
DOYANDUIT – Harga Bitcoin kembali menunjukkan pergerakan positif pada perdagangan awal Desember 2025.
Setelah sempat tertekan hingga area USD 84.000, BTC berhasil memantul dan menembus beberapa level penting, termasuk USD 88.000 dan USD 90.000.
Data perdagangan terakhir di Bitstamp menunjukkan harga berada di sekitar USD 92.755 per pukul 09.39 WIB, menguat sekitar 1,59% dalam 24 jam.
Kenaikan ini juga didukung oleh pergerakan teknikal yang relatif positif. BTC saat ini berada di atas USD 90.500 serta di atas 100-hour Simple Moving Average, menandakan tren jangka pendek yang masih condong ke arah bullish.
Pada grafik intraday, terbentuk pula garis tren naik dengan support di area USD 90.800, memberi ruang bagi pasar untuk mempertahankan momentum.
Kenaikan intraday mencapai level tertinggi di USD 92.912, mendekati area resistensi kuat USD 93.000, yang kini menjadi batas penting untuk menentukan arah harga berikutnya.
Struktur Pasar Awal Bulan: Pola Berulang dan Risiko Volatilitas
Pola Bulanan Bitcoin: Awal Bulan Sering Jadi Titik Penting
Trader kripto Daan Crypto Trades kembali menyoroti pola harga Bitcoin sepanjang 2025.
Berdasarkan pengamatan tahun berjalan, sekitar 80% bulan memiliki pola yang sama: harga kerap membentuk titik tertinggi atau terendah dalam 12 hari pertama bulan tersebut.
Polanya terlihat jelas: Februari membuat low di awal bulan, Maret membentuk high dalam pekan pertama, dan pola serupa muncul pada April, Mei, Juli, Oktober, serta November.
Sejauh ini, Desember tampaknya mengikuti pola tersebut, dengan harga langsung bergerak tajam tanpa wick ke atas pada candle bulanan, sebuah karakteristik yang sering menandakan potensi retest dalam beberapa hari ke depan.
Daan menekankan bahwa pola seperti itu cenderung memancing pergerakan balik: “Gerakan awal bulan seperti ini sering kali kembali diuji. Oktober menjadi contoh terdekat.”
Zona Kritis: USD 93.000 Sebagai Penentu Arah
Dari sudut pandang teknikal, harga menghadapi area resistensi signifikan di kisaran USD 93.000.
Level ini sebelumnya merupakan support besar yang pecah dan kini berfungsi sebagai tembok kuat sebelum BTC dapat masuk kembali ke struktur bullish yang lebih meyakinkan.
Setelah sempat menyentuh low di USD 80.714 pada 21 November, BTC mencatat rebound sekitar 15% menuju area tersebut.
Namun uji pertama gagal, dan harga memantul turun kembali.
Pada grafiknya, Daan menggunakan Fibonacci retracement dari USD 93.175 ke USD 80.714, yang menunjukkan bahwa level Fib 0.786 berada di sekitar USD 83.381 area yang menurutnya menarik sebagai titik pemantauan, terutama karena level itu kerap menjadi magnet harga dalam fase konsolidasi.
Histori Pasar Desember: Tidak Ada “Santa Rally” yang Konsisten
Berdasarkan data Coinglass, performa Bitcoin di bulan Desember sangat bervariasi. Rentangnya ekstrem:
- beberapa tahun mencatat kenaikan lebih dari 30%,
- sementara tahun lainnya mengalami koreksi lebih dari –30%.
Rata-rata return berada di +4,75%, tetapi median justru negatif di –3,22%, menegaskan bahwa Desember bukanlah bulan yang dapat diprediksi secara linear.
Periode akhir tahun juga menjadi momentum ketika pelaku pasar besar melakukan rebalancing portofolio, sekaligus momen terjadinya tax loss harvesting.
Aktivitas ini bisa menambah volatilitas dan menciptakan pergerakan yang tidak biasa dalam waktu singkat.
Momentum Ada, Tapi Pasar Belum Memberi Kepastian
Awal Desember menunjukkan adanya kekuatan beli baru yang mendorong Bitcoin naik ke atas USD 92.000. Namun struktur pasar masih menunjukkan beberapa sinyal kehati-hatian:
- resistensi berat di area USD 93.000,
- pola historis awal bulan yang belum selesai,
- potensi retest ke Fibonacci 0.786 sekitar USD 83.000,
- serta volatilitas musiman yang biasanya meningkat di akhir tahun.
Mengutip saran Daan, strategi terbaik mungkin bukan menebak arah pasar, melainkan memastikan posisi tetap sesuai kenyamanan masing-masing investor:
“Yang penting kamu merasa nyaman dengan alokasimu, apa pun yang akan dibawa akhir 2025 dan awal 2026.”