Pemerintah Tawarkan Pajak 0% hingga 50 Tahun, Kejar Investasi Global Melalui Pusat Finansial Internasional Indonesia

24 Juli 2026 09:51
Bagikan :
Ilustrasi | Pemerintah menyiapkan PFII sebagai pusat keuangan internasional untuk menarik investasi global. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – Pemerintah menyiapkan insentif perpajakan hingga 0 persen selama 50 tahun untuk investor yang beroperasi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Kebijakan tersebut disiapkan guna meningkatkan daya saing Indonesia dalam memperebutkan investasi global dan memperkuat posisi sebagai pusat jasa keuangan internasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan skema insentif tersebut dirancang dengan mempertimbangkan praktik yang selama ini diterapkan sejumlah pusat keuangan internasional seperti Singapura, Hong Kong, dan Dubai.

Menurutnya, Indonesia perlu menawarkan fasilitas yang lebih menarik karena PFII masih menjadi pemain baru di tengah persaingan global yang ketat.

“Kalau enggak lebih menarik, enggak akan masuk,” kata Purbaya saat menjelaskan alasan pemberian insentif fiskal yang lebih kompetitif.

Pemerintah meyakini insentif tersebut dapat meningkatkan daya tarik PFII di mata investor internasional, terutama ketika ketidakpastian geopolitik mendorong pelaku pasar mencari alternatif lokasi penempatan modal baru.

Jakarta Jadi Lokasi Transisi

Meski pusat keuangan internasional tersebut direncanakan dibangun di Bali, pemerintah memastikan operasional awal akan dimulai dari Jakarta selama masa transisi.

CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan pembangunan kawasan finansial bertaraf internasional membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun. Karena itu, pemerintah memilih memulai operasional lebih awal di ibu kota sembari menyiapkan infrastruktur utama di Bali.

“Bapak Presiden minta instruksi segera ditindaklanjuti dan memang rencananya akan dibuat di Bali. Tapi kan perlu ada persiapan selama dua atau tiga tahun sampai itu menjadi satu financial center yang bertaraf internasional,” ujar Rosan.

Untuk mendukung tahap awal operasional, pemerintah menyiapkan salah satu aset milik Danantara di Jakarta, yakni Gedung Danareksa.

Pemanfaatan gedung yang telah tersedia dinilai mampu mempercepat pembentukan pusat keuangan internasional tanpa harus menunggu pembangunan kawasan baru selesai.

Investor Asing Mulai Melirik

Rosan mengungkapkan respons investor global terhadap pembentukan PFII cukup positif.

Saat berkunjung ke Bali beberapa hari lalu, ia menggelar pertemuan dengan 11 investor internasional, termasuk pengelola family office. Menurutnya, mayoritas investor menyambut baik rencana Indonesia membangun pusat keuangan internasional.

“Responsnya sudah sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini,” kata Rosan.

Pemerintah berharap minat tersebut dapat dikonversi menjadi investasi nyata setelah PFII mulai beroperasi dan perangkat regulasi pendukung selesai disiapkan.

Prabowo Minta PFII Dipercepat

Percepatan pembentukan PFII menjadi salah satu agenda yang dibahas Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Rapat tersebut membahas tindak lanjut pembentukan Indonesia International Financial Center (IIFC) atau PFII setelah landasan hukumnya memperoleh persetujuan DPR.

Pemerintah menilai keberadaan PFII penting untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi investasi, memperluas akses pembiayaan, serta mengembangkan industri jasa keuangan nasional.

PFII Akan Beroperasi di Jakarta dan Bali

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan PFII nantinya akan berada di dua lokasi, yakni Jakarta dan Bali.

Menurut Airlangga, pemerintah telah menyiapkan sejumlah aset milik Danantara di kedua wilayah tersebut untuk mendukung pengembangan kawasan finansial internasional.

Meski demikian, pemerintah belum mengumumkan lokasi final yang akan digunakan sebagai pusat utama PFII di Bali.

Saat ini pemerintah masih mengevaluasi sejumlah alternatif lahan, termasuk kawasan ekonomi khusus dan aset BUMN yang dinilai paling siap untuk dikembangkan.

Pemerintah menargetkan PFII dapat menjadi instrumen strategis untuk menarik arus modal global sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta keuangan internasional yang selama ini didominasi pusat-pusat finansial besar di Asia dan Timur Tengah.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050