
DOYANDUIT – Penurunan harga Bitcoin kembali memasuki fase kritis setelah turun di bawah level psikologis $100.000, menyentuh area $96.000–$97.000.
Berdasarkan pengamatan pasar terbaru tahun 2025, tekanan ini bukan hanya berasal dari sentimen crypto, tetapi juga dari kondisi makro global yang belum stabil.
Kekhawatiran investor terhadap valuasi saham teknologi berbasis AI, ketidakpastian setelah pemerintahan AS kembali dibuka, serta proyeksi suku bunga yang melemahkan risk appetite mendorong aset berisiko mengalami koreksi tajam.
Dalam 24 jam terakhir, data volatilitas menunjukkan bahwa BTC bergerak cepat setelah serangkaian likuidasi bertemu dengan “bid stack” yang semakin tipis.
Seorang analis senior menegaskan bahwa situasi ini merupakan “liquidity let-down” yang membuat pasar sensitif terhadap tekanan jual tambahan.
Karena itu, level $92.000–$95.000 kini menjadi zona pemantauan utama di mana pembeli mulai mencoba membangun kembali kedalaman pasar.
Arus Keluar ETF Bitcoin Capai Level Tertinggi Kedua Sejak Peluncuran
Salah satu pemicu terbesar penurunan harga Bitcoin datang dari arus modal ETF spot AS. Berdasarkan data terbaru, outflow ETF mencapai $869,9 juta dalam satu hari, menjadi yang terbesar kedua sepanjang sejarah ETF Bitcoin.
ETF Mana yang Menjadi Penyumbang Outflow Terbesar?
Laporan agregat menunjukkan:
- Grayscale Bitcoin Mini Trust: $318,2 juta keluar
- BlackRock IBIT: $256,6 juta
- Fidelity FBTC: $119,9 juta
- ETF dari ARK, 21Shares, Bitwise, VanEck, Invesco, Valkyrie, dan Franklin Templeton ikut mencatat outflow**
Seorang CIO dari Kronos Research mengatakan secara langsung:
“Outflow besar ini mencerminkan risk-off reset. Institusi menarik modal di tengah kebisingan makro. Itu menekan momentum jangka pendek, tetapi tidak mengubah permintaan jangka panjang.”
Pandangan serupa juga datang dari analis Presto Research yang menilai situasi ini sebagai bentuk broad de-risking ketika investor mengurangi eksposur dari aset ber-beta tinggi menuju instrumen yang lebih defensif.
Tekanan Teknis: Death Cross dan Pelemahan Momentum di Q4
Selain tekanan makro dan ETF, kondisi teknikal turut memperburuk sentimen. Harga Bitcoin gagal mempertahankan beberapa support kunci seperti $115.000, $106.800, dan kini $100.000.
Tanda-Tanda Teknis yang Perlu Diwaspadai
Beberapa sinyal teknikal yang muncul:
- Pola lower highs dan lower lows memperkuat tren pelemahan.
- Indikator On-Balance Volume (OBV) menunjukkan penurunan volume beli.
- MA 50/200 bergerak menuju formasi Death Cross yang meningkatkan risiko penurunan lebih dalam.
- Harga saat ini sedang menguji zona $97.000–$99.000, area yang sebelumnya menjadi tren support selama 2024–2025.
Seorang analis pasar crypto menegaskan:
“Jika kita turun lebih jauh, level kunci berikutnya berada di area bawah $90.000. Bagi banyak investor, itu justru akan dianggap sebagai peluang akumulasi.”
Kondisi Makro Global Menekan Crypto: Shutdown AS, Data Mandek, dan Ketidakpastian The Fed
Pemulihan pemerintahan AS setelah shutdown panjang membuat rilis data ekonomi tertunda. Data ketenagakerjaan seperti ADP dan NFIB menunjukkan pelemahan, yang mempertegas pandangan bahwa The Fed mungkin mengambil sikap “easing with caution”.
Saat ini pasar memproyeksikan peluang 52,1% untuk pemangkasan suku bunga pada Desember, tetapi komentar pejabat The Fed seperti Neel Kashkari dan Beth Hammack justru menimbulkan keraguan baru.
Ketidakpastian inilah yang mengguncang sentimen aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Expiry Pilihan BTC dan ETH Senilai Hampir $5 Miliar Bisa Guncang Pasar
Selain tekanan harga spot, pasar derivatif juga menjadi perhatian besar. Pada 14 November 2025, hampir $5 miliar opsi Bitcoin dan Ethereum kedaluwarsa di Deribit, menciptakan potensi volatilitas tajam menjelang penutupan kontrak.
Pasar Opsi Bitcoin Menunjukkan Optimisme Hati-Hati
- Maksimum pain BTC: $105.000
- Put/Call Ratio: 0.63, menunjukkan lebih banyak spekulasi bullish
- Harga BTC saat ini: $99.092
Open interest terkonsentrasi di put $95.000–$100.000 dan call $108.000–$111.000, menjadikannya zona pertempuran utama hingga expiry.
Ethereum Juga Tunjukkan Sentimen Bullish
- Harga ETH: $3.224
- Max pain: $3.500
- PCR: 0.64
- OI: 232.852 kontrak
Perbedaan signifikan antara jumlah call dan put menunjukkan bahwa banyak trader masih mempertahankan pandangan optimistis terhadap ETH meski pasar bergerak volatil.

Apa Artinya Bagi Investor Jangka Pendek dan Panjang?
Tekanan jangka pendek sangat terasa, tetapi kondisi struktural jangka panjang masih dinilai solid oleh sebagian analis. Outflow ETF memang menekan momentum, namun permintaan institusional dalam jangka panjang belum menunjukkan tanda-tanda melemah permanen.
Dalam kondisi seperti ini, disiplin membaca level teknikal dan data makro menjadi kunci. Pola tekanan seperti ini pernah terjadi sebelumnya, dan pasar pulih saat volume kembali stabil.
Pasar Crypto Memasuki Fase Kritis, tetapi Peluang Tetap Ada
Penurunan Bitcoin ke bawah $100.000 bukan hanya sinyal teknikal, tetapi mencerminkan dinamika makro dan perpindahan modal institusi.
Dengan arus keluar ETF besar, tekanan teknikal, serta volatilitas akibat expiry derivatif, pasar memasuki fase penuh ketidakpastian. Namun, sejarah menunjukkan bahwa area seperti $93.000–$95.000 sering menjadi titik akumulasi penting.
Dengan memahami konteks penuh—dari makro, teknikal, hingga derivatif—kamu bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas dalam menghadapi volatilitas crypto.
Meski tekanan jangka pendek masih kuat, peluang jangka panjang tetap terbuka bagi investor yang siap membaca momentum selanjutnya.