Harga BTC Terseok ke US$109.990 setelah Fed Pangkas Suku Bunga 0,25%, Benarkah Ada Stagflasi?

30 Oktober 2025 15:00
Bagikan :
Bitcoin bergerak melemah ke US$109.990 setelah Fed kembali memangkas suku bunga. (TradingView)

DOYANDUIT – Pemangkasan suku bunga Federal Reserve sebesar 0,25% pada putaran terbaru ini seharusnya menenangkan pasar.

Berdasarkan data ekonomi 2025, langkah ini adalah pemotongan kedua dalam tahun berjalan dan menjadi sinyal kuat bahwa fokus Fed bergeser dari menahan inflasi menuju menjaga pertumbuhan.

Namun realitas berkata lain: pasar tidak merespons dengan euforia, termasuk Bitcoin yang kembali melemah.

Pada perdagangan hari ini, berdasarkan data BTCUSD di OANDA pada pukul 17.14 GMT+7, harga Bitcoin berada di US$109.990, turun US$48 atau sekitar –0,04%.

Meski penurunan terlihat tipis dalam sehari, sentimen pasar tetap rapuh. Secara performa jangka panjang, Bitcoin sebenarnya masih kuat:

  • 1 minggu: +2,26%
  • 1 bulan: –3,81%
  • 6 bulan: +13,49%
  • Year-to-date: +17,84%
  • 1 tahun: +51,25%

Dengan performa tersebut, penurunan harga bukan berasal dari pelemahan fundamental Bitcoin, melainkan dari kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi AS setelah keputusan The Fed.

Fed Pangkas Suku Bunga 0,25% dan Resmi Stop QT

Pemotongan suku bunga kali ini menandai perubahan arah kebijakan. The Fed kini tampak lebih fokus pada menjaga ekonomi tetap berputar di tengah tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja.

Keputusan penting lainnya: program Quantitative Tightening (QT) resmi dihentikan mulai 1 Desember. Artinya, Fed tidak lagi menarik likuiditas dari pasar dan siap mempertahankan bahkan menambah aset, sebuah sinyal stimulus yang biasanya disukai pasar.

Seorang analis keuangan menyebut kebijakan ini sebagai “titik pivot yang paling jelas dalam dua tahun terakhir”.

Namun, mengapa pasar kripto dan saham tetap bergerak turun?

Perpecahan Internal: Dovish vs Hawkish

Notulen pertemuan Fed mencatat perbedaan pandangan tajam:

  • Dovish (pro pemotongan lebih besar): Anggota Miran mengusulkan pemangkasan hingga 0,5% agar perekonomian cepat pulih.
  • Hawkish (menolak pemotongan): Anggota Schmid menilai inflasi masih mengandung risiko dan menahan bunga adalah langkah paling aman.

Perdebatan ini menunjukkan satu hal: Fed sedang berada di “zona abu-abu”, mencoba menolong ekonomi tapi tidak ingin melepaskan kontrol inflasi.

Kenapa Bitcoin Malah Turun?

Harusnya suku bunga turun = sentimen positif untuk aset berisiko. Tapi pidato Jerome Powell membawa nada berbeda.

“Inflasi masih jauh dari target, dan sejumlah indikator tenaga kerja menunjukkan pelemahan yang perlu diwaspadai.”

Dengan kata lain, pemotongan suku bunga bukan karena ekonomi sudah aman, tetapi karena ekonomi justru mulai melemah. Inilah yang membuat pasar defensif. Investor memilih mengurangi eksposur pada aset volatil seperti BTC.

Tidak heran harga Bitcoin turun ke US$109.990, meski hanya –0,04% hari ini. Pasar tidak takut pada suku bunga; pasar takut pada stagflasi.

Ancaman Stagflasi Mulai Diwaspadai

Stagflasi = inflasi tetap tinggi + pertumbuhan melambat.

Skenario ini buruk karena:

  • suku bunga sudah dipangkas,
  • likuiditas sudah dilonggarkan,
  • tapi pertumbuhan ekonomi tetap lemah.

Tanda-tanda yang dilihat investor:

  • Data tenaga kerja melemah
  • Inflasi masih di atas target Fed
  • Fed mulai bersikap “defensif” terhadap ekonomi

 

Dampaknya Ke Depan: Apa yang Mungkin Terjadi?

Jangka Pendek

  • Pasar tetap volatil
  • Data ekonomi akan jadi faktor utama penggerak harga BTC
  • Investor ritel kemungkinan menunggu kejelasan inflasi sebelum membeli agresif

Jangka Menengah

  • Jika inflasi perlahan turun, Bitcoin berpotensi kembali bullish
  • Jika inflasi naik lagi, Fed dapat menaikkan bunga ulang, dan pasar kembali tertekan
  • Risiko resesi membuat investor lebih berhati-hati

Perbandingan Singkat: Data Utama Hari Ini

Faktor Data Dampak
Suku bunga Fed Turun 0,25% Harusnya positif, tapi sentimen negatif
QT Dihentikan Likuiditas naik
Harga BTCUSD US$109.990 Turun –0,04% harian
Inflasi Masih tinggi Kekhawatiran stagflasi
Tenaga kerja Melemah Ancaman resesi meningkat

Bitcoin Jatuh Bukan Karena Lemah, Tapi Karena Pasar Takut

Pemotongan suku bunga biasanya memberi angin segar bagi Bitcoin, namun tidak ketika pasar menangkap sinyal bahaya dari pidato Powell.

Dengan inflasi belum terkendali dan ekonomi melemah, investor memilih menahan diri. Meski begitu, performa tahunan Bitcoin masih mengesankan: lebih dari +50% dalam 12 bulan terakhir.

Dengan memahami hubungan antara kebijakan moneter dan harga Bitcoin, kamu bisa mengambil keputusan investasi lebih bijak dan tidak hanya terpancing euforia jangka pendek.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050