
DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak sejarah pada perdagangan pagi ini, Rabu (14/1/2026), dengan menembus level tertinggi sepanjang masa di kisaran 9.038.
Penguatan ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik dan membaiknya sentimen global, sekaligus menegaskan bahwa minat beli investor masih sangat kuat di awal tahun.
Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 11.23 WIB, IHSG tercatat menguat 0,83 persen atau naik sekitar 73 poin ke level 9.022, setelah sempat menyentuh puncak harian di 9.038,81.
Indeks dibuka di posisi 9.007,05, bergerak di rentang 8.979–9.038, dan melampaui rekor tertinggi 52 pekan sebelumnya.
Saham Paling Aktif Diburu Pagi Ini
Aktivitas transaksi terlihat padat pada sejumlah saham lapis kedua dan emiten berbasis komoditas. Data perdagangan menunjukkan beberapa saham mencatat volume dan frekuensi transaksi tertinggi, menandakan adanya arus dana yang cukup agresif dari investor ritel maupun institusi.
Dikutip dari TradingView, berikut saham-saham yang paling ramai diburu pada sesi pagi:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 2,96% ke level 418
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak 5,41% ke 4.090
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menguat 4,48% ke 70
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) naik 1,29% ke 785
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melesat 11,97% ke 1.965
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 4,23% ke 740
Kuatnya pergerakan saham-saham berbasis emas, batu bara, dan nikel mencerminkan respons pasar terhadap stabilnya harga komoditas global serta ekspektasi permintaan yang masih solid dari sektor energi dan industri baterai.
Sementara itu, penguatan GOTO menandakan mulai kembalinya minat spekulatif di saham teknologi seiring perbaikan sentimen risk-on.
Sebagai catatan, pergerakan saham komoditas kerap menjadi penopang utama IHSG ketika terjadi reli, sebagaimana terlihat dalam beberapa fase penguatan indeks sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Bagi investor yang ingin memahami lebih jauh pola ini, membaca artikel analisis sektor tambang di periode reli sebelumnya bisa memberi perspektif tambahan.
Performa Saham Berkapitalisasi Besar
Di jajaran saham berkapitalisasi besar, pergerakan terpantau bervariasi namun tetap memberi kontribusi positif bagi indeks.
Beberapa big caps yang mencatat kenaikan antara lain:
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 4,62% ke 9.625
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 3,07% ke 108.225
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik tipis 0,44% ke 17.175
- PT Bank Mandiri (BMRI) naik 0,21% ke 4.830
- PT Telkom Indonesia (TLKM) menguat 0,28% ke 3.630
- PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) melonjak 5,59% ke 13.700
Sementara itu, beberapa saham besar lainnya bergerak melemah, seperti Bank Central Asia (BBCA) yang turun 0,62%, Amman Mineral Internasional (AMMN) terkoreksi 1,23%, serta DCI Indonesia (DCII) yang turun cukup dalam 4,46%.
Fluktuasi ini menunjukkan adanya rotasi sektor, di mana sebagian investor merealisasikan keuntungan di saham-saham yang sebelumnya sudah naik signifikan.
Sentimen Pasar dan Proyeksi Pergerakan
Rekor baru IHSG mencerminkan kombinasi sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Stabilitas nilai tukar, aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar saham, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif menjadi faktor pendukung utama.
Dari sisi domestik, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi 2026, belanja infrastruktur, serta kinerja emiten berbasis energi dan mineral strategis menjadi katalis tambahan.
Investor juga mulai mengantisipasi laporan kinerja keuangan tahunan, yang berpotensi memicu pergerakan lanjutan pada saham-saham berfundamental kuat.
Rekor baru IHSG di level 9.038 menegaskan kuatnya sentimen positif pasar saham Indonesia pada awal 2026.
Aksi beli yang terkonsentrasi pada saham tambang, energi, teknologi, serta sejumlah big caps menjadi motor penggerak utama kenaikan indeks.
Meski terdapat variasi pergerakan antar saham besar, tren umum masih menunjukkan optimisme.
Dengan likuiditas yang terjaga dan ekspektasi ekonomi yang relatif solid, pelaku pasar menilai ruang penguatan masih terbuka, meskipun kewaspadaan terhadap potensi koreksi jangka pendek tetap diperlukan seiring meningkatnya level indeks.