RUPST BCA 2026 Putuskan Dividen Rp41,3 Triliun Rp336 per Saham, Rasio Payout Tertinggi Sepanjang Sejarah

12 Maret 2026 18:00
Bagikan :
Ilustrasi pembagian dividen BCA kepada pemegang saham setelah RUPST 2026. (DoyanDuit)

DOYANDUIT – PT Bank Central Asia Tbk menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp336 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Maret 2026.

Total dividen yang dibagikan mencapai sekitar Rp41,3 triliun, setara dengan sekitar 71,8 persen dari laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025.

Angka tersebut menjadi salah satu rasio pembagian dividen tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Sepanjang 2025, BCA mencatat laba bersih Rp57,53 triliun, meningkat sekitar 4,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Dengan kinerja tersebut, perusahaan memutuskan meningkatkan rasio pembayaran dividen dibandingkan periode sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2024, rasio dividen BCA berada di kisaran 67,4 persen dari laba bersih.

Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa bank swasta terbesar di Indonesia tersebut tetap menjaga konsistensi memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Rincian Pembagian Dividen BCA Tahun Buku 2025

Dividen sebesar Rp336 per saham yang diumumkan BCA sebenarnya terdiri dari dua komponen pembayaran.

1. Dividen Interim

BCA sebelumnya telah membagikan dividen interim Rp55 per saham pada 22 Desember 2025.

Pembayaran interim ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendistribusikan keuntungan kepada investor lebih cepat.

2. Sisa Dividen Final

Setelah dikurangi dividen interim, maka sisa dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham adalah Rp281 per saham.

Berikut ringkasan pembagian dividen BCA 2025:

Komponen Nilai
Laba bersih 2025 Rp57,53 triliun
Total dividen Rp41,3 triliun
Dividen per saham Rp336
Dividen interim Rp55
Sisa dividen final Rp281
Dividend payout ratio 71,8%

Rasio pembayaran dividen ini bahkan menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah BCA, karena secara historis perusahaan biasanya membagikan dividen di kisaran 67–70 persen dari laba bersih.

Komitmen BCA Memberikan Nilai Tambah ke Pemegang Saham

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyatakan bahwa keputusan pembagian dividen tersebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk menjaga kepercayaan investor.

Ia menegaskan bahwa perusahaan tetap fokus pada fundamental bisnis serta menjalankan strategi pertumbuhan secara hati-hati.

“Hasil keputusan RUPST BCA hari ini menunjukkan komitmen perseroan untuk senantiasa memberikan nilai tambah yang berkesinambungan kepada pemegang saham,” ujar Hendra.

Menurutnya, BCA tetap akan menjalankan strategi bisnis yang pruden namun tetap ekspansif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Prospek Ekonomi Indonesia 2026 Masih Positif

Dalam kesempatan yang sama, manajemen BCA juga menyampaikan pandangan mengenai kondisi ekonomi ke depan.

Meski dunia menghadapi sejumlah ketidakpastian, perusahaan melihat perekonomian Indonesia masih memiliki potensi tumbuh positif pada 2026.

Hendra menyebut beberapa faktor eksternal seperti dinamika ekonomi global dan kondisi geopolitik tetap perlu diantisipasi.

Namun secara umum, sektor perbankan nasional dinilai masih memiliki peluang berkembang.

“Kami optimistis perekonomian tanah air akan melanjutkan pertumbuhan positif pada tahun 2026,” kata Hendra.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, BCA berencana tetap mendorong penyaluran kredit ke berbagai segmen ekonomi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

BCA Berencana Bagi Dividen Lebih Sering Mulai 2026

Salah satu keputusan penting dalam RUPST juga menyangkut rencana perubahan pola pembagian dividen pada tahun buku 2026.

Manajemen membuka peluang untuk membagikan dividen interim hingga tiga kali dalam satu tahun.

Direktur BCA Vera Eve Liem menjelaskan bahwa rencana tersebut akan dilakukan jika kondisi keuangan perusahaan memungkinkan.

“Untuk Tahun Buku 2026, apabila kondisi keuangan memungkinkan, Direksi dengan persetujuan Dewan Komisaris dapat membagikan dividen interim tiga kali pada tahun 2026,” ujarnya.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka pembagian dividen berpotensi dilakukan setiap kuartal sepanjang tahun.

Manfaat bagi investor

Skema ini memberikan beberapa keuntungan bagi pemegang saham:

  • Pendapatan dividen lebih rutin sepanjang tahun
  • Arus kas investor menjadi lebih stabil
  • Menarik minat investor jangka panjang
  • Meningkatkan daya tarik saham BBCA

Bagi investor pasar modal, pola dividen yang lebih rutin biasanya dianggap sebagai indikator kesehatan keuangan perusahaan.

Posisi Saham BBCA di Pasar Modal

Saham BCA dengan kode BBCA dikenal sebagai salah satu saham perbankan dengan fundamental paling kuat di Indonesia.

Beberapa faktor yang membuat saham ini konsisten menarik perhatian investor antara lain:

  • Kinerja laba yang stabil
  • Manajemen risiko yang konservatif
  • Pertumbuhan kredit yang konsisten
  • Rasio profitabilitas yang tinggi

Banyak analis pasar juga menilai BBCA sebagai saham yang cocok untuk investasi jangka panjang berbasis dividen dan pertumbuhan nilai perusahaan.

 

 

Pembagian dividen BCA Rp336 per saham untuk tahun buku 2025 menegaskan posisi perusahaan sebagai salah satu emiten dengan kinerja stabil dan komitmen kuat terhadap pemegang saham.

Dengan total dividen sekitar Rp41,3 triliun atau hampir 72 persen dari laba bersih, kebijakan ini menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan yang solid.

Lebih menarik lagi, rencana pembagian dividen interim hingga tiga kali pada tahun 2026 membuka peluang bagi investor untuk menerima distribusi dividen lebih rutin.

Di tengah dinamika ekonomi global, strategi BCA yang tetap fokus pada fundamental bisnis dan ekspansi kredit secara hati-hati menjadi faktor penting yang menjaga kepercayaan investor terhadap saham BBCA.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050