IHSG Anjlok ke Bawah 8.000, OJK Minta Investor Tak Panik Jual di Tengah Gejolak Global

3 Maret 2026 17:00
Bagikan :
Ilustrasi pergerakan IHSG turun di tengah konflik global tahun 2026. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dan parkir di level 7.939,77 pada penutupan perdagangan Selasa, 3 Maret 2026. Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 77,07 poin atau 0,96% dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.016,83.

Sejak awal perdagangan, tekanan jual sudah terlihat. IHSG dibuka di level 8.059,87, sempat menyentuh posisi tertinggi 8.098,39, namun akhirnya tergelincir hingga menyentuh level terendah 7.932,52 sebelum ditutup di zona merah.

Penurunan IHSG hari ini tak bisa dilepaskan dari eskalasi konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran global. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi risiko dan mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman.

Sebanyak 365 saham ditutup melemah, 362 saham menguat, dan 231 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 47,2 miliar saham dengan nilai Rp29,88 triliun.

OJK: Pelemahan IHSG Masih Wajar, Jangan Panic Selling

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi ini masih dalam batas wajar. Anggota Dewan Komisioner OJK yang juga pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa tekanan pasar tidak hanya terjadi di Indonesia.

“Apa yang terjadi di pasar Indonesia juga dirasakan oleh bursa saham negara-negara lain yang terdampak eskalasi konflik AS-Iran. Jadi pelemahan ini merupakan bagian dari dinamika global,” ujarnya dalam keterangan resmi.

OJK bersama BEI telah menyiapkan berbagai mekanisme stabilisasi pasar, antara lain:

  • Buyback saham tanpa perlu RUPS dalam kondisi tertentu
  • Mekanisme auto reject untuk membatasi penurunan harga ekstrem
  • Trading halt atau penghentian sementara perdagangan

Langkah-langkah ini dirancang untuk menjaga stabilitas dan mencegah kepanikan berlebihan di kalangan investor ritel.

Dalam pengalaman beberapa krisis sebelumnya, volatilitas tinggi sering kali bersifat sementara. Investor yang panik justru berisiko merealisasikan kerugian yang belum tentu permanen.

Arus Dana Asing dan Rotasi ke Safe Haven

Di tengah ketidakpastian global, investor asing cenderung melakukan rotasi aset. Emas, dolar AS, dan obligasi pemerintah menjadi tujuan utama sebagai instrumen safe haven.

Data BEI per 2 Maret 2026 menunjukkan net sell asing secara year to date (YtD) mencapai Rp10,14 triliun. Ini menjadi salah satu faktor yang menekan IHSG sepanjang awal tahun.

Namun menariknya, pada perdagangan hari ini justru tercatat net buy asing Rp3,45 triliun di seluruh pasar. Hal ini terjadi karena transaksi crossing saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) yang mengalami perubahan pengendali.

Beberapa saham dengan net buy asing terbesar:

  1. SGRO Rp4,7 triliun
  2. CBDK Rp186 miliar
  3. ARCI Rp99 miliar

Sementara net sell terbesar terjadi di pasar reguler:

  • BNBR Rp463 miliar
  • ANTM Rp279 miliar
  • BBRI Rp188 miliar

Dinamika ini menunjukkan bahwa investor asing tetap selektif dan oportunistik.

Top Gainers dan Top Losers LQ45

Di tengah tekanan IHSG, beberapa saham masih mencatatkan penguatan signifikan.

Top Gainers LQ45

  • AADI +6,82%
  • ITMG +6,38%
  • PTBA +6,18%

Top Losers LQ45

  • UNVR -7,56%
  • MDKA -7,11%
  • AMMN -6,51%

Kinerja ini memperlihatkan adanya pergeseran minat ke sektor tertentu, terutama energi dan komoditas.

Sektor-Sektor yang Menekan IHSG

Sembilan indeks sektoral tercatat melemah. Sektor barang baku menjadi yang paling dalam koreksinya, turun 3,85%. Disusul sektor transportasi dan logistik yang anjlok 2,10%.

Berikut sektor yang tertekan:

  • Barang baku -3,85%
  • Transportasi & logistik -2,10%
  • Konsumsi nonprimer -1,05%
  • Properti & real estat -0,87%
  • Infrastruktur -0,86%
  • Teknologi -0,67%
  • Kesehatan -0,35%
  • Keuangan -0,15%
  • Konsumsi primer -0,09%

Sementara itu, hanya dua sektor yang menguat:

  • Perindustrian +0,59%
  • Energi +0,24%

Jika melihat tren sepekan, IHSG telah turun 4,12%. Sejak awal tahun, pelemahan mencapai 8,18%. Angka ini menunjukkan tekanan yang cukup signifikan, namun belum menyentuh level terendah 52 minggu di 5.882,60.

BEI Buka Akses Data Pemegang Saham di Atas 1%

Di tengah dinamika pasar, BEI juga mengumumkan kebijakan penting. Mulai penutupan perdagangan hari ini, publik dapat mengakses data pemegang saham di atas 1%.

Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan, “Per sore ini, shareholders name di atas 1% sudah bisa diakses oleh publik melalui website IDX.”

Kebijakan ini merupakan bagian dari empat inisiatif strategis, antara lain:

  • Diskresi atas pemegang saham di atas 1%
  • Penyajian tipe investor lebih granular
  • Peningkatan free float dari 7,5% menjadi 15%
  • Penyusunan shareholders concentration list

Direktur Utama KSEI, Samsul Hidayat, menambahkan bahwa kebijakan ini merujuk pada Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 01 Tahun 2021 yang menunjuk KSEI dan BEI sebagai penyedia data publik.

Transparansi ini dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Jika kamu ingin memahami lebih dalam tentang mekanisme trading halt dan auto reject di BEI, kamu bisa membaca ulasan khusus kami sebelumnya yang membahas cara kerja perlindungan pasar saat volatilitas tinggi.

IHSG Turun Bukan Akhir Segalanya

IHSG yang turun ke 7.939,77 memang menjadi perhatian. Namun dalam konteks global, volatilitas seperti ini bukan hal baru. Ketidakpastian geopolitik sering memicu respons emosional pasar, tetapi fundamental ekonomi domestik tetap menjadi penopang jangka panjang.

Dengan mekanisme stabilisasi dari OJK dan BEI, serta peningkatan transparansi data pemegang saham, pasar modal Indonesia menunjukkan upaya serius menjaga kredibilitasnya.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050