Harga Bitcoin Hari Ini Bertahan di Area USD 93.000, Aktivitas Whale Naik Saat Likuiditas Global Masih Terbatas

6 Januari 2026 10:00
Bagikan :
Pergerakan harga Bitcoin dan kapitalisasi pasar kripto masih stabil di tengah aktivitas besar whale. (TradingView)

DOYANDUIT – Harga Bitcoin pada perdagangan terbaru berada di area USD 93.751 dengan koreksi tipis sekitar 0,13%. Secara harian, pergerakan relatif datar, tetapi dalam skala mingguan Bitcoin masih mencatat kenaikan 7,62%, menandakan sentimen jangka pendek yang tetap konstruktif.

Namun, jika ditarik lebih panjang, performanya terlihat lebih kompleks. Dalam enam bulan terakhir, Bitcoin masih turun 15,78%, sementara secara year to date tercatat naik 7,15%.

Angka ini menunjukkan bahwa pasar kripto memasuki fase transisi, bukan euforia penuh seperti yang biasa terjadi di akhir siklus bullish.

Situasi ini menjadi latar penting saat data on-chain menunjukkan adanya perubahan perilaku investor besar atau whale.

Arus Dana Whale ke Bursa Menguat, Apa Artinya?

Dalam sepekan terakhir, Whale kripto memindahkan sekitar USD 2,4 miliar dalam bentuk Bitcoin dan Ether ke salah satu bursa kripto terbesar. Data dari penyedia analitik on-chain menunjukkan bahwa ukuran setoran individual meningkat tajam.

Rata-rata transfer ke bursa yang sebelumnya berada di kisaran 8–10 BTC melonjak ke sekitar 22–26 BTC. Sebaliknya, rata-rata penarikan dari bursa justru menurun, berada di rentang 5,5–8,3 BTC.

Pola ini mengindikasikan perubahan strategi. Aset yang sebelumnya cenderung disimpan dalam cold storage kini lebih banyak berada di bursa, sehingga lebih siap diperdagangkan.

Menurut analis on-chain, “perpindahan besar ke bursa umumnya mencerminkan persiapan jual atau penggunaan aset sebagai jaminan di pasar derivatif.” Dengan kata lain, suplai potensial meningkat, sementara sinyal permintaan baru belum terlihat kuat.

Setoran Besar tanpa Dukungan Aliran Stablecoin

Hal penting lain yang diamati adalah arus stablecoin yang relatif datar. Dalam periode yang sama, arus bersih stablecoin hanya mencatat inflow sekitar USD 42 juta.

Angka ini dinilai lebih banyak berasal dari perpindahan antar jaringan, seperti Ethereum ke Tron, bukan dari masuknya modal baru ke pasar kripto.

Kondisi ini memperkuat kesimpulan bahwa kenaikan harga Bitcoin saat ini belum didorong oleh daya beli segar. Tanpa dukungan likuiditas baru, reli harga cenderung lebih rapuh dan mudah tertahan oleh tekanan jual.

 

Geopolitik Global Ikut Mempengaruhi Arah Pasar

Dari sisi makro, pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Ketegangan geopolitik meningkat setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Di saat yang sama, aset lindung nilai tradisional seperti emas melonjak ke atas USD 4.400 per ounce, sementara perak sempat naik hingga 4,8%. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya permintaan aset aman di tengah ketidakpastian global.

Menurut pelaku pasar kripto, kenaikan Bitcoin beberapa waktu terakhir sebagian didorong oleh minimnya tekanan jual dari miner dan pemegang besar, bukan oleh lonjakan permintaan ritel.

Tekanan Jual vs Permintaan Tipis

Analis kini menyoroti ketidakseimbangan yang muncul. Di satu sisi, setoran besar ke bursa menunjukkan kesiapan jual. Di sisi lain, data akumulasi menunjukkan bahwa pembelian bersih oleh investor besar relatif stagnan sejak Oktober.

Kombinasi ini menciptakan kondisi di mana setiap kenaikan harga berpotensi langsung dihadapkan pada aksi ambil untung. Reli tetap mungkin terjadi, tetapi ruang geraknya cenderung terbatas selama permintaan baru belum benar-benar masuk.

Siklus Bitcoin Kali Ini Berbeda dari Sebelumnya

Menariknya, siklus Bitcoin saat ini menantang banyak asumsi lama. Dalam analisis yang dibagikan oleh analis kripto Sykodelic, pergerakan harga Bitcoin dinilai tidak lagi mengikuti pola klasik siklus empat tahunan berbasis likuiditas ekstrem.

Pada bull market 2020–2021, puncak harga Bitcoin sejalan dengan ekspansi likuiditas global yang agresif. Ketika likuiditas mencapai titik tertinggi, harga Bitcoin pun membentuk parabola tajam sebelum berbalik ke fase bearish.

Kali ini, strukturnya berbeda. Likuiditas global justru bergerak datar saat Bitcoin sempat mencetak rekor harga baru di atas USD 126.000. Bahkan, likuiditas saat ini masih berada di sekitar level dasar pasar bearish 2022.

Fakta bahwa Bitcoin mampu naik dari kisaran USD 15.000 ke atas USD 100.000 tanpa dukungan likuiditas besar disebut sebagai anomali historis.

Parabola Tertunda, Bukan Dibatalkan

Absennya lonjakan parabolik membuat sebagian pelaku pasar menduga siklus sudah mendekati akhir. Namun, interpretasi lain menyebutkan bahwa Bitcoin justru sedang memantul dari titik terendah likuiditas.

Siklus ini didukung oleh sumber permintaan struktural baru, seperti ETF Bitcoin spot yang menghadirkan arus institusional berkelanjutan, serta adopsi di level negara yang mengubah posisi Bitcoin dalam portofolio investasi global.

Di sisi lain, booming saham berbasis kecerdasan buatan menyerap banyak likuiditas, sehingga dana tidak sepenuhnya mengalir ke altcoin maupun kripto secara agresif seperti siklus sebelumnya.

Ketika kebijakan pengetatan moneter mulai mereda dan likuiditas global kembali meningkat, potensi fase parabolik dinilai masih terbuka.

Saham Kripto Ikut Menguat, Sentimen Mulai Pulih

Pemulihan pasar kripto juga tercermin di saham perusahaan terkait. Sejumlah perusahaan kripto publik di Amerika Serikat mencatat kenaikan dua digit dalam satu hari perdagangan.

Perusahaan infrastruktur kripto, perusahaan treasury Bitcoin, hingga perusahaan mining mencatat penguatan signifikan. Menariknya, banyak di antara perusahaan mining tersebut kini mengalihkan sebagian model bisnisnya untuk mendukung kebutuhan komputasi kecerdasan buatan.

Bursa kripto besar juga ikut menguat, mencerminkan kembalinya minat pasar setelah periode libur yang relatif sepi.

Kapitalisasi Pasar Kripto Naik, Tapi Tetap Rentan

Dalam 24 jam terakhir, kapitalisasi pasar kripto global naik sekitar 1,3% menjadi hampir USD 3,3 triliun. Bitcoin sendiri mencatat kenaikan lebih dari 7% sejak awal Januari, meski mulai mendingin setelah menyentuh level tertinggi harian di atas USD 94.600.

Ether dan XRP juga mencatat kenaikan signifikan, menandakan perbaikan sentimen secara luas. Namun, analis menilai pemulihan ini masih berada dalam fase konsolidasi yang rapuh.

Menurut analis data on-chain, tekanan jual di pasar spot memang menurun, sementara volume mulai meningkat secara moderat. Meski demikian, permintaan yang belum sepenuhnya pulih membuat pasar tetap sensitif terhadap volatilitas dan aksi ambil untung.

Waspada, Tapi Tidak Panik

Data terbaru menunjukkan bahwa risiko tekanan ke bawah meningkat, tetapi belum mengarah pada skenario kejatuhan besar.

Pergerakan harga Bitcoin saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal dan dinamika lintas pasar dibandingkan dorongan permintaan kripto murni.

Selama aliran stablecoin belum menguat dan akumulasi belum kembali konsisten, potensi kenaikan besar kemungkinan bersifat bertahap.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050