IHSG Anjlok Lagi, Ditutup 7.389 pada 11 Maret 2026, Investor Asing Catat Net Sell Hampir Rp1 Triliun

11 Maret 2026 17:00
Bagikan :
Pergerakan IHSG pada perdagangan 11 Maret 2026 ditutup melemah setelah sempat menguat di awal sesi. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, setelah sempat menunjukkan penguatan di awal sesi. Pada penutupan pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 16.00 WIB, IHSG tercatat turun 0,69 persen atau 51,51 poin ke level 7.389,40.

Di awal perdagangan, indeks sebenarnya dibuka cukup optimistis di 7.484,77 dan bahkan sempat menyentuh level tertinggi 7.527,32. Namun tekanan jual yang meningkat sepanjang sesi kedua membuat IHSG berbalik arah hingga sempat menyentuh level intraday terendah di 7.380,81.

Data perdagangan menunjukkan aktivitas pasar yang masih cukup ramai. Total volume transaksi mencapai sekitar 32,20 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp15,72 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan di BEI hari ini:

  • 366 saham melemah
  • 312 saham menguat
  • 139 saham stagnan

Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang relatif tertekan meskipun beberapa sektor masih mampu mencatatkan penguatan.

Investor Asing Catat Net Sell Hampir Rp1 Triliun

Tekanan terhadap IHSG juga dipengaruhi oleh aksi jual investor asing. Sepanjang perdagangan hari ini, investor asing tercatat melakukan net sell sebesar Rp938,66 miliar di seluruh pasar.

Rinciannya meliputi:

  • Pasar reguler: net sell Rp730,31 miliar
  • Pasar tunai dan negosiasi: net sell Rp208,34 miliar

Aksi jual terbesar investor asing terjadi pada beberapa saham besar, antara lain:

Saham dengan net sell terbesar:

  1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) – Rp336,5 miliar
  2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) – Rp261,9 miliar
  3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) – Rp137,3 miliar

Di sisi lain, terdapat pula beberapa saham yang masih diborong investor asing.

Saham dengan net buy terbesar:

  1. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) – Rp160,5 miliar
  2. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) – Rp102,3 miliar
  3. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) – Rp49,3 miliar

Fenomena net sell asing seperti ini cukup sering terjadi menjelang periode libur panjang atau ketika investor global melakukan penyesuaian portofolio.

Indeks Saham Utama Ikut Melemah

Selain IHSG, sejumlah indeks saham utama di BEI juga mengalami penurunan pada perdagangan hari ini.

Berikut pergerakan beberapa indeks penting:

Indeks Pergerakan
LQ45 Turun 1,01% ke 752
IDX30 Turun 0,63% ke 398
JII Turun 0,96% ke 493
MNC36 Turun 0,79% ke 311

Penurunan indeks-indeks tersebut menunjukkan bahwa tekanan pasar juga dirasakan oleh saham-saham berkapitalisasi besar maupun saham syariah.

Menariknya, beberapa saham di kelompok LQ45 masih mampu mencatat kenaikan.

Top gainers LQ45:

  • CPIN naik 3,71%
  • GOTO naik 3,64%
  • UNVR naik 2,83%

Sementara saham yang mengalami tekanan terbesar meliputi:

Top losers LQ45:

  • AADI turun 7,23%
  • ITMG turun 6,33%
  • BUMI turun 5,83%

Sektor Energi dan Bahan Baku Menjadi Penekan IHSG

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham ditutup di zona merah. Penurunan paling dalam terjadi pada sektor berbasis komoditas.

Sektor yang melemah:

  • Barang baku: turun 2,03%
  • Energi: turun 2,01%
  • Perindustrian: turun 1,34%
  • Infrastruktur: turun 0,96%
  • Konsumer non-primer: turun 0,56%
  • Transportasi dan logistik: turun 0,35%

Penurunan sektor energi dan bahan baku biasanya berkaitan erat dengan pergerakan harga komoditas global serta sentimen investor terhadap perusahaan berbasis sumber daya alam.

Namun demikian, beberapa sektor masih mampu mencatat penguatan.

Sektor yang menguat:

  • Teknologi: naik 0,87%
  • Kesehatan: naik 0,29%
  • Konsumer primer: naik 0,27%
  • Properti dan real estat: naik 0,17%
  • Keuangan: naik 0,03%

Pergerakan sektor teknologi yang memimpin penguatan menunjukkan bahwa minat investor terhadap saham digital masih cukup stabil.

Koreksi Dipicu Aksi Ambil Untung

Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini berpotensi dipengaruhi oleh aksi taking profit yang dilakukan investor menjelang periode libur panjang.

Sebagian pelaku pasar biasanya memilih mengurangi posisi atau membersihkan limit transaksi sebelum libur panjang. Meski demikian, koreksi kemungkinan hanya bersifat jangka pendek.

Sejumlah indikator global sebenarnya mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil.

Beberapa faktor yang mendukung sentimen pasar antara lain:

  • Stabilnya indeks saham global
  • Harga minyak yang kembali mendekati USD 80 per barel
  • Meredanya kekhawatiran pasar terhadap sentimen global

Kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik dalam jangka menengah.

Tren IHSG: Turun 2,48% dalam Sepekan

Secara mingguan, IHSG tercatat masih berada dalam tren koreksi. Dalam sepekan terakhir, indeks telah turun sekitar 2,48 persen.

Sementara jika dihitung sejak awal tahun 2026, IHSG bahkan telah mengalami penurunan sekitar 14,54 persen.

Meski begitu, sejumlah analis melihat kondisi ini justru membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai melirik saham-saham berfundamental kuat.

Banyak saham blue chip saat ini diperdagangkan jauh di bawah harga puncaknya, sehingga valuasinya menjadi lebih menarik bagi investor yang memiliki horizon investasi panjang.

IHSG Masih Fluktuatif Menjelang Libur Panjang

Penurunan IHSG pada perdagangan 11 Maret 2026 menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih berada dalam fase volatilitas.

Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan indeks hari ini meliputi:

  • Aksi net sell investor asing
  • Tekanan pada sektor energi dan bahan baku
  • Taking profit menjelang periode libur panjang

Meski IHSG melemah ke level 7.389, aktivitas perdagangan masih tergolong cukup aktif dengan nilai transaksi di atas Rp15 triliun.

Dalam jangka pendek, pasar kemungkinan masih bergerak fluktuatif. Namun sejumlah analis menilai kondisi saat ini juga membuka peluang bagi investor yang ingin masuk secara bertahap pada saham-saham berfundamental kuat.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050