
DOYANDUIT – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan ketahanan pada perdagangan Kamis, 18 Desember 2025, dengan pergerakan di zona hijau meski mayoritas bursa Asia dibuka melemah.
Hingga pukul 11.59 WIB, IHSG tercatat berada di level 8.678,31, menguat tipis 0,011 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka di 8.705,14, dengan pergerakan harian menyentuh level tertinggi 8.730,71 dan terendah 8.656,47.
Secara teknikal, posisi ini menjaga IHSG tetap di atas area psikologis 8.700 yang menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa pekan terakhir.
Sebaliknya, bursa utama Asia seperti Jepang, Korea Selatan, Hong Kong, dan Singapura justru dibuka melemah.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen domestik masih menjadi penopang utama pasar saham Indonesia menjelang penutupan tahun.
Proyeksi IHSG: Peluang Uji All Time High
Menurut Hendra Wardana, Founder Republik Investor, IHSG saat ini masih berada dalam tren naik yang sehat. Ia menilai level 8.612 menjadi area support penting yang sejajar dengan moving average 20.
“Selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut, tren penguatan masih terjaga dan peluang menguji all time high di kisaran 8.776 tetap terbuka,” ujarnya dikutip dari kanal YouTube IDX Channel.
Dengan momentum akhir tahun dan rotasi sektor yang masih berjalan, IHSG dinilai berpeluang ditutup di area yang lebih tinggi, bahkan mendekati 8.800 hingga 8.900, apabila sentimen tetap kondusif.
Rekomendasi Saham Pilihan Menjelang Akhir Tahun
Di tengah kondisi pasar yang relatif stabil, beberapa saham dinilai masih memiliki ruang kenaikan yang menarik. Berikut analisis singkat saham BBRI, ANTM, MAPI, dan PGAS berdasarkan pendekatan teknikal dan fundamental.
1. BBRI: Ditopang Dividen dan Buyback
Saham perbankan pelat merah ini tetap menjadi favorit investor. BBRI tercatat menguat 1,63 persen pada perdagangan sebelumnya dan kembali naik di awal sesi hari ini.
Faktor penopang utama BBRI antara lain:
- Dividen interim dengan imbal hasil sekitar 3,6 persen
- Program buyback saham senilai Rp2,5 triliun yang masih berjalan
- Ketahanan kinerja meski suku bunga acuan dipertahankan
Secara teknikal, BBRI berpotensi menguji resistance di 3.900, dengan peluang lanjutan menuju area psikologis 4.000 apabila momentum tetap terjaga.
Level teknikal BBRI:
- Support: 3.580
- Resistance: 3.900
2. ANTM: Diuntungkan Harga Emas Global
Saham ANTM bergerak seiring penguatan harga emas dunia yang naik sekitar 0,85 persen dan mendekati area tertingginya. Secara teknikal, ANTM berpotensi menutup gap di kisaran 3.230–3.280.
Dari sisi fundamental, kinerja ANTM cukup solid dengan laba bersih kuartal III 2025 melonjak lebih dari 100 persen secara tahunan. Stabilnya harga emas di level tinggi menjadi katalis positif bagi prospek saham ini.
“Selama ANTM mampu bertahan di atas level 2.920, saham ini masih menarik untuk dicermati,” kata Hendra Wardana.
Level teknikal ANTM:
- Support: 2.920
- Resistance: 3.130
3. MAPI: Didukung Konsumsi Akhir Tahun
Saham ritel MAPI sempat mengalami koreksi ringan, namun masih bertahan di atas level psikologis 1.200. Hal ini dinilai wajar setelah kenaikan signifikan pada sesi sebelumnya.
Menjelang periode Natal dan Tahun Baru, sektor ritel berpotensi mendapat dorongan dari meningkatnya konsumsi masyarakat. Selain itu, laba bersih MAPI pada kuartal III 2025 juga tercatat tumbuh secara tahunan.
Level teknikal MAPI:
- Support: 1.145
- Resistance: 1.265
Bagi investor yang ingin fokus pada saham berbasis konsumsi domestik, saham ritel seperti MAPI patut dipantau hingga akhir tahun.
4. PGAS: Prospek Energi Masih Menarik
PGAS juga masuk dalam daftar saham pilihan dengan kondisi teknikal yang relatif stabil. Saham ini sempat menguat lebih dari 3 persen, didukung oleh aksi akumulasi investor asing dan kinerja laba yang tumbuh dua digit secara tahunan.
Apabila PGAS mampu menembus level 1.875, peluang kenaikan lanjutan terbuka hingga area 1.915 bahkan 2.000.
Level teknikal PGAS:
- Support: 1.805
- Resistance: 1.915
Jika kamu tertarik mendalami sektor energi, artikel terkait prospek saham energi di tengah transisi global juga bisa menjadi bacaan pendukung.
Tetap Selektif di Tengah Tren Positif
Penguatan IHSG di atas level 8.700 mencerminkan optimisme pasar menjelang akhir 2025. Saham BBRI, ANTM, MAPI, dan PGAS dinilai memiliki katalis masing-masing, baik dari sisi fundamental maupun teknikal.
Meski demikian, penting untuk tetap menerapkan manajemen risiko dan menyesuaikan strategi dengan profil investasi masing-masing.