IHSG Ditutup Melemah ke 7.362 pada 12 Maret 2026, Pasar Saham Dibayangi Sentimen Global

12 Maret 2026 17:00
Bagikan :
Pergerakan IHSG pada perdagangan 12 Maret 2026 dipengaruhi sentimen global dan fluktuasi harga komoditas. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis, 12 Maret 2026 di zona merah. Indeks utama Bursa Efek Indonesia tersebut turun 0,37 persen ke level 7.362,12 pada akhir sesi kedua perdagangan.

Pergerakan IHSG sepanjang hari terlihat cukup fluktuatif. Indeks sempat bergerak di zona hijau, namun tekanan jual menjelang penutupan membuat indeks kembali melemah.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG dibuka pada level 7.398,85 dan sempat menyentuh posisi tertinggi harian di 7.436,50. Namun tekanan pasar membuat indeks turun hingga 7.323,74 sebelum akhirnya ditutup di 7.362.

Volatilitas ini mencerminkan kondisi pasar yang masih berhati-hati menghadapi berbagai sentimen global.

IHSG saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish.

Pergerakan IHSG masih berada dalam fase bearish channel. Dalam beberapa hari terakhir memang sempat terjadi technical rebound, tetapi kekuatannya masih terbatas.

Faktor Global Masih Mendominasi Pergerakan IHSG

Sentimen global menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar saham Indonesia saat ini. Ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas masih membayangi keputusan investor.

Beberapa faktor eksternal yang menjadi perhatian pasar antara lain:

  • Konflik geopolitik di Timur Tengah
  • Lonjakan harga minyak dunia
  • Penguatan dolar Amerika Serikat
  • Harga emas global yang masih tinggi

Harga minyak mentah Brent bahkan kembali menembus 100 dolar AS per barel, yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi global.

Di sisi lain, harga emas sempat bergerak di kisaran 5.100 hingga 5.200 dolar AS per ons pada perdagangan intraday.

Kondisi ini membuat sebagian investor memilih menahan dana tunai sambil melihat perkembangan geopolitik selama periode libur Lebaran.

 

Aktivitas Perdagangan Cenderung Menurun

Menjelang periode libur panjang dan cuti bersama, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia juga terlihat mulai menurun.

Penurunan volume transaksi ini berpengaruh pada volatilitas pasar dan kekuatan rebound indeks.

Beberapa investor memilih melakukan profit taking, terutama pada saham yang sebelumnya sudah mengalami kenaikan signifikan.

Contohnya pada saham-saham berbasis komoditas seperti emas, yang dalam setahun terakhir mengalami kenaikan harga cukup tajam.

Pergerakan Indeks dan Sektor Saham

Selain IHSG, beberapa indeks saham lainnya di Bursa Efek Indonesia juga menunjukkan pergerakan yang beragam.

Ringkasan pergerakan indeks:

Indeks Pergerakan
MNC36 +0,23%
Jakarta Islamic Index -0,29%
LQ45 -0,14%

Sementara itu, secara sektoral terdapat pergerakan yang cukup beragam.

Sektor yang menguat:

  • Transportasi dan logistik (+1,26%)
  • Teknologi (+0,91%)

Sektor yang melemah:

  • Konsumsi non-primer (-2,0%)
  • Barang baku (-1,44%)

Perbedaan performa antar sektor menunjukkan rotasi investasi yang masih terjadi di pasar.

Saham Top Gainers dan Top Losers Hari Ini

Pada perdagangan 12 Maret 2026, beberapa saham berhasil mencatatkan penguatan yang cukup signifikan.

Top Gainers

Beberapa saham yang menguat antara lain:

  • BMRI naik sekitar 1% ke level 4.960
  • ADRO menguat ke level 2.500
  • ADI naik hingga 10.175
  • MEDC menguat ke level 1.730

Saham sektor energi seperti Medco Energi menjadi salah satu yang mendapat sentimen positif dari kenaikan harga minyak dunia.

Top Losers

Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan jual, di antaranya:

  • BUMI turun ke 218
  • ENRG melemah ke 1.465
  • BIPI turun ke 216
  • PTRO turun ke 4.680

Fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika pasar yang masih sensitif terhadap sentimen global.

Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS

Selain IHSG, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan. Rupiah tercatat melemah sekitar 0,16 persen ke level Rp16.886 per dolar AS pada perdagangan terbaru.

Secara intraday, rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp16.912 per dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Penguatan indeks dolar AS ke level 99,340
  • Ketidakpastian ekonomi global
  • Kekhawatiran terhadap inflasi
  • Risiko pelebaran defisit anggaran

Penguatan dolar biasanya membuat aset berdenominasi dolar lebih menarik bagi investor global.

Harga Komoditas Ikut Menggerakkan Sentimen Pasar

Pergerakan komoditas dunia juga menjadi perhatian penting investor.

Beberapa komoditas utama menunjukkan perubahan harga sebagai berikut:

Komoditas Harga
Minyak WTI $92,43 per barel
Minyak Brent $100,52 per barel
Emas sekitar $5.170 per ons
Batu Bara $134,9 per ton
CPO 4.515 ringgit per ton

Lonjakan harga minyak dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.

Menurut laporan pasar komoditas internasional, serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Prospek IHSG Menjelang Akhir Maret 2026

Dalam jangka pendek, analis melihat IHSG masih bergerak dalam rentang konsolidasi.

Beberapa faktor yang akan memengaruhi pasar dalam beberapa pekan ke depan antara lain:

  • Perkembangan konflik geopolitik global
  • Pergerakan harga minyak dan komoditas
  • Stabilitas nilai tukar rupiah
  • Laporan kinerja emiten dan pembagian dividen

Jika kondisi global membaik setelah periode libur panjang, tidak menutup kemungkinan investor kembali meningkatkan aktivitas transaksi di pasar saham.

Bagi investor ritel, memahami kondisi makro seperti ini menjadi penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050