Trader Legendaris Peter Brandt Peringatkan Pola Langka “Broadening Top” di Bitcoin, Bisa Terjun ke $60 Ribu

23 Oktober 2025 13:00
Bagikan :
Bitcoin Diambang Fase Bearish? Peter Brandt Ungkap Pola Broadening Top (X/@PeterLBrandt)

DOYANDUIT – Peter Brandt bukan nama baru di dunia trading. Lelaki asal Amerika Serikat ini sudah berkarier sejak tahun 1970-an, jauh sebelum istilah “cryptocurrency” dikenal publik.

Ia menyaksikan sendiri berbagai siklus pasar, dari komoditas, futures, hingga forex, dan kini, pandangannya tentang Bitcoin kembali menarik perhatian.

Dalam unggahan terbarunya di platform X, Brandt menyoroti formasi teknikal langka di grafik BTC yang disebut “broadening top.”

Menurutnya, pola ini kerap menjadi pertanda akhir dari sebuah tren naik yang panjang. Ia bahkan menyebut pergerakan ini mirip dengan pola yang pernah muncul di harga kedelai pada tahun 1977 — saat pasar tersebut anjlok lebih dari 50%.

“In 1977 soybeans formed a broadening top and then declined 50% in value. Bitcoin today is forming a similar pattern,” tulis Brandt dalam unggahannya di X.com @PeterLBrandt pada 22 Oktober 2025.

Bagi yang mengikuti kariernya, pernyataan seperti ini bukan hal sepele. Brandt dikenal karena analisis grafiknya yang tajam dan sering terbukti akurat, termasuk ketika ia memprediksi koreksi besar Bitcoin pada 2018.

Apa Sebenarnya Pola “Broadening Top”?

Bagi yang baru mengenal istilah ini, broadening top adalah pola grafik harga yang berbentuk menyerupai megafon, dua garis tren yang makin melebar seiring waktu.

Harga bergerak naik-turun dengan volatilitas yang semakin besar, menciptakan rentang perdagangan yang terus melebar.

Biasanya, pola ini muncul di puncak tren naik dan sering dianggap sebagai sinyal pembalikan arah (reversal). Begitu harga menembus garis support bagian bawah, tren bullish bisa berubah menjadi fase bearish yang signifikan.

Peter Brandt menegaskan, pola semacam ini patut diwaspadai karena sering kali menandakan pasar sudah mulai kehilangan keseimbangan antara pembeli dan penjual.

“Volatilitas yang melebar artinya ketidakpastian meningkat, dan pasar tidak suka ketidakpastian,” tulisny.

Dari Skeptis Menjadi Pengamat Setia Bitcoin

Menariknya, Brandt bukan sosok yang sejak awal percaya pada Bitcoin. Ia sempat menganggap kripto hanyalah eksperimen digital yang terlalu spekulatif. Namun, seiring waktu, ia mulai menemukan kemiripan pola pergerakan Bitcoin dengan komoditas klasik seperti emas dan perak.

Ketika ia mulai mempelajari grafik BTC/USD secara mendalam, Brandt menemukan bahwa Bitcoin juga memiliki struktur siklus pasar yang mirip dengan aset tradisional: fase akumulasi, ekspansi, distribusi, dan koreksi. Sejak itu, ia rutin membagikan analisisnya melalui akun X dan blog pribadinya.

Dalam analisanya tahun 2025, Brandt memperkirakan bahwa Bitcoin bisa mencapai puncak siklus baru antara Agustus hingga September 2025, dengan target harga antara $135.000 hingga $200.000 — asalkan pola bullish tetap bertahan.

Namun ia juga realistis: jika pola broadening top ini selesai terbentuk dan menembus support, skenario sebaliknya bisa terjadi.

“Saya tidak memprediksi masa depan,” tulis Brandt. “Saya hanya membaca pola, dan pasar akan selalu benar.”

Risiko di Balik Pola Ini

Apabila formasi “broadening top” benar-benar dikonfirmasi, maka potensi koreksi besar bisa terjadi. Brandt bahkan menyebut kemungkinan penurunan hingga 50%, cukup untuk membuat beberapa investor institusional, termasuk MicroStrategy, berada di posisi merugi (underwater).

Namun, ia juga menegaskan bahwa setiap pola hanyalah kemungkinan, bukan kepastian. Dalam analisisnya, Brandt menyebut dirinya seorang Bayesian, seseorang yang selalu mempertimbangkan dua arah:

“Bitcoin $250 ribu atau $60 ribu, keduanya mungkin. Yang penting, cari posisi terbaik dengan risiko terkecil.”

Pernyataan ini mencerminkan pendekatan khas Brandt: rasional, hati-hati, dan tidak emosional. Ia juga mengingatkan bahwa disiplin dalam manajemen risiko jauh lebih penting daripada sekadar menebak arah pasar.

“Siapa pun yang mempertaruhkan lebih dari 5% modalnya per transaksi, pada akhirnya akan hancur. Itu hanya soal waktu,” tegasnya.

Apa yang Bisa Dilakukan Trader dan Investor?

Melihat situasi ini, berikut beberapa langkah yang disarankan para analis teknikal berpengalaman:

  1. Perhatikan garis support dan resistance utama pada grafik BTC. Jika harga menembus salah satunya, bisa menjadi sinyal kuat arah tren selanjutnya.
  2. Gunakan manajemen risiko ketat. Jangan pernah mempertaruhkan lebih dari sebagian kecil modal dalam satu posisi.
  3. Pantau volume dan volatilitas. Pola broadening biasanya disertai lonjakan volume tak beraturan.
  4. Jangan terpancing euforia. Banyak trader gagal karena terlalu percaya diri saat pasar naik.
  5. Gabungkan analisis teknikal dan fundamental. Perhatikan faktor makro seperti kebijakan suku bunga dan arus modal institusional.

Dengan disiplin dan strategi yang matang, potensi risiko besar bisa dikelola dengan lebih bijak. Pasar kripto memang penuh kejutan, tapi bukan berarti tidak bisa dipahami.

Sebuah Pelajaran dari Pengalaman Panjang

Brandt bukan hanya trader; ia juga seorang guru bagi banyak investor muda. Dalam bukunya Diary of a Professional Commodity Trader, ia menulis bahwa kesalahan terbesar trader adalah menganggap dirinya lebih pintar dari pasar. “Pasar tidak peduli dengan opini siapa pun. Ia hanya mengikuti logikanya sendiri,” tulisnya.

Pesan ini tetap relevan di era digital. Pola, tren, dan analisis teknikal hanyalah alat bantu — bukan kebenaran mutlak. Brandt sendiri menutup salah satu tulisannya dengan kalimat yang reflektif:

“Market will always be right. If you think you can beat it, you’ll end up fighting yourself.”

Pasar Selalu Benar

Peringatan Peter Brandt tentang pola “broadening top” di Bitcoin bukan sekadar opini, melainkan hasil puluhan tahun pengalaman membaca perilaku pasar.

Entah pola itu berakhir dengan koreksi besar atau justru gagal terbentuk, pesannya jelas: waspadai risiko, pahami konteks, dan jangan melawan pasar.

Dengan memahami sinyal teknikal semacam ini, kamu bisa membuat keputusan yang lebih cerdas — bukan berdasarkan emosi, tapi atas dasar logika dan pengalaman.

Berita Terbaru
bupot tanpa transaksi
NPWP Disalahgunakan untuk Faktur Pajak Fiktif? Begini Langkah yang Harus Dilakukan
role akses penandatanganan spt
Coretax DJP Tambah Role Baru Penandatangan SPT 21/26, Data Gaji Pegawai Kini Lebih Terjaga
surat bebas pajak lazada
Cara Isi Surat Keterangan Penghasilan Bebas Pajak Lazada Terbaru, Seller Wajib Tahu Sebelum Upload
survei rumah pendidikan
Cara Mengisi Survei Rumah Pendidikan di Info GTK 2026, Panduan Lengkap untuk Guru dan Kepala Sekolah
XAUUSD_2026-08-03_13-17-31
Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Naik Rp7.000 per Gram, Emas Dunia Rebound di Atas US$4.050