Harga Bitcoin Hari Ini, Analis Prediksi Arah BTC 2025 Bisa Tembus $107.000

7 Desember 2025 10:00
Bagikan :
Ilustrasi tulip bubble. (Ist)

DOYANDUIT – Harga Bitcoin hari ini bergerak di kisaran $89.524, naik 0,31% dalam 24 jam terakhir meski volatilitas pasar masih tinggi. Berdasarkan data Bitstamp, pergerakan BTC dalam sepekan masih melemah 1,44%, dan dalam satu bulan terkoreksi 11,61%, menunjukkan periode konsolidasi selama awal kuartal.

Namun secara tahunan, BTC hanya turun 4,10%, menandakan struktur pasar jangka panjang masih terjaga. Banyak analis menilai kondisi ini bukan tanda kehancuran, melainkan fase wajar setelah reli besar tahun lalu.

Apakah Bitcoin sedang menuju siklus bullish baru atau justru berisiko mengalami penurunan lanjutan? Berdasarkan analisis 2025, kecenderungan pasar menunjukkan skenario campuran: harga berada di zona kritis, tetapi indikator on-chain memperlihatkan permintaan kuat yang tidak tercermin sepenuhnya pada grafik harian.

Bitcoin Tidak Bisa Lagi Disamakan dengan Tulip Mania

Perbandingan Bitcoin dengan “Tulip Bubble” sering menjadi argumen mudah bagi pihak yang meragukan aset kripto. Namun analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menegaskan bahwa analogi tersebut sudah tidak relevan.

“Saya pribadi tidak akan membandingkan Bitcoin dengan tulip, seberapa pun buruknya aksi jualnya,” ujar Balchunas.

Ia menjelaskan bahwa gelembung tulip terjadi hanya dalam rentang tiga tahun dan langsung runtuh tanpa pernah pulih. Sementara itu, Bitcoin telah mengalami 6–7 kali kejatuhan besar, namun tetap berhasil mencapai rekor tertinggi baru dan bertahan selama 17 tahun.

Selain itu, BTC bahkan masih naik 250% dalam tiga tahun terakhir, dan tumbuh 122% pada tahun sebelumnya, angka yang jelas menunjukkan keberlanjutan, bukan gelembung sesaat.

Balchunas menambahkan:

“Sebagian orang memang membenci aset ini dan sengaja ingin memicu kemarahan mereka yang menyukainya. Itu mungkin tidak akan berubah.”

Perbandingan tulip semakin terlihat tidak masuk akal jika meninjau sejarah sebenarnya. Pada masa keemasan Belanda, mania tulip hanya berlangsung singkat sebelum harga jatuh 90% dalam hitungan minggu. Tidak ada pemulihan atau siklus ulang seperti yang terjadi pada Bitcoin.

Sebagai konteks, analis Garry Krug menegaskan:

“Gelembung tidak akan bertahan melewati banyak siklus, regulasi, gejolak geopolitik, dan kegagalan bursa, lalu kembali mencetak rekor tertinggi.”

Indikator On-Chain “Liveliness” Menunjukkan Aktivitas Bullish

Salah satu indikator teknikal yang sedang menarik perhatian adalah liveliness, yaitu metrik yang mengukur aktivitas transaksi jangka panjang terhadap aktivitas holding. Indikator ini kerap meningkat ketika pasar memasuki fase bull run.

Analis on-chain TXMC menyebutkan:

“Liveliness terus naik meski harga lebih rendah. Ini menunjukkan adanya permintaan dasar yang tidak terlihat di grafik harga.”

Indikator ini naik ketika banyak koin lama kembali bergerak, menandakan masuknya modal baru dan rotasi kepemilikan. Hal ini sejalan dengan pengamatan analis James Check, yang menilai kenaikan liveliness tahun ini jauh lebih kuat dibandingkan siklus 2017.

“Nilai yang berpindah kini berada di skala miliaran dolar, bukan lagi ratusan hingga ribuan seperti 2017,” ujarnya.

Menurut Check, ini bisa menjadi tanda terjadinya salah satu rotasi modal terbesar dalam sejarah Bitcoin, memperlihatkan bahwa investor besar mempersiapkan diri terhadap potensi pergerakan besar berikutnya.

Konsolidasi Harga: BTC di Zona Penentuan

Selama 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak stabil dan sempat turun di bawah $89.000 sebelum kembali naik tipis. Analis Michaël van de Poppe menilai area $86.000–$92.000 masih termasuk “zona kebisingan” yang belum menunjukkan arah pasti.

Ia menambahkan:

“Jika $92.000 diuji, saya kira itu akan tembus. Kalau tidak, bersiaplah kemungkinan tes ulang ke area $80.000 bawah.”

Menurutnya, pasar sedang mendekati fase pembentukan dasar harga sebelum berpotensi menguat menuju akhir tahun dan kuartal pertama.

Dua Skenario: Rebound Menuju $107.000 atau Koreksi ke $71.000

Skenario Bullish: Rebound dari Zona Support

Analis Kamile Uray mencatat bahwa BTC gagal mempertahankan level $90.720, memicu penurunan seperti yang diprediksinya. Support terdekat kini berada di $87.644, dengan support lebih dalam di $83.822–$82.477.

Jika pembeli mampu mempertahankan zona ini, BTC berpotensi kembali naik, lalu menembus garis tren turun harian. Jika breakout terjadi, target berikutnya adalah:

  • $98.200
  • $107.500

Breakout di atas $107.500 akan menjadi sinyal kuat bahwa tren naik jangka panjang kembali aktif. Pada titik inilah banyak trader mulai mempertimbangkan entry baru.

Skenario Bearish: Tekanan Turun ke $71.000

Namun, Uray mengingatkan bahwa jika BTC menutup candle harian di bawah $82.477, struktur pasar akan melemah signifikan. Dalam kondisi tersebut, harga berisiko turun kembali menuju zona penting $74.496–$71.237, yaitu area support historis sejak November 2024.

Menurut banyak analis, area tersebut menjadi benteng pertahanan terakhir sebelum tren bullish jangka menengah rusak.

Analis lain, Crypto Candy, juga menekankan pentingnya zona $86.000–$87.500. Jika jebol, BTC berpotensi mengalami koreksi lebih dalam sebelum menemukan keseimbangan baru.

Ringkasan dan Tabel Singkat Posisi Pasar

Rentang Waktu Perubahan Harga BTC
24 jam +0,33%
1 minggu −1,44%
1 bulan −11,61%
6 bulan −18,84%
YTD −4,10%

Tabel ini menegaskan bahwa pergerakan Bitcoin saat ini lebih mencerminkan fase pendinginan pasar daripada tren bearish besar.

Bitcoin 2025 di Persimpangan, Peluang Masih Terbuka Lebar

Analisis Bitcoin 2025 menunjukkan bahwa pasar sedang berada di titik kritis. Konsolidasi di area $86.000–$92.000 belum memberikan sinyal pasti, tetapi indikator on-chain seperti liveliness memperlihatkan adanya permintaan kuat dari pelaku pasar jangka panjang.

Dibandingkan dengan Tulip Mania, Bitcoin sudah membuktikan ketahanannya selama 17 tahun dan terus pulih dari berbagai gejolak.

Dengan memahami konteks fundamental dan teknikal ini, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas saat menghadapi dinamika pasar kripto.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050