Harga Kripto Anjlok setelah Trump Ancam Kenaikan Tarif Besar-besaran untuk China

11 Oktober 2025 13:00
Bagikan :
Pernyataan tarif baru Donald Trump terhadap China mengguncang pasar global, membuat Bitcoin turun di bawah $117.000 dan saham kripto anjlok hingga 10%. (Tradingview)

DOYANDUIT – Kabar dari Washington pada Jumat, 10 Oktober, kembali mengguncang pasar global. Presiden Donald Trump menyampaikan rencana untuk menerapkan “kenaikan tarif besar-besaran” terhadap impor asal China.

Langkah ini diumumkan setelah Beijing memperketat ekspor bahan baku langka yang penting bagi industri teknologi dan pertahanan Amerika Serikat.

Pernyataan Trump langsung menghidupkan kembali bayangan perang dagang yang sempat mereda sejak beberapa tahun lalu.

“Kami tidak akan lagi membiarkan China mengambil keuntungan atas industri Amerika,” ujar Trump dalam konferensi pers singkat di Gedung Putih. Ucapan itu sontak memicu gelombang kepanikan di pasar modal dan aset digital.

Tak butuh waktu lama, suasana “risk-off” langsung mendominasi. Investor memilih menarik dana dari aset berisiko seperti kripto dan saham teknologi, beralih ke aset aman seperti emas yang naik lebih dari 1% dalam sehari.

Bitcoin dan Ethereum Terpukul

Bitcoin yang awal pekan sempat mencetak rekor di atas $119.000 kini harus menyerah hingga level $110.000, turun hampir 9,8% dalam satu minggu. Menurut data pasar, BTC saat ini diperdagangkan di kisaran $110.389 dengan kapitalisasi mencapai sekitar $2,2 triliun.

Ethereum juga mengalami tekanan berat dengan penurunan lebih dari 16% dalam satu minggu, menembus titik $3.763. Sementara itu, Solana turun hingga $182, turun sekitar 21% pada grafik mingguna. Ketiganya mencatat koreksi tajam setelah reli panjang dalam dua bulan terakhir.

Sejumlah analis menilai aksi jual kali ini bukan semata akibat komentar Trump, melainkan juga cerminan meningkatnya kekhawatiran makroekonomi global. Likuiditas pasar yang ketat dan penguatan dolar AS menambah tekanan terhadap aset berisiko.

“Pernyataan Trump hanyalah pemicu,” jelas seorang analis pasar digital di New York. “Investor sebenarnya sudah khawatir dengan prospek pertumbuhan ekonomi dan lambatnya respons regulator selama penutupan pemerintahan.”

Saham Kripto dan Indeks Wall Street Kompak Melemah

Efek domino juga terasa di pasar saham. Saham-saham kripto seperti Coinbase, Robinhood, dan MicroStrategy anjlok antara 5 hingga 10%.

Kondisi serupa terjadi pada indeks saham utama AS. S&P 500 ditutup turun 2,71%, Dow Jones kehilangan hampir 900 poin, dan Nasdaq Composite merosot paling tajam hingga 3,56%.

Para pelaku pasar menilai, komentar Trump mengingatkan pada momen “Liberation Day” di awal April, ketika ia juga menyampaikan rencana tarif terhadap China yang memicu volatilitas besar. Kini, ketegangan kembali muncul, dan investor bereaksi cepat dengan menjual aset berisiko.

Kenaikan harga emas menjadi bukti bahwa aset tradisional ini tetap menjadi pelarian utama saat gejolak ekonomi meningkat. Sementara itu, minyak justru turun ke posisi terendah lima bulan, menandakan kekhawatiran terhadap permintaan global.

Penutupan Pemerintahan AS dan Hambatan Regulasi

Situasi pasar yang tidak menentu diperburuk oleh penutupan sebagian lembaga pemerintahan AS yang sudah memasuki hari ke-10. Akibatnya, lembaga penting seperti Securities and Exchange Commission (SEC) beroperasi dengan staf terbatas.

Dalam pernyataannya pada 10 Oktober, SEC mengonfirmasi bahwa banyak proses peninjauan dan persetujuan, termasuk pengajuan produk kripto, tertunda hingga pendanaan kembali disetujui. Kondisi ini membuat proyek-proyek aset digital yang sedang menunggu restu regulator harus menunda langkahnya.

“Sebagian besar aktivitas normal kami, termasuk evaluasi terhadap produk investasi digital, akan tetap tertunda,” ujar juru bicara SEC dalam pernyataan resminya. Pernyataan ini memperjelas betapa lemahnya dukungan struktural bagi industri kripto di tengah ketidakpastian politik.

Ketegangan Global dan Arah Pasar Berikutnya

Kombinasi antara ancaman tarif dagang, penutupan pemerintahan, dan kelesuan ekonomi global membuat pasar keuangan menghadapi tekanan berlapis. Sentimen investor kembali bergeser ke arah kehati-hatian ekstrem.

Data historis menunjukkan bahwa Bitcoin cenderung volatil dalam periode ketidakpastian geopolitik. Namun, kali ini korelasi antara kripto dan saham teknologi semakin kuat, menunjukkan bahwa aset digital belum sepenuhnya menjadi “safe haven” seperti emas.

Beberapa analis memperkirakan pemulihan harga kripto baru akan terjadi setelah ada kejelasan terkait kebijakan fiskal dan perdagangan AS–China.

Jika negosiasi dagang kembali dilakukan, kemungkinan pasar kripto dapat bangkit bersama indeks saham global. Namun, bila ketegangan meningkat, koreksi lanjutan tidak bisa dihindari.

Emas Jadi Satu-Satunya Tempat Aman

Kenaikan harga emas lebih dari 1% dalam sehari menjadi sinyal bahwa investor kembali mencari perlindungan.

Sementara aset digital dan saham teknologi mengalami aksi jual masif, logam mulia kembali membuktikan statusnya sebagai penyelamat klasik di tengah gejolak pasar.

Perpindahan modal dari kripto ke emas menunjukkan bahwa persepsi terhadap risiko di pasar digital masih tinggi.

Walau banyak yang percaya Bitcoin dapat berperan sebagai penyimpan nilai jangka panjang, sentimen jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh berita politik dan kebijakan makro.

Pasar kini menunggu apakah ancaman tarif Trump akan benar-benar diterapkan atau hanya strategi negosiasi politik. Selama ketidakpastian itu belum mereda, volatilitas tinggi tampaknya masih akan menjadi tema utama di dunia keuangan, baik di Wall Street maupun di pasar kripto.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050