Harga Bitcoin Naik ke US$60.748 pada 2 Juli 2026, Bull Trap atau Lanjut Nanjak?

2 Juli 2026 11:00
Bagikan :
Bitcoin menguat ke kisaran US$60.748, namun sentimen pasar masih dibayangi suku bunga tinggi dan keluarnya dana dari ETF. (TradingView)

DOYANDUIT – Bitcoin mencatat kenaikan tipis pada perdagangan Asia dan diperdagangkan di kisaran US$60.748. Kenaikan sekitar 1,3 persen ini memberi sedikit napas bagi investor setelah beberapa pekan tekanan jual yang cukup kuat.

Meski begitu, suasana pasar belum benar-benar membaik. Dalam sebulan terakhir, Bitcoin masih turun hampir 15 persen, sementara secara tahunan penurunannya mencapai lebih dari 42 persen. Kondisi ini membuat banyak pelaku pasar memilih bersikap hati-hati dibanding agresif melakukan akumulasi.

Sejumlah analis menilai volatilitas Bitcoin masih akan tetap tinggi dalam waktu dekat. Bahkan, ada indikasi sebagian investor mulai kehilangan keyakinan setelah harga gagal menunjukkan pemulihan yang konsisten.

Mengapa Harga Bitcoin Naik Hari Ini?

Salah satu pemicu penguatan Bitcoin datang dari komentar pejabat Federal Reserve terkait inflasi yang masih bertahan di level tinggi.

Pasar menafsirkan pernyataan tersebut sebagai sinyal bahwa tekanan inflasi belum sepenuhnya terkendali. Dalam beberapa periode sebelumnya, aset seperti Bitcoin sering dianggap sebagai alternatif lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang akibat inflasi.

Namun kenaikan kali ini masih tergolong terbatas.

Berdasarkan pengamatan sejumlah trader, sentimen positif tersebut belum cukup kuat untuk mengubah arah tren yang lebih besar. Banyak investor masih menunggu kepastian terkait kebijakan suku bunga Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan.

Suku Bunga Tinggi Masih Menjadi Tantangan

Salah satu faktor yang paling banyak diperhatikan pasar saat ini adalah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Yield obligasi Treasury tenor lima tahun tercatat naik hingga 4,22 persen. Ketika obligasi menawarkan imbal hasil lebih tinggi, sebagian investor cenderung mengalihkan dana dari aset berisiko seperti saham teknologi dan kripto menuju instrumen yang dianggap lebih aman.

Dalam praktiknya, kondisi ini sering menjadi hambatan bagi Bitcoin.

Banyak investor institusi lebih tertarik memperoleh imbal hasil pasti dibanding menyimpan aset yang tidak menghasilkan bunga atau dividen.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Semakin Menguat

Data pasar menunjukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat cukup tajam.

Sebulan lalu probabilitas kenaikan suku bunga hanya sekitar 23 persen. Kini angkanya melonjak menjadi sekitar 64 persen.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada dua hal:

  • Dolar AS semakin kuat
  • Obligasi menjadi lebih menarik
  • Minat terhadap aset alternatif berkurang
  • Investor cenderung mengurangi eksposur risiko

Arus Keluar ETF Bitcoin Masih Berlanjut

Faktor lain yang cukup mengkhawatirkan adalah berlanjutnya arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot yang diperdagangkan di Amerika Serikat.

Bagi banyak pelaku pasar, ETF sering dianggap sebagai indikator minat investor institusi. Ketika dana terus keluar dari produk tersebut, muncul persepsi bahwa kepercayaan terhadap prospek jangka pendek Bitcoin sedang melemah.

Sejumlah pengguna komunitas kripto bahkan mengaku lebih sering menemukan sentimen pesimistis dibanding optimisme dalam beberapa pekan terakhir.

Fenomena ini menciptakan efek berantai.

Saat harga turun, investor menjadi ragu. Ketika keraguan meningkat, tekanan jual bertambah. Akibatnya harga semakin sulit bangkit.

Faktor Strategy dan Kekhawatiran Pasar

Perusahaan Strategy, yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia, juga menjadi perhatian pasar.

Pengumuman perusahaan untuk menggalang dana tunai memunculkan kekhawatiran baru. Sebagian investor takut langkah tersebut bisa membuka peluang terjadinya penjualan aset dalam jumlah besar di masa depan.

Walaupun skenario tersebut belum terjadi, pasar cenderung bereaksi lebih cepat terhadap potensi risiko dibanding kabar positif.

Dalam beberapa kasus sebelumnya, rumor terkait penjualan Bitcoin oleh institusi besar sering memicu tekanan psikologis yang cukup signifikan.

Apakah Sektor AI Bisa Menjadi Penolong Bitcoin?

Menariknya, ada satu faktor yang mulai diperhatikan analis.

Setelah mengalami reli besar sepanjang tahun terakhir, sebagian saham sektor kecerdasan buatan (AI) mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Beberapa emiten semikonduktor bahkan mengalami koreksi tajam setelah muncul rencana ekspansi kapasitas dari para pesaingnya.

Jika momentum saham AI mulai melemah, sebagian dana investasi berpotensi mencari peluang baru di aset lain, termasuk emas dan Bitcoin.

Namun untuk saat ini, skenario tersebut masih sebatas kemungkinan dan belum terlihat jelas dalam arus modal pasar.

Ringkasan Faktor yang Memengaruhi Bitcoin Saat Ini

Faktor Dampak ke Bitcoin
Inflasi AS yang tinggi Positif terbatas
Potensi kenaikan suku bunga Negatif
Penguatan dolar AS Negatif
Arus keluar ETF Bitcoin Negatif
Tekanan jual institusi Negatif
Pelemahan sektor AI Potensi positif

Level US$60.000 Masih Menjadi Ujian Penting

Meski Bitcoin berhasil bertahan di atas US$60.000, level ini belum bisa dianggap aman sepenuhnya.

Saat ini harga BTC masih berada sekitar 53 persen di bawah rekor tertinggi yang pernah dicapai. Fakta tersebut membuat banyak investor memilih menunggu konfirmasi arah pasar sebelum mengambil posisi besar.

Berdasarkan pengalaman siklus pasar sebelumnya, area psikologis seperti US$60.000 sering menjadi titik pertarungan antara pembeli dan penjual.

Jika tekanan makroekonomi terus meningkat, perjalanan menuju US$65.000 kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan pelaku pasar.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050