
DOYANDUIT – Setelah mengalami aksi jual besar pada akhir pekan lalu, dua aset kripto terbesar, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Pada Senin pagi pukul 15.29 GMT+7, Bitcoin diperdagangkan di level 115.331 USD, naik sekitar 0,21%, sementara Ethereum berada di 4.188,9 USD, menguat 0,77%.
Kedua aset digital ini sempat terpukul hebat pada Jumat malam ketika pasar crypto mengalami gelombang likuidasi terbesar dalam sejarah. Data dari Coinglass mencatat lebih dari 1,6 juta trader mengalami likuidasi dalam satu hari, dengan total nilai mencapai 19,1 miliar USD.
Menurut laporan The Block, Bitcoin sempat anjlok di bawah 105.000 USD sebelum akhirnya pulih ke kisaran 114.738 USD, naik sekitar 3% dalam 24 jam terakhir.
Ethereum juga menunjukkan pergerakan serupa, naik 8,5% ke level 4.132 USD setelah sebelumnya sempat turun ke sekitar 3.500 USD.
Rick Maeda, peneliti di Presto Research, menjelaskan bahwa gejolak tersebut bukan disebabkan oleh faktor internal crypto.
“Aksi jual pada Jumat itu dipicu oleh berita makro, bukan karena hal spesifik di dunia kripto. Beijing mengumumkan pembatasan ekspor material tanah jarang, dan Washington merespons dengan rencana tarif 100% terhadap impor teknologi dari Tiongkok,” ujar Maeda seperti dikutip dari The Block.
Ia menambahkan, aksi jual itu terjadi pada saat likuiditas pasar sedang tipis di akhir pekan, sehingga “memicu miliaran dolar likuidasi paksa.”
Pemulihan Didukung Rebalancing Pasar dan Sentimen Positif
Setelah aksi jual besar, pasar kini mulai menata ulang. Maeda menyebutkan bahwa rebound yang terjadi bersifat mekanis karena leverage sudah “terhapus” dari pasar dan tekanan jual telah stabil.
“Pasar tampaknya tidak terlalu khawatir dengan ancaman tarif tersebut. Di platform prediksi seperti Polymarket, kemungkinan kebijakan tarif berlaku sebelum 1 November 2025 hanya sekitar 15%,” katanya.
Vincent Liu, Chief Investment Officer di Kronos Research, menilai bahwa likuiditas mulai kembali ke pasar seiring redanya kepanikan. Ia menyebut situasi ini mengubah “panik akhir pekan menjadi selera risiko yang baru.”
Liu menyebut fenomena ini masih sejalan dengan tren positif yang dikenal dengan istilah “Uptober” istilah populer di kalangan komunitas crypto untuk menggambarkan tren bullish di bulan Oktober.
“Meski sempat terjadi guncangan besar di akhir pekan, tren Uptober masih hidup. Pembeli kembali berani membeli di harga rendah,” ujar Liu.
Ia menambahkan bahwa para trader kini memantau dengan cermat kombinasi faktor seperti kebijakan tarif, kekuatan dolar AS, dan tren teknikal untuk melihat apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum bullish.

Investor Institusional dan Data On-Chain Jadi Kunci
Nassar Achkar, Chief Strategy Officer di CoinW, mengonfirmasi pandangan serupa. Ia menyebut bahwa tren Uptober “masih utuh,” dan kini perhatian pasar tertuju pada indikator makroekonomi utama.
“Trader akan menunggu laporan inflasi AS (CPI) dan pertemuan Federal Reserve, serta memantau arus dana ETF institusional untuk menentukan arah pasar berikutnya,” ungkap Achkar.
Sementara itu, Nick Ruck dari LVRG Research menilai pemulihan Bitcoin dan Ethereum juga didukung oleh data on-chain yang menunjukkan akumulasi besar oleh investor besar (whales).
“Data teknikal menunjukkan adanya tanda-tanda dasar pasar baru, terutama bagi sejumlah altcoin yang sebelumnya mengalami penurunan berlebihan,” jelasnya.
Data indeks kripto juga mencerminkan perbaikan ini. Indeks Utilities & Tools (GMUT) tercatat naik 9,11%, sedangkan indeks Top RWA Tokens (GMRWA) melonjak 10,89%, menandakan adanya rotasi modal menuju aset berisiko menengah di sektor kripto.
Tantangan Tetap Ada Meski Optimisme Menguat
Meski tren pemulihan mulai terlihat, beberapa analis tetap berhati-hati. Rick Maeda dari Presto Research menegaskan bahwa “trauma” akibat likuidasi besar tersebut masih menjadi hambatan bagi banyak pelaku pasar.
“Dengan skala likuidasi sebesar ini, yang diperkirakan terbesar dalam sejarah crypto, banyak trader akan lebih sensitif terhadap berita makro yang berpotensi mengguncang pasar, khususnya seputar ketegangan tarif AS–China,” ujarnya.
Maeda menilai, walau Uptober belum sepenuhnya berakhir, tekanan global dan volatilitas yang tinggi bisa membuat tren ini melambat. Namun, jika dukungan teknikal dan arus institusional tetap kuat, pemulihan Bitcoin dan Ethereum dapat berlanjut dalam beberapa minggu mendatang.
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa pasar crypto tetap tangguh menghadapi guncangan eksternal. Setelah periode penurunan tajam, banyak pelaku pasar tampak mulai memanfaatkan harga rendah untuk akumulasi.
Dengan momentum Uptober yang masih bertahan, fokus investor kini beralih ke data ekonomi Amerika Serikat dan kebijakan global berikutnya.
Jika faktor makro berangsur stabil, tren pemulihan yang dimulai pekan ini bisa menjadi dasar bagi penguatan yang lebih luas menjelang akhir tahun.