IHSG Sesi I 24 Desember 2025 Berada di level 8.587, Analis Proyeksikan Konsolidasi hingga Awal 2026

24 Desember 2025 12:00
Bagikan :
IHSG bergerak konsolidatif jelang libur Natal dan Tahun Baru 2026. (TradingView)

DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi pertama Rabu, 24 Desember 2025, berada di level 8.587,49, menguat tipis 0,03% dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan ini terjadi di tengah suasana pasar yang cenderung berhati-hati menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Secara intraday, IHSG sempat bergerak di rentang 8.553–8.611, dengan level pembukaan di 8.597,39. Meski penguatan relatif terbatas, indeks masih mencatatkan kinerja positif secara tahunan dengan kenaikan year to date 21,08% dan penguatan 25,51% dalam enam bulan terakhir.

Menurut pengamatan pasar, fase seperti ini lazim terjadi di penghujung tahun, ketika pelaku pasar mulai mengamankan keuntungan setelah reli panjang sepanjang 2025.

Koreksi Sejak Awal Pekan Dinilai Sehat Secara Teknikal

Research Analyst PT Bumiputera Sekuritas, Muhammad Thoriq Fadilla, menilai pelemahan IHSG dalam beberapa hari terakhir merupakan bagian dari koreksi yang wajar.

“Secara jangka pendek, IHSG memang berada di bawah MA5 dan MA10, sehingga koreksi masih terjadi. Namun untuk jangka menengah, indeks masih bertahan di atas MA50,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegagalan IHSG bertahan di area 8.700–8.750 memicu aksi ambil untung. Meski demikian, struktur tren menengah masih relatif terjaga.

Proyeksi Pergerakan IHSG Hingga Awal 2026

  • Rentang konsolidasi: 8.500 – 8.700
  • Karakter pasar: sideways dan cenderung sepi
  • Pemicu utama: libur panjang dan aksi taking profit

Kondisi ini dinilai sebagai koreksi sehat, bukan pembalikan tren. Jika kamu ingin memahami pola serupa di akhir tahun sebelumnya, kamu juga bisa membaca analisis pergerakan IHSG jelang libur panjang pada artikel terkait lainnya.

January Effect Masih Berpeluang Terjadi

Meski pasar terlihat tenang di akhir Desember, peluang January Effect masih terbuka. Menurut Thoriq, awal tahun kerap menjadi momentum rebound karena aktivitas pasar kembali normal.

“Secara historis, awal tahun sering diwarnai optimisme. Setelah libur berakhir dan operasional kembali berjalan, IHSG berpeluang bergerak lebih stabil,” katanya.

Dengan penguatan tahunan yang sudah mencapai lebih dari 20%, peluang kenaikan lanjutan tetap ada, meski dengan ritme yang lebih terukur.

Sektor Konsumsi Masih Tertekan, Menunggu Kepastian UMP

Salah satu sektor yang masih menghadapi tekanan adalah consumer goods dan ritel. Melemahnya daya beli, tekanan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga barang konsumsi menjadi faktor utama.

Thoriq menilai, kepastian Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 akan menjadi katalis penting.

“Jika kenaikan UMP sudah final dan cukup signifikan, sektor konsumsi berpotensi kembali bergairah karena daya beli masyarakat ikut membaik,” jelasnya.

Namun, ia juga mengingatkan adanya risiko inflasi yang perlu dicermati, sehingga pasar cenderung bersikap wait and see untuk sementara.

Net Sell Asing Tak Selalu Negatif bagi IHSG

Pada perdagangan terakhir, investor asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler, khususnya pada saham perbankan besar seperti BBCA. Di sisi lain, transaksi di pasar negosiasi dan tunai justru mencatatkan pembelian bersih.

Menurut Thoriq, kondisi ini bukan hal yang luar biasa.

“Net sell di pasar reguler sering terjadi karena aksi distribusi dan pengamanan modal. Sementara di pasar negosiasi biasanya terkait crossing antar institusi atau aksi korporasi,” katanya.

Artinya, tekanan IHSG tetap lebih ditentukan oleh perdagangan di pasar reguler, bukan oleh transaksi negosiasi.

Saham BBCA: Koreksi atau Peluang Akumulasi?

Pelemahan BBCA menjadi perhatian investor. Saat ini, saham tersebut bergerak di kisaran 8.000-an dan berada dalam fase sideways.

Level Teknis BBCA Menurut Analis:

  • Area akumulasi menarik: sekitar 7.900
  • Resistance jangka pendek: 8.000 – 8.100
  • Potensi upside: 8.500 – 8.750 jika resistance tembus

Aksi jual asing dinilai lebih sebagai taking profit setelah kenaikan panjang, bukan sinyal pelemahan fundamental. Untuk strategi bertahap, pendekatan cicil beli di area support dinilai lebih rasional.

Saham yang Dibeli Asing: Perlu Cermat, Bukan Ikut-ikutan

Investor asing tercatat aktif membeli saham seperti IMPC dan MLPT. Namun, Thoriq mengingatkan agar investor ritel tidak serta-merta ikut masuk.

Pada IMPC, sentimen positif datang dari aksi private placement. Namun, setelah katalis tersebut, potensi pergerakan cenderung sideways. Sementara MLPT memiliki free float kecil dan likuiditas terbatas, sehingga volatilitasnya tinggi.

“Likuiditas kecil membuat harga mudah naik turun. Risiko downside tetap ada,” tegasnya.

Di sinilah pentingnya memahami fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan, bukan sekadar mengikuti arus.

Perbankan Masih Menarik untuk 2026

Di luar saham konglomerasi yang menekan IHSG, sektor perbankan justru dinilai masih berada di area menarik.

Beberapa bank besar seperti BBRI, BMRI, dan BBNI masih bergerak terbatas, bahkan cenderung diskon secara valuasi. Faktor pendukungnya antara lain:

  • Potensi kenaikan harga di 2026
  • Prospek dividen interim dan dividen tahunan
  • Kinerja fundamental yang relatif solid

Thoriq menilai sektor perbankan berpotensi menjadi motor IHSG pada 2026, seiring stabilisasi ekonomi dan distribusi dividen.

Jika kamu tertarik mendalami strategi memilih saham bank di fase sideways, pembahasan lanjutan bisa kamu temukan di artikel analisis sektor keuangan lainnya.

Akhir Tahun Tenang, Awal Tahun Penuh Peluang

Pergerakan IHSG jelang Natal 2025 mencerminkan fase konsolidasi yang wajar setelah reli panjang. Koreksi yang terjadi dinilai sehat, dengan peluang rebound tetap terbuka di awal 2026.

Sikap selektif, manajemen risiko, dan pemahaman konteks pasar menjadi kunci menghadapi fase ini. Dengan memahami dinamika tersebut, kamu bisa mengambil keputusan investasi yang lebih cerdas dan terukur ke depan.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050