Harga Token Meteora MET Turun 34% usai TGE, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

24 Oktober 2025 10:00
Bagikan :
Airdrop MET Selesai, Harga Langsung Anjlok: Apa yang Terjadi di Baliknya? (CoinMarketCap)

DOYANDUIT – Pada Jumat, 24 Oktober 2025 pukul 09.25 WIB, harga Meteora (MET) tercatat di US$ 0,5894 menurut data CoinMarketCap, turun sekitar 34,5 % paska TGE.

Kapitalisasi pasarnya masih bertahan di level US$ 282,9 juta dengan volume perdagangan 24 jam mencapai US$ 77,8 juta, setara dengan 27,6 % dari nilai pasarnya.

Dari total pasokan 1 miliar token MET, sekitar 480 juta MET sudah beredar, artinya hampir setengah dari total supply kini berada di pasar.

Kondisi ini menarik perhatian pelaku pasar karena jarang ada proyek DeFi besar yang langsung melepas hampir separuh pasokan tokennya di hari pertama tanpa masa “vesting” sama sekali. Tak heran, volatilitas MET melonjak drastis.

Dari Mercurial Finance ke Meteora, Perjalanan Panjang Menuju TGE

Meteora bukan pemain baru di dunia DeFi Solana. Sebelumnya, proyek ini dikenal sebagai Mercurial Finance, yang sempat terdampak keras oleh kolapsnya FTX pada 2022. Banyak token MER milik pengguna terjebak di bursa tersebut.

Rebranding menjadi Meteora merupakan langkah untuk memulihkan kepercayaan dan memperkenalkan sistem baru yang lebih efisien. Dalam acara Token Generation Event (TGE) yang digelar 23 Oktober 2025 pukul 13.00 UTC, tim Meteora merilis 480 juta token MET (sekitar 48 % dari total supply) tanpa periode penguncian.

Langkah berani ini menuai reaksi beragam. Di satu sisi, komunitas memuji transparansi dan komitmen proyek terhadap desentralisasi likuiditas. Namun di sisi lain, banyak analis memperingatkan potensi dumping besar-besaran dari pemegang awal atau penerima airdrop.

Teknologi Inti yang Membuat Meteora Berbeda

Meteora menonjol berkat teknologi Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM) yang mampu menyesuaikan likuiditas secara otomatis sesuai volatilitas harga. Fitur ini membantu menjaga efisiensi modal dan menekan selisih harga jual-beli di pasar (slippage).

Selain itu, sistem Vault dinamis milik Meteora memungkinkan pengguna menempatkan likuiditas lintas protokol secara efisien, memperbesar peluang imbal hasil bagi penyedia likuiditas.

Berdasarkan data internal, sejak Februari 2023, Meteora telah memproses lebih dari US$ 208 miliar volume transaksi dan menghasilkan US$ 3,9 juta biaya harian, delapan kali lipat dibandingkan kompetitornya, Raydium.

Mengapa Harga MET Turun Setelah Launching?

Tekanan Jual dari Airdrop Besar

Faktor utama penurunan harga MET adalah distribusi token yang sangat besar di awal. Hampir setengah pasokan langsung “unlocked”, memungkinkan banyak penerima airdrop menjual tokennya segera.

Tekanan jual ini menekan harga dari level awal di atas US$ 0,90 menjadi sekitar US$ 0,59 dalam dua hari.

Sentimen Pasar dan Gugatan Hukum

Tak hanya faktor teknis, Meteora juga masih dibayangi gugatan hukum di AS terkait dugaan penipuan investasi yang menyeret mantan CEO, Benjamin Chow. Meski ia sudah mundur sejak Februari 2025, kasus ini tetap memengaruhi reputasi proyek.

Menurut laporan CryptoPotato, kasus tersebut menjadi perhatian serius investor karena menyangkut kredibilitas manajemen.

Kondisi Pasar Kripto Global

Kondisi pasar kripto secara umum sedang melemah di kuartal IV 2025, dengan tekanan jual di sektor DeFi setelah penguatan dolar AS dan kenaikan suku bunga global. Investor cenderung berpindah ke aset berisiko rendah, membuat proyek baru seperti MET menghadapi tekanan tambahan.

Informasi Terbaru: Listing, Alokasi, dan Keamanan Proyek

Berdasarkan pantauan media internasional pada pekan keempat Oktober 2025, ada sejumlah perkembangan baru yang memperkaya konteks pergerakan Meteora:

  1. Listing Baru di Coinone (Korea)
    Bursa Coinone resmi menambahkan pasangan perdagangan MET/KRW mulai 24 Oktober 2025 pukul 12.00 Waktu Korea. Langkah ini membuka akses bagi investor Asia Timur dan meningkatkan likuiditas MET secara signifikan.
  2. Inisiatif Distribusi 3 % untuk Staker Jupiter (JUP)
    Meteora mengumumkan bahwa 3 % dari dana TGE akan dialokasikan kepada staker Jupiter melalui mekanisme Liquidity Position NFT. Strategi ini dianggap langkah cerdas untuk memperkuat likuiditas MET/USDC dan menarik komunitas Solana yang lebih luas.
  3. Verifikasi Distribusi On-chain (Bubble Map)
    Analisis data on-chain menunjukkan distribusi token MET sesuai dengan skema tokenomik resmi, menandakan transparansi dan mengurangi risiko kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi.
  4. Peringatan Keamanan dari Situs Tiruan
    Beberapa situs palsu yang meniru domain resmi meteora.ag ditemukan melakukan upaya phishing terhadap pengguna. Komunitas Meteora mengimbau agar hanya mengakses tautan resmi yang diumumkan lewat kanal resmi.

Peluang dan Risiko untuk Investor

Potensi Jangka Panjang

Meteora masih menjadi salah satu protokol DeFi terbesar di ekosistem Solana, dengan Total Value Locked (TVL) melebihi US$ 800 juta dan kinerja biaya transaksi yang mengesankan.

Teknologi DLMM dan Vault dinamis berpotensi menjadi standar baru manajemen likuiditas terdesentralisasi.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Namun, ada sejumlah risiko penting:

  • Distribusi besar di awal membuat harga rawan fluktuasi ekstrem.
  • Ketidakpastian hukum bisa memengaruhi kepercayaan jangka menengah.
  • Ancaman keamanan dari situs palsu berpotensi menjebak pengguna baru.
  • Situasi makroekonomi global yang belum stabil juga dapat memperlambat pemulihan harga.

Tips Bagi Investor yang Ingin Masuk ke MET

  1. Lakukan riset mendalam (DYOR) — baca whitepaper, tinjau audit keamanan, dan pantau aktivitas tim pengembang.
  2. Hindari euforia awal — tunggu kestabilan harga sebelum menambah posisi.
  3. Gunakan strategi manajemen risiko, misalnya stop-loss dan diversifikasi portofolio.
  4. Pantau pengumuman resmi di kanal Twitter dan Discord Meteora untuk menghindari phishing.
  5. Pahami orientasi jangka panjang — nilai MET lebih kuat sebagai proyek DeFi daripada sekadar token spekulatif jangka pendek.

Meteora di Persimpangan Antara Potensi dan Tekanan Pasar

Penurunan harga Meteora (MET) pasca-TGE bukan semata tanda kelemahan, tetapi bagian dari dinamika distribusi dan penyesuaian pasar.

Proyek ini membawa inovasi nyata dalam hal manajemen likuiditas dan transparansi on-chain, meskipun harus menghadapi ujian kepercayaan dan tekanan jual besar-besaran.

Dengan listing baru, strategi kolaboratif bersama komunitas Solana, serta upaya menjaga transparansi, Meteora masih memiliki peluang tumbuh di kuartal terakhir 2025. Namun, investor perlu tetap rasional, memantau perkembangan hukum dan pasar, serta tidak tergoda oleh hype sesaat.

Dengan memahami hal ini, kamu bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas, apakah Meteora layak menjadi bagian dari portofolio DeFi mu.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050