
DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif pada awal pekan depan, Senin, 29 Desember 2025, seiring tekanan koreksi yang masih membayangi pasar saham domestik.
Pergerakan indeks diproyeksikan berada di kisaran 8.500 hingga 8.604, mencerminkan fase pengujian kekuatan pasar setelah pelemahan pada perdagangan sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan terakhir, IHSG tercatat melemah 46,87 poin atau 0,55 persen ke level 8.537,91. Penurunan ini membuat pelaku pasar mulai mencermati potensi perubahan arah tren dalam jangka pendek, terutama setelah indeks menembus area teknikal penting.
Tekanan Koreksi dan Area Gap Jadi Perhatian Pasar
Dilnasir dari IDX Channel, Founder WH-Project, William Hartanto, menjelaskan bahwa IHSG saat ini memiliki area gap di level 8.554 yang telah ditembus ke bawah.
Kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya tren bearish, meskipun pada fase awal penembusan biasanya masih terdapat peluang retest ke area gap tersebut.
Menurut William, pergerakan IHSG pada awal pekan diperkirakan akan cenderung mixed. Pola ini mencerminkan upaya pasar untuk menguji apakah indeks mampu kembali ke area gap yang telah dilewati, atau justru melanjutkan tekanan koreksi.
“Penembusan area gap ini perlu dicermati karena sering kali menjadi sinyal awal perubahan tren, meski peluang pullback jangka pendek tetap ada,” ujarnya dalam analisis pasar terbaru.
Sinyal Bearish Mulai Muncul, Namun Rebound Masih Terbuka
Pelemahan IHSG ke area 8.537 dinilai sebagai salah satu indikasi awal potensi tren bearish. Tekanan jual yang muncul menunjukkan kehati-hatian investor di tengah fase akhir tahun yang cenderung minim katalis baru.
Meski demikian, peluang penguatan jangka pendek belum sepenuhnya tertutup. William menilai bahwa jika IHSG mampu kembali menguat dan menutup area gap di 8.554, maka peluang melanjutkan kenaikan tetap terbuka.
Dalam skenario positif tersebut, IHSG bahkan masih berpeluang mencetak rekor tertinggi baru pada awal 2026, terutama jika didukung sentimen global dan aliran dana yang kembali masuk ke pasar saham domestik.
Rentang Pergerakan IHSG yang Perlu Dicermati
Secara teknikal, rentang pergerakan IHSG pada awal pekan diproyeksikan sebagai berikut:
- Support: 8.500
- Resistance: 8.554 – 8.604
Pergerakan di dalam rentang ini akan menjadi penentu arah selanjutnya. Investor jangka pendek umumnya akan menunggu konfirmasi apakah indeks mampu bertahan di atas support atau justru kembali tertekan.
Rekomendasi Saham Berdasarkan Analisis Teknikal
Di tengah kondisi pasar yang dinamis, William Hartanto menyampaikan beberapa saham yang dinilai menarik secara teknikal untuk dicermati dalam jangka pendek.
Saham dengan Rekomendasi Buy
- ASII
Saham ini dinilai memiliki struktur teknikal yang relatif lebih stabil dibandingkan indeks. Peluang rebound masih terbuka selama support terdekat mampu dipertahankan. - EMAS
Saham sektor emas dinilai menarik seiring potensi pergerakan defensif di tengah pasar yang bergejolak.
Saham dengan Strategi Sell on Strength
- HRTA
Saham ini disarankan untuk menerapkan strategi sell on strength, mengingat ruang penguatan dinilai mulai terbatas dalam jangka pendek.
Saham dengan Peluang Terbatas
- MARK
Saham MARK dinilai masih memiliki peluang penguatan, namun dengan ruang yang relatif terbatas sehingga perlu manajemen risiko yang disiplin.
Pendekatan selektif terhadap saham menjadi kunci dalam fase pasar seperti ini. Investor disarankan menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing.
Akhir Tahun dan Dinamika Pasar
Menjelang berakhirnya tahun 2025, pergerakan IHSG cenderung dipengaruhi oleh faktor teknikal dan penyesuaian portofolio. Volume perdagangan yang menurun serta minimnya sentimen baru membuat pergerakan indeks rawan berfluktuasi.
Kondisi ini menuntut pelaku pasar untuk lebih berhati-hati dalam mengambil posisi. Pengamatan terhadap level teknikal utama, seperti area gap dan support psikologis, menjadi penting dalam menentukan langkah selanjutnya.
IHSG pada awal pekan 29 Desember 2025 diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan mixed di kisaran 8.500–8.604. Tekanan koreksi yang menembus area gap di 8.554 membuka potensi tren bearish, meski peluang rebound jangka pendek masih terbuka.
Pergerakan indeks dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah selanjutnya, terutama apakah IHSG mampu kembali ke area gap atau melanjutkan pelemahan.