
DOYANDUIT – Pasar mata uang kripto mengalami pemulihan singkat pada 21 Oktober 2025, ketika Bitcoin sempat menembus $113.000, Ethereum naik ke $4.000, dan BNB melampaui $1.100.
Namun, momentum tersebut cepat menguap.
Pada pagi hari 22 Oktober, harga kembali terkoreksi karena para trader memilih mengambil keuntungan, sementara sentimen pasar melemah.
Menurut data CoinGlass, dalam 24 jam terakhir terjadi likuidasi posisi leverage senilai lebih dari $662 juta, meningkat 62% dibandingkan hari sebelumnya. Angka ini menjadi salah satu yang terbesar sejak awal Oktober.
Meskipun volatilitas meningkat, open interest justru naik 0,3% menjadi $149 miliar, menunjukkan bahwa masih ada posisi baru yang dibuka oleh pelaku pasar.
Sentimen Pasar Kripto Kembali Negatif
Bitcoin diperdagangkan di kisaran $108.543, Ethereum di $3.879, dan BNB di $1.074—semuanya menurun dari titik tertingginya hari sebelumnya.
Indeks Crypto Fear & Greed turun sembilan poin menjadi 25, menandakan kondisi “ketakutan ekstrem”.
Sementara itu, Altcoin Season Index naik sedikit ke 29, mengisyaratkan bahwa sebagian altcoin mulai menunjukkan ketahanan terhadap tekanan harga Bitcoin.
Reli singkat tersebut disebabkan oleh optimisme terhadap pembicaraan dagang AS–Tiongkok serta minat institusional yang kembali meningkat, meskipun ketidakpastian makroekonomi tetap menjadi hambatan.
ETF Bitcoin Menunjukkan Sinyal Positif
Di tengah tekanan harga, ETF Bitcoin di Amerika Serikat justru menunjukkan tanda pemulihan.
Pada 21 Oktober, ETF spot Bitcoin mencatat arus masuk bersih sebesar $477 juta, mengakhiri empat hari berturut-turut aliran keluar.
ETF milik BlackRock (IBIT) memimpin dengan inflow $210 juta, diikuti Ark Invest (ARKB) sebesar $162 juta.
Sementara Fidelity (FBTC) dan Bitwise (BITB) masing-masing menambah $34 juta dan $20 juta.
ETF berbasis Ethereum juga ikut mencatat arus masuk sebesar $141 juta, membalikkan tren penurunan selama tiga hari sebelumnya.
ETF Fidelity (FETH) menjadi yang tertinggi dengan $59 juta, diikuti BlackRock (ETHA) senilai $41 juta.
Kembalinya arus dana ke ETF ini menunjukkan minat investor institusional mulai pulih setelah dua minggu penuh tekanan jual di pasar kripto.
Namun demikian, pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS (CPI) pada 24 Oktober serta rapat The Fed tanggal 28–29 Oktober.
Hasil dari kedua peristiwa tersebut diperkirakan akan sangat memengaruhi likuiditas jangka pendek di pasar aset digital.
Bealls AS Jadi Rantai Ritel Besar Pertama yang Terima Pembayaran Kripto
Di tengah volatilitas pasar, muncul kabar positif dari sektor adopsi.
Rantai ritel besar asal Amerika Serikat, Bealls Inc., mengumumkan akan menerima pembayaran menggunakan Bitcoin, Ethereum, dan USDC di lebih dari 660 gerai di 22 negara bagian AS.
Langkah ini diwujudkan melalui kemitraan dengan Flexa, penyedia infrastruktur pembayaran digital berbasis blockchain.
Dalam siaran pers resmi pada 20 Oktober 2025, Bealls menyebut dirinya sebagai retailer nasional pertama yang menerima kripto dari berbagai aplikasi dompet digital di lebih dari selusin jaringan blockchain.
“Mata uang digital akan mengubah cara dunia bertransaksi, dan Bealls bangga berada di garis depan transformasi itu,” ujar Matt Beal, Chairman & CEO Bealls Inc.
“Kerja sama dengan Flexa bukan hanya soal metode pembayaran baru, tetapi langkah menuju masa depan perdagangan yang lebih efisien.”
Menurut Trevor Filter, salah satu pendiri Flexa, kolaborasi ini telah dirancang selama beberapa tahun dan bertepatan dengan ulang tahun ke-110 Bealls.
Selain toko utama, jaringan Home Centric yang dimiliki Bealls juga akan mulai menerima pembayaran kripto.

Bagaimana Sistem Pembayaran Kripto Bealls Bekerja
Melalui solusi Flexa Payment, Bealls dapat menerima berbagai jenis kripto, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin, dari lebih dari 300 dompet digital yang kompatibel.
Sistem ini dapat diintegrasikan langsung dengan kasir ritel tradisional, dan setiap transaksi diselesaikan dalam hitungan detik berkat mekanisme settlement blockchain.
Langkah Bealls ini mengikuti jejak beberapa jaringan besar lain yang telah mengadopsi pembayaran kripto:
- Chipotle di AS mulai menerima Bitcoin melalui Flexa sejak 2022.
- Steak ‘N Shake, jaringan restoran cepat saji, menambahkan opsi Bitcoin pada Maret 2025.
- Di Asia, Metro Singapura kini menerima stablecoin USDC dan USDT bekerja sama dengan DTCPAY.
Menurut data internal Bealls, sekitar 28% orang dewasa di Amerika Serikat kini memiliki aset kripto, dan angka ini terus meningkat.
Hal ini memperkuat alasan bagi pelaku ritel untuk mulai membuka diri terhadap pembayaran digital berbasis blockchain.
Dampak dan Prospek ke Depan
Dua peristiwa besar ini, peningkatan arus masuk ETF kripto dan adopsi pembayaran Bitcoin oleh Bealls, memberikan sinyal positif di tengah volatilitas pasar.
Meski harga aset digital masih berfluktuasi, minat jangka panjang terhadap kripto dan teknologi blockchain tetap kuat.
Adopsi oleh perusahaan besar seperti Bealls menunjukkan bahwa mata uang digital semakin diterima sebagai alat pembayaran sah, bukan sekadar instrumen investasi.
Jika tren ini berlanjut, tahun 2026 bisa menjadi periode penting di mana infrastruktur kripto dan pembayaran digital semakin terintegrasi dalam ekonomi global.