
DOYANDUIT -Harga Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah sempat turun di bawah USD 88.000 sebelum perlahan memantul dari area support USD 86.700.
Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar kripto yang masih berhati-hati menjelang pergantian tahun, di tengah likuiditas yang menipis dan arus modal global yang belum sepenuhnya kembali ke aset digital.
Meski tekanan masih terasa, sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan bahwa Bitcoin belum kehilangan peluang untuk bangkit, terutama memasuki awal 2026.
Pergerakan Harga Bitcoin di Akhir 2025
Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin mencoba menembus area USD 88.500, namun gagal mempertahankan momentum. Tekanan jual membuat harga sempat terkoreksi, sebelum pembeli kembali aktif di zona USD 86.700.
Saat ini, BTC diperdagangkan:
- Di atas level USD 88.000
- Di atas rata-rata pergerakan sederhana (SMA) 100 jam
- Setelah menembus channel turun dengan resistensi di sekitar USD 87.300
Secara teknikal, kondisi ini memberi ruang bagi potensi pemulihan lanjutan selama harga mampu bertahan di atas USD 87.500.
Level Support dan Resistance Penting Bitcoin
🔻 Area Support Utama
- USD 87.500
- USD 86.700
- Support lanjutan: USD 85.500 hingga USD 85.000
Jika tekanan jual meningkat dan harga turun menembus USD 85.000, risiko penurunan lanjutan masih terbuka dalam jangka pendek.
🔺 Area Resistance Kunci
- USD 88.500
- USD 88.900 (level Fibonacci 61,8%)
- USD 89.500
Penutupan harga di atas USD 89.500 berpotensi membuka jalan menuju:
- USD 90.200
- USD 90.500
- Area psikologis USD 91.200–91.500
Bitcoin Tertinggal dari Emas dan Saham
Menurut analisis dari platform intelijen pasar Santiment, kinerja Bitcoin sepanjang akhir 2025 masih tertinggal dibandingkan aset tradisional utama.
Sejak awal November:
- Emas naik sekitar 9%
- Indeks S&P 500 menguat sekitar 1%
- Bitcoin justru turun sekitar 20% dan masih bergerak di kisaran USD 88.000
Analis Santiment menilai korelasi Bitcoin terhadap sektor lain masih tertinggal, namun justru membuka peluang “catch-up” di tahun mendatang.
“Menjelang 2026, masih ada ruang bagi pasar kripto untuk mengejar ketertinggalannya,” ungkap analis Santiment dalam pernyataan resminya.
Peran Whale dan Holder Jangka Panjang
Aktivitas Whale Masih Menunggu
Data Santiment menunjukkan bahwa sepanjang paruh kedua 2025:
- Wallet kecil justru agresif melakukan akumulasi
- Wallet besar dan whale cenderung stagnan, bahkan sempat melakukan distribusi setelah harga mencapai puncak Oktober
Padahal, secara historis, perubahan tren dari bearish ke bullish sering diawali oleh:
- Akumulasi oleh wallet besar
- Penjualan oleh investor ritel
Kondisi ini menjadi salah satu sinyal yang masih dinantikan pasar.
Holder Jangka Panjang Mulai Menahan Diri
Menariknya, pemegang Bitcoin jangka panjang juga mulai menghentikan aksi jual. Setelah enam bulan melakukan distribusi, jumlah koin yang dilepas kini melambat, menandakan potensi fase akumulasi baru.
Data On-Chain dan Arus Modal
Data dari platform analitik on-chain Nansen menunjukkan:
- Jumlah alamat Bitcoin aktif naik sekitar 5,5% dalam 24 jam terakhir
- Jumlah transaksi justru turun hampir 30%
Kondisi ini mengindikasikan peningkatan minat, meski aktivitas transaksi belum sepenuhnya pulih.
Sementara itu, laporan yang dikutip oleh Bloomberg mencatat arus keluar dari ETF Bitcoin spot mencapai sekitar USD 6 miliar sepanjang kuartal IV 2025. Arus keluar ini turut menahan pergerakan BTC di bawah USD 90.000 hingga akhir Desember.
Dinamika Global dan Sentimen Pasar
Likuiditas tipis akibat musim liburan juga memengaruhi pasar Asia:
- Volume perdagangan di Hong Kong berada di bawah rata-rata tahunan
- Beberapa bursa melakukan penutupan lebih awal
- Investor cenderung menahan risiko
Di sisi lain, pasar saham global justru mencatat kinerja positif, dengan indeks ekuitas dunia mencetak rekor baru. Risalah rapat Federal Reserve juga menunjukkan perdebatan internal terkait arah suku bunga, dengan pasar masih memperkirakan kebijakan cenderung bertahan dalam waktu dekat.
Outlook Bitcoin Menuju Awal 2026
Menjelang 2026, pertanyaan utama di pasar kripto cukup sederhana:
- Apakah arus dana baru akan kembali masuk di Januari?
- Atau justru likuiditas tipis membuat harga Bitcoin tetap bergerak sideways?
Selama BTC mampu mempertahankan area pertengahan USD 80.000, struktur pasar masih relatif terjaga. Banyak analis menilai fase ini sebagai periode “pengujian kesabaran” sebelum arah baru terbentuk.
Seperti dikemukakan oleh sejumlah pengamat pasar, pergerakan harga sering kali mendahului narasi besar yang muncul belakangan.
Jika likuiditas berbalik dan struktur teknikal terkonfirmasi, Bitcoin berpotensi kembali memimpin pasar, diikuti aset kripto lain.
Harga Bitcoin yang bertahan di kisaran USD 88.000 mencerminkan pasar yang masih penuh kehati-hatian, bukan kehilangan arah.
Tekanan makro, arus keluar ETF, dan likuiditas tipis memang menjadi tantangan, namun data on-chain dan perilaku holder jangka panjang memberi sinyal bahwa peluang rebound belum tertutup.