menjadi faktor penentu utama.
Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor disarankan menerapkan strategi manajemen risiko ketat dan memantau aktivitas on-chain besar seperti yang dilakukan Owen Gunden. Meski terlihat menegangkan, momen seperti ini sering kali menjadi awal dari perubahan besar dalam pasar kripto.
Dengan memahami dinamika ini, kamu bisa mengambil keputusan investasi lebih cerdas dan realistis, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.