IHSG Menguat ke Level 8.012 pada Sesi I, Optimisme Konsumen Jadi Bahan Bakar Pasar

9 Februari 2026 12:00
Bagikan :
IHSG menguat pada sesi I perdagangan seiring meningkatnya keyakinan konsumen Indonesia. (TradingView)

DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan daya tahannya pada perdagangan Senin (9/2/2026).

Setelah sempat tertekan di awal sesi, IHSG berbalik menguat dan menutup sesi I di level 8.012,82, naik 77,56 poin atau 0,98 persen. Pergerakan ini langsung menjawab keresahan pelaku pasar yang sempat mencermati tekanan di pembukaan.

Secara intraday, indeks bergerak dinamis di rentang 7.863 hingga 8.020. Aktivitas transaksi terbilang ramai dengan volume mencapai 23,35 miliar saham dan nilai transaksi sekitar Rp9,59 triliun.

Frekuensi perdagangan menembus 1,41 juta kali, mencerminkan minat beli yang tetap terjaga di tengah volatilitas jangka pendek.

Dari sisi pergerakan saham, pasar cenderung berpihak pada penguatan. Sebanyak 423 saham tercatat naik, 244 saham melemah, dan 152 saham bergerak stagnan.

Saham-saham unggulan dalam indeks LQ45 pun ikut menguat sekitar 0,42 persen, mempertegas bahwa reli tidak hanya terjadi di lapis kedua dan ketiga.

Sektor Barang Baku dan Konsumen Jadi Motor Penggerak

Penguatan IHSG pada sesi I kali ini tidak datang tanpa cerita. Mayoritas sektor bergerak di zona hijau dengan kepemimpinan jelas dari sektor barang baku yang melonjak hingga 3,89 persen.

Kenaikan ini memberi sinyal bahwa pelaku pasar kembali berani mengambil posisi pada saham-saham siklikal.

Selain barang baku, sektor lain yang menopang laju indeks antara lain:

  • Barang konsumsi non primer naik sekitar 2,99 persen
  • Energi menguat 2,36 persen
  • Barang konsumsi primer bertambah 1,42 persen
  • Infrastruktur naik tipis 0,84 persen

Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada beberapa sektor defensif dan berbasis keuangan. Sektor keuangan terkoreksi 0,55 persen, disusul sektor kesehatan 0,38 persen dan teknologi 0,04 persen.

Pola ini menunjukkan rotasi sektoral yang cukup wajar di tengah perubahan sentimen.

Saham ARA Mendominasi Daftar Top Gainers

Sorotan pasar tertuju pada sejumlah saham yang melesat hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Kenaikan di atas 19 persen dalam satu sesi membuat saham-saham ini langsung masuk radar trader harian.

Beberapa saham yang mencuri perhatian antara lain:

  • PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) melonjak 34,5 persen ke Rp230
  • PT Ifishdeco Tbk (IFSH) naik 24,63 persen ke Rp1.265
  • PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menguat 24,41 persen ke Rp530
  • PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) bertambah 19,75 persen ke Rp9.700

Keyakinan Konsumen Jadi Sentimen Utama

Penguatan IHSG tidak bisa dilepaskan dari data makro yang dirilis pagi hari. Bank Indonesia melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Januari 2026 mencapai level 127, meningkat signifikan dibandingkan bulan sebelumnya di 123,5.

IKK di atas angka 100 mencerminkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini hingga enam bulan ke depan. Level 127 bahkan tercatat sebagai yang tertinggi dalam satu tahun terakhir. Kenaikan ini ditopang oleh:

  • Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 115,1
  • Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 138,8

“Angka ini menunjukkan persepsi konsumen yang semakin positif terhadap stabilitas ekonomi dan prospek pendapatan,” demikian pernyataan resmi Bank Indonesia dalam rilis surveinya.

Penguatan IHSG Selaras dengan Bursa Asia

Sentimen global turut memberikan dukungan. Pada perdagangan sesi I, mayoritas indeks saham Asia bergerak kompak di zona hijau. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 4 persen, disusul Kospi Korea Selatan yang menguat hampir 4 persen.

Penguatan juga terlihat pada indeks Shanghai dan Hang Seng, masing-masing naik sekitar 1 persen. Kondisi ini menciptakan efek domino yang memperkuat kepercayaan investor regional, termasuk di Indonesia.

Gambaran Singkat Saham Big Caps

Di jajaran emiten berkapitalisasi besar, pergerakan saham cenderung variatif. Beberapa saham energi dan industri mencatatkan penguatan, sementara perbankan besar masih berada di zona koreksi tipis.

Pola ini menegaskan bahwa penguatan IHSG kali ini lebih banyak ditopang sektor-sektor tertentu, bukan reli menyeluruh.

Apa yang Perlu Dicermati Investor Selanjutnya

Dengan IHSG kembali bertengger di atas level psikologis 8.000, perhatian pasar kini tertuju pada keberlanjutan sentimen positif. Beberapa hal yang layak dicermati ke depan antara lain:

  1. Konsistensi data ekonomi domestik, terutama konsumsi dan inflasi
  2. Arah kebijakan moneter global dan regional
  3. Keberlanjutan rotasi sektor di pasar saham

Jika data makro tetap mendukung, peluang IHSG untuk bertahan di zona hijau masih terbuka. Namun volatilitas jangka pendek tetap perlu diantisipasi, terutama menjelang rilis data ekonomi berikutnya.

Sebagai penutup, penguatan IHSG pada sesi I ini memberi sinyal bahwa kepercayaan pasar belum pudar. Optimisme konsumen yang menguat menjadi fondasi penting bagi pergerakan indeks ke depan.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050