
DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat sejarah baru pada perdagangan Senin, 6 Januari 2025.
Indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini menembus all time high (ATH) di level 8.940,11 pada pukul 15.45 WIB, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pasar saham Indonesia.
Hingga penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB, IHSG bertengger di posisi 8.933,61, menguat 0,84% atau naik 74,42 poin dari penutupan sebelumnya di 8.859,19.
Capaian ini membuat IHSG hanya berjarak tipis dari level psikologis 9.000, yang selama ini menjadi perhatian pelaku pasar.
Detail Pergerakan IHSG Hari Ini
Secara intraday, IHSG bergerak stabil dengan volatilitas yang terjaga:
- Pembukaan: 8.890,72
- Tertinggi: 8.940,11
- Terendah: 8.839,01
- Penutupan: 8.933,61
Dalam rentang 52 minggu, IHSG telah naik signifikan dari titik terendah 5.882,60 menuju rekor tertingginya di 8.940,11, mencerminkan reli lebih dari 3.000 poin.
Kinerja IHSG Berdasarkan Periode Waktu
Penguatan IHSG juga tercermin dalam berbagai periode:
- 1 hari: +0,84%
- 5 hari: +3,55%
- 1 bulan: +3,17%
- 6 bulan: +28,19%
- Year to Date (YTD): +2,96%
- 1 tahun: +24,49%
Kinerja enam bulan yang hampir 30% menunjukkan tren naik yang terbentuk secara bertahap, bukan lonjakan sesaat.
Emiten Kapitalisasi Besar yang Menggerakkan IHSG
Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi penopang utama pergerakan indeks. Dari sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,24% ke level Rp8.175, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 1,38% ke Rp3.680.
Di sisi lain, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 3,37% ke Rp4.875, sedangkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah 1,68% ke Rp3.520.
Dari sektor energi dan sumber daya alam, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat lonjakan signifikan 10,71% ke Rp7.750, menjadi salah satu penopang sentimen positif pasar. Sementara itu, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terkoreksi tipis 0,78% ke Rp9.575.
Saham dengan Volume Transaksi Tertinggi
Aktivitas perdagangan juga didominasi saham-saham dengan volume besar. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi salah satu saham teraktif dengan harga Rp464 per saham. Saham lain yang ramai diperdagangkan antara lain:
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik 7,95% ke Rp815
- PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melonjak 16,02% ke Rp7.425
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di Rp8.175
Tingginya volume menunjukkan minat investor yang masih kuat, khususnya pada saham-saham likuid.
Saham Paling Volatil di Perdagangan Hari Ini
Volatilitas tinggi terlihat pada sejumlah saham berkapitalisasi kecil hingga menengah. PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) melonjak 34,74% ke Rp256, diikuti PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang naik 34,68% ke Rp167, serta PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) yang menguat 34,51% ke Rp152.
Sebaliknya, tekanan jual terjadi pada PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) yang turun 14,40% ke Rp214, dan PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) yang melemah 14,29% ke Rp102.
Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers
Saham Top Gainers
- PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII): +34,74%
- PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): +34,68%
- PT Equity Development Investment Tbk (GSMF): +34,51%
- PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC): +34,43%
- PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI): +25,33%
Saham Top Losers
- PT MPX Logistics International Tbk (MPXL): −14,40%
- PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS): −14,29%
- PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO): −13,95%
- PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII): −11,54%
- PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT): −11,23%
Kinerja Sektor: Penggerak Utama Pasar
Dari sisi sektoral, sektor Layanan Konsumen menjadi bintang dengan kenaikan harian 6,07%, bulanan 37,85%, dan YTD 113,16%. Sektor Layanan Teknologi juga tetap solid dengan kenaikan 273,37% dalam setahun.
Sektor Mineral Non-Energi mencatat kenaikan harian 3,78% dan tahunan 106,85%, mencerminkan kuatnya permintaan industri. Sementara sektor Utilitas terkoreksi 0,47% secara harian, meski masih naik 106,01% dalam enam bulan terakhir.
Rekor IHSG ini masih ditopang oleh likuiditas domestik dan kinerja emiten yang relatif solid. Selama kenaikan IHSG didukung oleh saham-saham berfundamental kuat seperti perbankan dan sektor komoditas, peluang pengujian level psikologis berikutnya tetap terbuka, meski volatilitas jangka pendek perlu diantisipasi.
Implikasi bagi Investor
Bagi investor, kondisi ini menegaskan pentingnya seleksi saham. Saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan AMMN cenderung menjadi penopang indeks, sementara saham lapis kedua menawarkan peluang sekaligus risiko yang lebih tinggi.
IHSG yang hampir menembus 9.000 pada 6 Januari 2025 menandai fase optimisme baru di pasar saham Indonesia. Dengan ATH di 8.940,11 dan penutupan di 8.933,61, tren jangka menengah masih menunjukkan arah positif.